
Ku langkahkan kaki ke pengadilan agama untuk mengajukan perceraianku, Ku bawa buku nikah kesana. Hati ku hancur namun aku harus tetap jadi wanita tegar dan tak akan menjadi Anggun yang cengeng.
Aku ditemani sahabat terbaikku Mira, dia adalah sahabat setia yang selalu ada untuk ku dalam susah maupun duka ku.
"Ayo Anggun masuk ke dalam, ucap Mira"
"Ia Mira"
Aku lihat di pengadilan agama bukan aku saja yang akan mengajukan perceraian, ternyata banyak disana wanita yang bernasib sama seperti ku, wanita yang disakiti laki-laki, aku duduk bersama Mira untuk mengantri pendaftaran gugat cerai, disampingku ada seseorang gadis cantik sekali, ku pandangi wajahnya dan tiba-tiba dia bertanya padaku.
"Mba juga mau gugat cerai ya"
"Ia mba, mba juga ya"
"Ia mba kenalkan namaku Dini, aku masih berumur 25 tahun, dan usia pernikahanku 3 tahun mb, mba siapa namanya"
"Namaku Anggun mb, mba masih muda dah mau cerai mba, aku lihat dia menggendong seorang bayi, miris sekali aku melihatnya wanita dan bayi nya, harus kuat jalani cobaan ini, mereka saja bisa kuat kenapa aku tidak"
"Ia mba aku memilih cerai saja mas dari pada jiwa dan ragaku hancur, suami ku tak mau kerja mba, setiap hari kerjaannya marah, ngerokok, dan main game, aku lelah mba jadi tulang punggung bukankah wanita itu tulang rusuk bukannya di jadikan budak jadi tulang punggung makanya aku putuskan pisah, mending aku urus anakku sendiri. Mba kayaknya orang berada kenapa mba disini"
"Aku juga mengajukan pisah, suamiku selingkuh karna alasan aku belum kasih dia anak mb"
__ADS_1
"Ya begitulah mba ujian hidup ada yang di uji dengan materi ada juga yang di uji dengan lelaki tak puas dengan satu wanita. Yang kuat mb jadi wanita mandiri dan sukses biar yang mencampakkan kita menyesal selamanya"
"Ia mba, mba juga kuat ya demi anak mba"
"Ia mas pasti itu"
Tiba-tiba panggilan nama Anggun terdengar.
"Mba Anggun ucap karyawan disana"
Anggun melangkahkan kakinya dan Mira berkata.
"Anggun yang kuat ucapkan bismillah semoga ini jalan terbaik dari Tuhan untukku, dan kamu akan menemukan jalan yang terbaik"
Anggun masuk dan duduk, salah satu karyawan di pengadilan bertanya pada Anggun..
"Mba Anggun sudah yakin mengajukan perceraian"
"Sudah mba"
"Kalau begitu saya data dulu ya"
__ADS_1
"Ia mba"
"Dan karyawan itu bertanya. mana mba surat nikahnya, kalau mba mau mengajukan perceraian maka surat nikah yang asli harus kami tarik kembali"
"Ia mba. Anggun menyerahkan surat nikah itu dengan perasaan yang sangat kacau sekali, hatinya hancur, harus menyerahkan separuh harapan,dia teringat saat Dion meminang dia begitu bahagianya hati nya namun kini harus kandas di pengadilan agama"
"Ini buku nya kami tarik ya mba"
"Ia, mba"
"Alasan mba Anggun mengajukan perceraian apa ya"
"Suami saya selingkuh dengan perempuan lain mb"
"Ia saya catat ya, Mba ini laporan nya sudah saya terima, mba anggun akan dapat surat panggilan persidangan beserta suami mba, mba langsung siapkan 2 saksi teman atau saudara yang tau benar tentang masalah mba, biar persidangan cepat selesai, apa lagi kalau suami mba tidak datang maka akan cepat selesai persidangannya"
"Terima kasih ya mba"
"Ia sama-sama "
Anggun keluar dari ruangan hatinya sangat lega sekali setidaknya sedikit demi sedikit masalahnya akan selesai, dan dia berencana akan menemui Dion, dia ingin Dion tidak datang di persidangan biar masalahnya akan cepat selesai.
__ADS_1
bersambung