
Anggun keluar dari ruangan rektor dengan perasaan yang sangat lega akhirnya dia tidak dikeluarkan dari kampus, meski dia harus di skor 5 bulan.
"Anggun bagaimana hasilnya, tanya Mira?"
"Alhamdulillah Mira aku hanya di skor dan masih tetap bisa kuliah meski nantinya kalian duluan yang di wisuda dan aku menyusul tapi paling tidak, cita-cita ku masih tetap berlanjut"
"Ia Anggun tetap semangat menggapai masa depan, abaikan saja orang yang tak suka denganmu, aku akan tetap jadi sahabatmu, gimana Ari kok tidak kelihatan mendukungmu?"
"Jangan tanya soal dia lagi Mira, aku sudah mengubur cintaku padanya"
"Emang ada apa Anggun?"
"Aku tidak bisa cerita denganmu Mira, yang pasti aku akan mencari orang yang tulus denganku, bukan yang pura-pura menyayangiku dan memanfaatkanku, aku pulang dulu ya Mira nanti kita bisa telefonan, ada yang menungguku di parkiran"
Dion setia sekali menunggu Anggun, dia sangat khawatir dengan kondisi Anggun. Dia juga mendengar dari teman-temannya Anggun bahwa Anggun akan dikeluarkan.
Anggun berjalan keluar kampus tiba-tiba terlihat sosok Ari berdiri di depan pintu.
Anggun langsung menghampiri Ari dan berkata.
"Ari terimakasih untuk semuanya, akhirnya aku sadar orang yang benar-benar sayang padaku yang mana, dan terimakasih juga berkat kamu aku jadi bisa bebas dari masa laluku, semoga kamu menemukan orang yang sempurna, baik tidak seperti aku, dan semoga kau bahagia selalu"
"Ari tak berkata sepatah katapun hanya terdiam seribu bahasa dan memandang wajah Anggun saja.
Anggun tetap melangkahkan kakinya keluar, ada juga sekelompok laki-laki yang berkata.
"Hai Anggun sayang, nanti malam kita kencan ya, aku banyak uang ini kamu mau berapa bilang saja, ternyata tubuh ny mulus juga Anggun"
Kali ini Anggun tidak diam saja, dia menghampiri segerombolan laki-laki itu dan berkata.
"Kalian jangan menghina aku seperti itu, aku memang bukan wanita sempurna mungkin aku menjijikkan bagi kalian tapi tahukah kalian, kalau kalian yang berpendidikan dan menghinaku seperti itu, terus apa bedanya aku dan kalian, semua orang punya masa lalu, kalian pun sama jadi stop menghinaku"
Segerombolan laki-laki itu terdiam semua, dan Anggun melanjutkan perjalanannya ke mobil Dion, Dion melihat Anggun dari kejauhan dan merasa lega karna Dion keluar kampus.
__ADS_1
Sedangkan Anggun berjalan sambil berkata dalam hatinya.
"Selamat tinggal masa lalu
Selamat datang masa depan, ku kubur masa laluku sampai di sini dan ku gapai masa depan ku. Tuhan jadikan aku wanita tegar, wanita kuat yang menjalani semuanya sesuai aturanmu"
Anggun masuk kedalaman mobil.
"Anggun kau tak apa-apa kan, semuanya baik-baik saja kan, aku sangat khawatir!!!"
"Tenang Dion semuanya baik-baik saja, Dion bawa aku ke suatu tempat aku ingin berteriak sekencang-kencangnya"
"Baik Anggun, ucap Dion"
Dion mengemudi mobilnya, membawa Anggun di suatu tempat terlihat pasir putih dan ombak yang berdesir.
"Dion kamu bawa aku ke laut ini"
"Ia Anggun kamu ingat kan waktu SMA kita pernah kesini, bermain pasir dan berlarian serta minum air kelapa"
"Ayo turun, sekarang tempatnya berbeda ada panggung band nya juga"
"Emmmmm pasti kamu mau nyanyi lagi Dion"
"Loh kamu kok tau Anggun"
"Ya pasti tau, aku mau nyanyi juga Dion, ya sudah kita berdua bernyanyi ya, biar hatimu bahagia"
Dan akhirnya mereka pun bernyanyi bersama melupakan perasaan.
kulewati masa lalu
yang membiru dan membatu
__ADS_1
kulupakan kehidupan
Yang berlalu
tak lagi mampu menghalangi langkahku
kupandang dengan tawa riang dan
aku berjalan penuh kepastian
kan kumasuki ingin kutapaki
indah masa depan yang luas membentang
hari ini sampai nanti
kulewati dengan pasti
waktu-waktu bersamaMu
yang kutunggu
tak ragu aku mengharapkan diriMu
dan memandang masa depan yang cerah.
Setelah bernyanyi Anggun terlihat lega sekali dan mereka kembali duduk dan makanan yang mereka pesan tiba, cumi-cumi bakar dan nasi liwet, mereka makan dengan nikmatnya di sela-sela mereka makan tiba-tiba Dion berkata.
"Anggun mau kah kau menerima cintaku, aku tulus sayang padamu, menerimamu apa adanya dirimu, masa lalumu dan semuanya tentangmu"
Anggun sangat kaget tiba-tiba Dion mengulang perkataan cintanya, dia bingung harus menerima Dion atau tidak. Di dalam hati Anggun sudah ada tempat untuk Dion, tapi dia masih bingung mau menerima Dion atau tidak.
Cinta itu tak tau kapan tibanya, kadang orang yang kita cintai ternyata belum tentu terbaik buat kita dan kita harus mengikhlaskan dia pergi, dan orang yang benar-benar mencintai kita adalah orang yang siap menerima kita apa adanya, masa lalu kita dan tidak menuntut kita sempurna.
__ADS_1
Bersambung
terimakasih sudah membaca, saksikan episode selanjutnya apakah Anggun menerima cinta Dion atau tidak.