Kurelakan Keperawananku, Demi Gelar Dokterku

Kurelakan Keperawananku, Demi Gelar Dokterku
Malam pertama


__ADS_3

Malam itu Anggun mengorbankan hal terpenting nya demi sesuatu ambisi nya. Om Tio mendekatinya.


"Sini Anggun duduk dekat om".


"Anggun mendekati Om Tio".


"Anggun sayang jangan takut, sambil tangan om Tio menjelajahi nya seakan mau menerkamnya"


"Anggun hanya pasrah saja, setuju saja apa yang dilakukan om Tio".


Om Tio mulai menjelajahi semuanya. Sedangkan Anggun hanya bisa pasrah menerimanya, sambil sesekali meneteskan air mata.


"Om Tio menikmati sekali malam itu".


Om Tio merasa puas sekali setelah merenggut kesucian Anggun, sedangkan Anggun yang berada diatas kasur merasa kesakitan. Anggun langsung berlari ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya, di dalam kamar mandi dia menangis kencang dan dalam hatinya berkata.


"Aku sangat menyesal, apa yang kulakukan ini sangatlah buruk. Aku tak pernah bercita cita menjadi wanita yang tak bermoral seperti ini, kelak jika aku bisa mewujudkan cita cita aku akan mengabdikan diriku untuk orang yang tidak punya. Sudah cukup pengorbananku ini"


Anggun menghapus air matanya, dan dia yakin kelak dia akan bahagia dengan laki laki yang dia sukai, dan menyudahi semua ini.


terdengar om Tio mendapatkan telefon dari orang rumahnya, terdengar seperti berita duka.


Anggun segera menggunakan pakaiannya dan membuka pintu kamar mandi.


"Kenapa om? "


"Ada yang memberikan kabar bahwa istri pertama om meninggal dunia, Om harus pulang sekarang juga".


"Terus aku gimana om? "


"Kamu bisa pulang besok pagi, besok pagi supir om akan menjemput kamu, ada bibik juga yang menemani kamu disini".

__ADS_1


"Ia om".


Om Tio bergegas meninggalkan villa, maklum om Tio sangat menyayangi istri pertamanya. istrinya adalah cinta pertamanya dari istri pertama om Tio tidak mendapatkan seorang anak karna istrinya mandul dan sakit-sakitan tapi om Tio sangat menyayanginya karna istrinya sangat baik.


"Bibi panggil Anggun, sini bi temani aku tidur aku takut sendirian".


"Ia non ucap bibi, non pasti capek habis melayani om Tio. Non om Tio itu sebenarnya baik tapi memang dia begitu doyan sama cewek cewek cantik, tapi dengan orang tidak punya dia sering sekali memberikan uang, saya sudah lama bekerja dengan tuan".


"Ia bik, saya melakukan ini demi cita cita saya"


"Non kalau boleh jujur apa yang dilakukan non sebenarnya salah, tapi hidup ini pilihan non, mungkin non memilih jalan hidup begini dan semoga non terwujud cita citanya ya non, dan bahagia selalu".


Anggun langsung memeluk bibi sambil menangis.


"Non bisa anggap saya ibu non apa saudara non, kita juga akan sering ketemu dan non seumuran dengan anak saya, saya cuma heran saja gadis secantik non mau sama om Tio yang tua itu pun karna uang".


"Bibi belum tau alasan saya melakukan ini ya bi".


"Belum non, emang apa alasan non mengorbankan ke perawanan non, apa kata harta atau hidup yang mewah".


"Oalah non kok non berfikir sesingkat ini, mengorbankan harga diri hanya untuk cita-cita, yang non lakukan ini salah non, selain non sudah berdosa non juga seperti jual diri non".


"Anggun meneteskan air mata mendengar perkataan bibi".


"Jangan marah ya non, bibi hanya bilang sesuai apa kata hati bibi, sudahi non jangan di ulang kembali kesalahan yang sama".


"Tidak bisa bi, semua ini sudah terlanjur di mulai"


Sambil menangis Anggun mengucapkan terima kasih pada bibi.


"Terima kasih sarannya ya bi, kalau gak ada bibi, aku gak tau harus bagaimana melewati malam ini sendirian".

__ADS_1


"Ia sama-sama non, semoga esok lebih baik".


"Ayo kita tidur sudah malam".


"Ia bi"


Akhirnya mereka tidur bersama, dan Anggun melewatkan malam yang sangat kelam.


Pagi pun tiba terdengar suara ayam jantan berkokok, Anggun membuka matanya dan dia keluar kependekan memandang pemandangan yang ada diluar, dalam hati Anggun berkata.


"Malam tadi adalah mimpi buruk untuknya, dan cahaya pagi ini adalah motivasi hidupnya. Tuhan aku tak pernah berharap menjadi wanita hina seperti ini, maafkan segala kesalahan ku ini, aku mungkin wanita ****** tapi aku hanya wanita yang mempunyai mimpi".


kata-kata yang selalu diingat Anggun pesan dari ibunya.


"Anggun hidup ini adalah sebuah siklus yang terus berputar dan kadang kita menemukan bahwa kita berada diatas maupun dibawah. Pada sebuah keadaan yang tidak kita inginkan, setiap individu tentunya membutuhkan suntikan motivasi dan energi agar jiwa yang sedang gundah dan galau tersebut bisa melanjutkan kehidupan dengan penuh semangat".


Dari kata kata ini Anggun belajar banyak tentang hidup yang tidak harus menyerah.


Tiba-tiba HP berbunyi dari Mira.


"Assalamualaikum Anggun kita bareng lagi tidak kuliahnya"


"Tidak usah Mira nanti kita ketemu dikampus".


sebelum Anggun pulang ternyata om Tio sudah menitipkan kartu kredit ke bibi, dan uang cas 50juta.


saat Anggun menerima uang itu, hati kecilnya sangatlah malu sekali dan terasa terhina. Anggun mengirim pesan singkat ke Om Tio.


"Terimakasih banyak ya om uangnya"


"Ia Anggun gunakan uang itu buat kuliahmu dan keperluanmu, jika kurang bilang om nanti om transfer"

__ADS_1


"Ia om terimakasih banyak"


bersambung jangan lupa comen dan like agar penulis semangat menulis


__ADS_2