Kurelakan Keperawananku, Demi Gelar Dokterku

Kurelakan Keperawananku, Demi Gelar Dokterku
usaha kembali


__ADS_3

Salah satu penyebab kenapa kita tidak merasakan bahagia adalah kita tidak hidup di masa sekarang.


Tapi kita terjebak di masa lalu dan lebih fokus di masa depan.


Padahal fase hidup yang seharusnya, kita nikmati adalah masa sekarang, yang sedang kita jalani, bukan masa lalu yang telah terlewati dan bukan masa depan yang tak pasti.


Hari itu om Tio menyerahkan hartanya pada Anggun sebesar 25% lewat pengacaranya, Anggun merasa terkejut karena pemberian harta itu dan Ari beserta ibu nya marah besar mendengarnya.


"Apa, bagaimana bisa Anggun mendapatkan bagian harta ayah, apa hubungannya dia dengan keluargaku, aku sangat tidak setuju dengan itu"


Ibunya pun berkata kasar pada Anggun, dasar wanita menjijikkan pasti kau bahagia menerima harta dari suamiku, belum puas kau menjadi selingkuhannya. Dan kamu salah seorang perempuan yang sangat menjijikkan di dunia ini.


"Anggun menjawabnya, maaf Ari dan ibu. Saya juga tidak tau kalau pak Tio memberikan hartanya pada saya jadi jangan menghina saya dengan kata-kata kasar seperti itu, meski saya menjijikkan tapi saya juga punya perasaan, untuk Ari yang menghina saya terus-menerus dengan kamu meniduri saya menandakan kamu juga bukan pria yang baik. Kita juga punya masing-masing kesalahan dengan porsi yang berbeda-beda saya mohon mulai sekarang jangan hina saya. Soal harta saya tidak mau menerimanya itu bukan hak saya"


"Ah kamu jangan sok suci, ucap ibu nya Ari"


"Pak pengacara, saya tidak mau menerima warisan ini, dan saya harap uang itu buat anak anak yang memerlukan saja"


"Oh kalau mba Anggun bilang begitu saya akan memberikan harta bagian itu buat orang-orang yang memerlukan"

__ADS_1


"Ia pak terimakasih, ucap Anggun"


Ari memandangnya dengan sinis, apalagi dia melihat Dion memegang erat tangan Anggun da rasa cemburu di hatinya.


"Maaf Ari dan ibu, saya pamit pulang. Saya kira sudah tidak ada lagi yang diperdebatkan semua sudah jelas"


"Anggun teriak ibu nya Ari, kamu jangan sok suci saya tau benar watak kamu"


"Ibu dengan rasa hormat saya sama ibu, saya mohon kita tutup perselisihan ini sampai di sini saya juga akan menjauhi keluarga ibu"


"Ah terserah kamu Anggun, ucap ibunya Ari"


"Kamu berani mengancam saya Anggun"


"Saya hanya mengatakan kejujuran, dan terima kasih banyak udah menyakiti saya, setidaknya saya tau mana yang tulus sama saya dan mana yang bukan. Sekarang saya punya laki-laki yang benar tulus sama saya, kenalkan namanya Dion sekarang saya sama dia berhubungan dan kami akan segera menikah setelah saya lulus kuliah"


Dion mengacungkan tangannya, da Ari tiba-tiba kembali berkata kasar.


"Dion kamu mau menjadikan Anggun istrimu padahal kamu tau dia bekas aku dan ayahku, Ari tak mau membalas acungan tangan Dion yang mengajak berjabat tangan"

__ADS_1


"Ari aku tulus sama Anggun sudah jangan kau hina lagi Anggun bila kau tidak mencintainya lagi"


Seketika Dion menggeret tangan Anggun untuk diajak keluar.


"Ayo sayang pulang, aku rasa urusannya sudah selesai, aku tak mau kau dihina lagi disini"


Anggun menerima ajakan Dion dan kluar dari rumah itu. Anggun langsung masuk mobil dan bergegas pergi. Di dalam mobil Dion berkata berniat mengajaknya untuk keruma orang tuanya untuk dikenalkan ke semua saudaranya.


"Sayang aku berniat mengajakmu ke rumahku, tadi aku dah bilang dengan keluargaku, akan membawa calon istriku ke rumah"


"Sayang tapi aku takut keluargamu akan menolak ku, apalagi kalau mereka tau masa laluku"


"Tenang sayang aku akan meyakinkan mereka, keluargaku baik mungkin tidak sekaya Ari, tapi mereka pengertian"


"Ya sudah aku mau sayang"


Meski dalam hati Anggun dia sangat galau sekali apakah keluarganya akan menerimanya, atau dia akan hancur sehancur-hancurnya seperti dulu lagi, karna susah seseorang menerima masa lalunya.


bersambung.

__ADS_1


"Apakah keluarga Dion akan menerima Anggun saksikan episode selanjutnya"


__ADS_2