
pagi ini saatnya aku pergi ke pengadilan agama, untuk menjalani proses persidangan perceraian dengan Dion. Ku langkahlan kaki ku ke pengadilan agama, aku tak pernah menyangka bahwa pernikahan ku tak bertahan lama, dulu aku bermimpi bisa bersama dan menua selamanya tapi kini hanyalah tinggal mimpi semata.
"Anggun ayo masuk mobil, ucap Mira"
Dia adalah saksi yang ku bawa untuk persedingan, sesuai kesepakatan Dion tak hadir hari ini.
Tak lama kemudian aku tiba di pengadilan agama, aku berkata dalam hatiku.
"Tuhan jika ini adalah jalan terbaik yang kau berikan aku terima dengan ikhlas, berikanlah aku ketabahan dan kesabaran, dan setelah ini jangan kau berikan cobaan lagi di luar kemampuanku Tuhan"
Aku masuk ke pengadilan agama, Mira menggenggam tanganku dengan begitu eratnya, kami duduk di kursi ruang tunggu untuk menunggu panggilan persidangan, jantung ku berdenyut dengan kencangnya, "Apakah ini jalan terbaik untukku, tapi Dion sudah terlalu menyakiti hatiku, sampai rasanya sakit sekali susah sekali untuk memaafkan dia"
Tiba-tiba ada panggilan dari panggilan suara.
"Panggilan untuk saudara Anggun melawan saudara Dion agar masuk kedalam persidangan"
Aku masuk ke dalam persidangan. Dan duduk di kursi di depanku sudah ada para hakim dalam persidangan.
Hakim bertanya padaku.
"Mba Anggun apakah anda benar-benar ingin menggugat suami anda Dion, dan apakah alasannya"
"Ia bapak Hakim saya serius akan menggugat suami saya karena alasan dia selingkuh di belakang saya"
Dan bapak hakim memberikan nasihat kepada saya.
"Karenanya, jangan sekali-kali berpikir untuk bercerai. Jika masih ada jalan untuk menyelamatkan sebuah pernikahan, meskipun itu sulit dan mungkin membutuhkan pengorbanan, tetap harus diperjuangkan.
__ADS_1
“Yang kalian nikahi itu manusia. Bukan malaikat yang selamanya benar, bukan juga syetan yang selamanya salah. Jadi wajarlah kalau ada salah-salah dikit. Kan masih bisa kompromi.”
Itu adalah kalimat nasihat yang disampaikan oleh Hakim pada sidang pertama perceraian saya dan Dion, Tapi nasihat itu tidak berlaku bagi kami, karena tujuan kami sidang hanya untuk penyelesaian administrasi semata. Dan tak ada lagi yang bisa dipertahankan lagi karna Dion tidak mencintai saya lagi.
"Baik mba Anggun karna tergugat tidak datang dalam persidangan ini maka kami harus mendengarkan kesaksian dan baru bisa kami putuskan perceraian ini disetujui atau tidak"
"Ia pak saya sudah membawa saksi saya Mira"
"Baik mba Mira apakah benar bapak Dion berselingkuh"
"Ia pak hakim Dion berselingkuh dan Mira memberikan foto dan bukti perselingkuhan nya"
Para hakim melihat bukti itu dan terakhir menanyakan tentang harta apakah ada kesepakatan.
"Sudah pak hakim, dan Anggun memberikan surat kesepakatan itu"
"Baik setelah kami memeriksa bukti dan saksi maka gugatan perceraian antara saudari Anggun dan saudara Dion kami setujui dan kalian berdua mulai sekarang bukanlah suami istri lagi"
Anggun terlihat lega sekali akhirnya dia terbebas dari Dion, Mira memeluk erat Anggun dan berkata.
"Yang sabar dan kuat ya Anggun aku akan ada selalu bersamamu selamanya"
"Ia Mira terima kasih banyak atas bantuannya selama ini"
"Untuk akta cerai bisa tunggu sampai 3 minggu baru selesai, ucap hakim"
"Ia pak terimakasih banyak"
__ADS_1
Anggun keluar dari persidangan dengan wajah penuh kelegaan tapi tiba-tiba kebahagiaan di rusak dengan pesan singkat dari Dion.
"Anggun sudah kan persidangannya, aku sudah ada di rumah sekarang, cepat ke rumah, ambil semua barang-barang mu, karna kamu tak ada hak lagi tinggal di sini"
Anggun langsung meneteskan air mata.
"Ada apa Anggun ucap Mira"
"Lihat lah Mira, pesan singkat Dion"
"Mira terkejut dan berkata. Dasar laki-laki kurang ajar gak tau diri, baru saja berpisah sudah langsung mengusir, semoga kelak kau dapat karma dari Tuhan atas kejahatan mu ini!!!!!!! "
"Sudah lah Mira biarkan saja, bantu aku ambil barang-barang ku ya, terus cari kontrakan"
"Ia Anggun ada kontrakan dekan rumah sakit kamu mau"
"Ia dimana saja yang penting aku bisa tidur malam ini"
Mereka bergegas ke rumah Anggun, dan setibanya disana Anggun sangat kaget, baju-baju dan foto-foto dirumahnya dah dikeluarkan oleh Ani.
"Anggun itu baju-baju mu dan semua barang-barang mu, kamu bisa bawa dari rumah ini karna ini bukanlah rumah mu lagi"
"Tega sekali kamu Ani, ucap Mira"
"Sudah lah cepat kalian pergi ucap Ani"
Sebelum anggun pergi dia berkata pada Ani.
__ADS_1
"Ani kamu bisa memperlakukan ku seperti ini tapi kelak kau akan dapat karma dari Tuhan"
Bersambung