
Siang itu pada hari minngu Anggun dan Mira pergi kesalah satu pusat perbelanjaan,hari ini adalah hari minggu dan mereka berdua tidak ada piket dirumah sakit, mereka memasuki mall untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari.
“Mira lihat baju itu bagus sekalikan, aku ingin sekali membelinya”.
“ Ia Anggun bagus sekali bagaimana kalau kita membelinya 2, biar samaan”.
“Ia aku setuju”.
Dan akhirnya mereka membeli 2, setelah mereka membeli kebutuhan lainnya. Tak sengaja dia melihat Ari yang sedang berada didalam Mall itu juga sedang bergandengan tangan dengan cewek lain.
“Anggun lihat-lihat itu Ari sedang berpegangan dengan perempuan lain”
“Seketika hatinya hancur bertubi-tubi, dia melihat orang yang ia sayangi sedang bergandengan mesra dengan wanita lain”
Anggun dan Mira menghampiri Ari".
“Ari teriaknya”
Ari langsung menoleh kea rah Anggun dengan penuh rasa kaget dan heran kenapa Anngun bisa ada dalam mall yang sama.
“Tunggu sebentar Anggun kamu jangan salah paham, sambil Ari melepaskan genggaman tangan cewek yang sedang menggenggam tangannya, dan agak menyingkir dari cewek itu”
“Sudahlah jangan mengelak, aku sudah melihat semuanya, kamu jangan berkilah lagi”
Sedangkan terlihat cewek yang bersamanya terlihat sangat cemberut mukanya, dan raka memperkenalkan cewek itu pada Anggun.
“Anggun kenalkan namanya sindi, dia teman dekatku, kami hanya bersahabat Anggun, Jangan cemburu dulu”.
“Ah kamu pasti bohong Ari”.
“Sudah jangan salah faham dulu, biar sindi saja yang menjelaskan sendiri”.
“Ia mb Anggun aku hanya sahabat dekat mas Ari, sudah dari kecil kami bersama. Kami tetanggaan mb Anggun”.
“Tetapi kenapa kalian harus berpegangan tangan seperti kalian itu kekasih”>
“Ah mb Anggun ini cemburuan biasa ja kali mba, gak mungkin ku rebut mas Arinya heeeeeee, sindi ketawa sambil bercanda”
Baru kali ini Anggun merasakan darahnya naik sampai kepala dan rasanya pingin marah, melihat orang yang ia sayangi bersama orang lain. Nafasnya terasa sesak karena kesal dan marah.
Mungkinkah ini rasanya cemburu!!!!!!!!!!!!
Anggun menundukkan pandangannya dia sangat tidak rela bila Ari bersama dengan perempuan lain karna dia sangat mencintai Ari dengan setulus hatinya. Tiba-tiba Ari memegang tangan Anggun.
“Sudah jangan marah, ayo kita makan siang bersama-sama”
__ADS_1
“Ia ayolah Anggun jangan marah lagi, sudah hal ini hanya salah paham saja”
“Ia mba Anggun ucap sindi, kalau aku mau sudah dari dulu aku pacari mas Ari heeee, candanya tapi sayang mas Ari bukan tipe ku sambil tersenyum dia mengucapkannya”.
Akhirnya mereka berdua pun makan bersama-sama.
“Mas Ari pegang tuh tangan pacarnya biar tidak marah lagi ucap sindi”
“Ah kamu sindi bisa aja, ucap Ari”.
Sindi adalah gadis periang, dan anak orang kaya tetangga Ari, memang mereka dari kecil bersahabat, Sindi yang mempunyai rasa dengan Ari, tetapi Ari tidak mempunyai rasa itu, malahan Ari tidak tau kalau Sindi menyukainya. Mereka bersama sejak kecil kebersamaan itulah yang menyebabkan benih-benih cinta muncul pada Sindi, setelah sindi tahu bahwasannya Ari sudah punya pacar, sebenarnya terbersit sifat jahat dalam hati Sindi yaitu dia akan merebut Ari suatu saat nanti, Sindi merasa Anggun tidak pantas mendampingi Ari.
Mereka akhirnya makan siang bersama-sama, Anggun, Mira, Ari dan Sindi terlihat wajah Anggun yang masih cemberut. Anggun duduk di sebelah Ari dan Mira di sebelah Sindi.
“ Ayo Anggun sayang mau makan apa?”
“apa aja terserah, jawaban Anggun sambil merasa kesal”.
“Oce kalau gitu, akhirnya Ari memesankan makanan, Sindi kamu juga mau makan apa?”.
“ Mas Ari kan tahu kesukaanku jadi pesankan sekalian".
Anggun menatap wajah Ari dengan penuh kemarahan, ehemm ucap Anggun yang semasa kecil bersama tau menunya. Mira sambil memecahkan suasana berkata.
“Kok gak ada yang Tanya menu yang ku suka ya, haaaaaaaaa”.
“Ah sudah biasa aku terlupakan, heeeeeeee”,
Akhirnya mereka bersama-sama makan bersama. Setelah selesai makan Sindi berpamitan untuk pulang duluan karna ada keperluan keluarga.
“Aku pulang duluan ya ada urusan keluarga”
“Ia jawab Ari, hati-hati dijalan ya”.
“Ia mas ari terimakasih banyak, aku pulang dulu”.
“aku juga pulang duluan, aku gak maulah jadi obat nyamuk, ucap Mira”.
Mira meminta pacarnya untuk menjemputnya.
“Kring………….kring”
“ Hallo sayang tolong jemput aku, aku di mall pelita jaya kamu kesini ya. Aku bosen nih liat orang lagi marah dan cemburu, dan aku jadi obat nyamuk ini”.
“Ia sayang, tunggu aku disana ya sayang ”.
__ADS_1
“Ah jangan bilang begitu Mira, aku malu jadinya ucap Anggun”.
“Heeeeeee aku hanya becanda biar kamu tersenyum, dan gak cemberut lagi ucap Mira”.
Tak lama kemudian pacar Mira datang menjemput, setelah itu Mira dan pacarnya meninggalkan mereka berdua.
“Jangan berantam ya, aku tinggal dulu”.
“Oce Mira hati-hati di jalan”.
Akhirnya mereka tinggal hanya berdua di dalam mall. Dan Ari tetap berusaha merayu Anggun agar tidak marah.
“Sayang ayo kita nonton berdua, sudahlah jangan marah”
“Anggun menghela nafasnya dan berusaha sabar agar tidak marah”.
Mereka jalan berdua menuju bioskop, Ari memegang tangan Anggun, dan Anggun menerima tangan Ari dan akhirnya mereka berbaikan.
Didalam bioskop ari memegang tangan Anggun dan berkata.
“Sayang kau adalah segalanya untuk aku, motivasiku dan aku ingin selamanya bersama”.
“Ari kau belum tau masalaluku, kau belum tau betapa buruknya aku, yang kau tau hanya kebaikanku. Jika kelak aku sudah berani jujur padamu, aku akan katakana semunya”.
“Sayang aku tidak akan pernah Tanya masa lalumu, kelak kalau kau sudah berani berkata, baru kau katakana padaku”
“Ia sayang, dalam hati Anggun berkata. Ari aku sudah siap melepasmu, mungkin setelah kau tau masa laluku, aku yakin kau akan meninggalkan ku”.
Mereka saling bertatapan dan film di bioskop sudah mulai, film yang mereka pingin menonton sebelumnya. Yang berjudul “Cintaiku dan trima aku dengan masa laluku”.
Anggun sangat menghayati fil bioskop itu, karena ceritanya hamper mirip dengan kisahnya, di sela-sela film itu anggun bertanya pada Ari.
“Sayang kalau pacarmu sama kayak begitu di peran fil itu apakah kamu masih menerimanya?’.
“Oh kalau aku maaf saja, aku tak akan menerima perempuan yang rela menjual harga dirinya demi apapun”.
Seketika hati anggun hancur, dia beranggapan kalau dia jujur pasti Ari akan meninggalkannya.
“Oh begitu ya sayang, ucap Anggun dengan perasaan kecewa”.
Anggun berkata pada dirinya sendiri, bahwa dia tidak akan memberitahukan rahasia besar itu pada Ari selamanya.
Film pun berakhir dan Ari mengajaknya pulang, dan mereka pun kembali pulang kerumah, dengan Anggun terlihat bersedih karna jawaban Ari tadi di dalam bioskop.
Bersambung.
__ADS_1
Jangan lupa like dan comennya agar outhor semangat menulis opisode selanjutnya. Trimakasih sudah mampir di karyaku.