Kurelakan Keperawananku, Demi Gelar Dokterku

Kurelakan Keperawananku, Demi Gelar Dokterku
menyesal


__ADS_3

Aku takut sekali kehilangan seseorang yang menyanyangiku.


Aku tau setiap manusia tak akan kekal di dunia, karna di dunia ini hanya sementara.


Tapi aku belum siap untuk kehilangannya.


Tuhan, ijinkan aku untuk lebih. lama bersamanya.


Jangan ambil dirinya, karna aku dan anakku masih sangat membutuhkannya.


Suara sirine mobil ambulan berbunyi.


uwing...... uwing...... uwing.


Jantungku berdebar dengan sangat kencangnya, melihat suami ku Frans yang berlumuran darah tak berdaya, di bawa ke mobil ambulan, mbok yang mengasuh Anisa juga ku liat berdarah tak berdaya yang membuat ku semakin hancur. Aku menggendong Anisa yang ikut di dalam mobil ambulan suamiku, wajah Frans pucat sekali. Ku panggil suami ku namun dia tetap diam.


"Mas bangun mas, anak kita dan aku sangat mencintaimu dan sangat menyayangimu, jangan tinggalkan aku mas" teriak ku pada suami ku, namun dia tetap diam. Aku tak tau lagi apa yang harus aku lakukan agar dia bangun.


Alhirnya mobil ambulan itu tiba di sebuah rumah sakit, Frans di bawa ke dalam ruangan UGD aku yang ikut masuk, para dokter mulai memeriksa Frans, tanganku yang berdarah membuat ku semakin lemas.

__ADS_1


"Ibu juga berdarah, coba lepas gendongan anak ibu, biar di periksa dan diobati bu"


Aku terdiam memandang anak ku yang masih kecil bagaimana jika frans tiada.


"Ibu jangan melamun begitu, sini anaknya saya gendong ibu di obati dulu ya"


"Tidak suster saya mau menunggu suami saya saja, kalau mau mengobati tangan saya saja, biar anak saya, berada dalam gendongan saya saja"


"Ya sudah kalau begitu"


para suster mengobati Anggun, tak lama terdegar perawat yang memanggil.


Anggun sangat bingung sekali, ada apa sebenarnya yang terjadi pada frans. Anggun masuk dalam ruangan, dan bingung ada apa yang terjadi pada suaminya.


"Dok sebenarnya ada apa dengan suami saya dok"


"Sini bu anggun, tenang dulu ya"


"Bagaimana saya bisa tenang dok, melihat suami saya tidak berdaya begini"

__ADS_1


"Anaknya biar di gendong suster ya, biar kita enak bicaranya, soalnya ada hal penting yang harus saya beritahukan pada ibu"


"Tidak usah dok, saya ingin bersama anak saya"


"Ya sudah kalau begitu, begini bu karna benturan yang sangat keras pada kepala pak frans membuat pak frans koma bu, dan harus kami pindahkan ke ruangan khusus, kami tau bu anggun juga seorang dokter jadi ibu tau lah, bagaimana akibat benturan yang begitu keras"


"Apa dok koma"


"Ia bu, kami sudah berusaha sebisa mungkin, namun bapak frans koma, dan kami juga tidak tau kapan bapak frans bisa bangun seperti biasa, jadi ibu harus sabar dan kuat demi anak ibu ya."


anggun menangis sejadi-jadinya, dia berlari dan memeluk suaminya..


"Mas bangun, aku tau mas mendengar yang aku katakan pada mas. anggun yakin mas akan segera bangun dan kita akan bersama lagi seperti dulu lagi"


anggun mencium suaminya, dan Frans di pindahkan ke ruangan lain.


anggun baru sadar kenapa Anisa menangis kencang sebelum mereka pulang.


"Nak kamu mau bilang ke ibu ya, kalau akan terjadi ke jadian buruk ini, tapi ibu tidak merasa nak, andai ibu tau apa yang akan kamu katakan, pasti semua ini tidak akan terjadi. Ibu janji akan jaga kamu dan ayah dengan baik"

__ADS_1


bersambung


__ADS_2