Kurelakan Keperawananku, Demi Gelar Dokterku

Kurelakan Keperawananku, Demi Gelar Dokterku
suamiku


__ADS_3

Ani datang bersama Dion ke rumah sakit, di dunia ini Anggun sudah tak punya siapa-siapa hanya Dion yang menjadi teman hidupnya selama ini, Anggun tak tau mau menitipkan ke siapa Anaknya malam ini.


Ani memandang wajah Anggun yang pucat dan tak ada lagi cahaya kehidupan, wajah Anggun menandakan dia sangat terpuruk sekali atas semua kejadian hari ini, dia terlihat hancur, sehancur-hancurnya, dunianya runtuh hari ini.


"Anggun sabar ya, semua ini adalah sebuah ujian agar kamu naik tingkat, sini anakmu biar aku yang gendong saja, kamu terlihat pucat sekali, biar anakmu aku yang urus bersama Dion sementara waktu ini, kamu fokus sama frans saja, anggap kami ini seperti saudara mu sendiri bukan orang lain"


Anggun tak kuasa menahan tangisnya lagi, dia memeluk erat Ani, sambil menangis.


"Ani...... apa yang terjadi ini, kenapa Tuhan memberiku, ujian seberat ini"


"Jangan menangis Anggun tenang lah, ada kami disini yang akan selalu ada bersamamu"


"Trimakasih untuk bantuan kalian, tapi aku mau menitipkan anak ku, kasian dia jika dia harus tidur di rumah sakit, disini banyak orang sakit"


"Ia makanya, lepas gendongan anakmu padaku, aku pasti akan menjaganya dengan baik"

__ADS_1


Mira akhirnya melepaskan gendongannya dan memberikan anaknya pada Ani.


"Ani aku nitip anakku ya, jaga dia baik-baik, besok jika semua urusan sudah beres aku akan mengambil anakku"


"Ia Anggun, nanti aku bawa anakmimu pulang ya, akan ku jaga dia baik-baik, besok aku akan bawa lagi anakmu kesini"


"Ia Ani terimakasih banyak, bantuanmu ke aku, aku tidak tau lagi harus menitipkan anakku pada siapa lagi"


"Sudah tenanglah"


Ani melihat luka yang ada di lehernya yang belu. diobati.


"Tidak usah, sekarang sudah malam bawa saja.anakku ke rumahmu saja, aku akan baik-baik saja disini"


Ani menggonding anaknya Anggun, dan dibawanya kerumah Ani dan Dion, sedangkan Anggun masih di rumah sakit dan dia duduk di samping suaminya frans, Anggun memegang tangan frans sambil berkata.

__ADS_1


"Sayang cepat bangun ya , aku ada disini dan akan selalu menjagamu, andai aku peka atas perkataanmu di pantai, mungkin ini semua tidak akan terjadi, kamu sudah beri banyak isarat padaku, tapi masih saja aku tak tau dan mengerti apa yang kau katakan"


Meskipun Frans koma, namun sebenarnya Frans bisa merasakan apa yang dikatakan Anggun.


Anggun kaget sekali, melihat frans meneteskan air mata.


"Dok!!! suami saya sadar, dia meneteskan air matanya"


Dokter menuju kamar frans dan memeriksanya.


"Maaf nona Anggun, tuan frans belum sadar, memang orang koma, tidak sepenuhnya tidak sadar, namun dia masih bisa mendengar perkataan kita bu"


"Ia dok saya tau, trimakasih"


Dokter keluar dari ruangan Anggun, tapi Anggun masih saja duduk di samping frans dan dia berjanji padanya.

__ADS_1


"Sayang aku berjanji padamu, akan setia dan akan menunggu mu sampai kamu bangun dan bersama kami seperti dulu, aku akan menjadi wanita kuat seperti dulu, dan ijinkan aku memulai hidup ku lagi mas, aku harus mulai bekerja lagi mas, karna aku harus membiayai pengobatanmu dan anak kita, doakan aku ya mas, kuat jalani semua ink, dan aku akan jaga anak kita dengan baik, cepat bangun ya mas"


bersambung


__ADS_2