
"Ani bagaimana kita bisa pergi kerumah Anggun, sedangkan aku sudah tak punya uang"
"Apa sudah habis semua?"
"Belum Ani, masih ada rumah yang bisa aku jual, lumayan uangnya, buat aku jualan kecil-kecilan sama kita beli rumah lagi tapi mungkin tak sebesar ini lagi"
"Tidak apa-apa Dion, yang penting kita berubah menjadi lebih baik lagi"
"Ia Ani, aku janji akan jadi lebih baik"
"Sekarang kita ke rumah Anggun ya, untuk minta maaf"
"Ia Ani tapi aku tak punya uang untuk kesana, kamu tau kan, untuk biaya berobat aku dan yang lainnya sudah tak tersisa"
"Ia aku ada kalau untuk sekedar pergi ke rumah Anggun, kalau kita ingin melanjutkan kehidupan kita jauh lebih baik lagi dari kemarin kita harus ke rumah Anggun"
"Ia Ani, trus malamnya kita menikah lagi ya"
"Ia"
__ADS_1
Mereka berdua berdiri di pinggir jalan untuk menunggu angkutan umum, tak pernah di bayangkan, dulu Dion yang naik mobil pajero sport tapi sekarang harus merintis dari awal lagi, begitulah manusia. Saat kita di atas kita tidak boleh terlena atas titipan yang di berikan oleh Tuhan.
Dion memegang tangan Ani dengan erat, mereka menunggu angkutan umum itu sangat lama, sampai-sampai tubuh Ani yang putih menjadi memerah.
Dion memandang Ani dengan tatapan yang berbeda, seorang wanita yang putih mulus sekarang mau bersamanya meskipun dalam kondisi terpuruknya, Dion berjanji dengan wanita yang ada di sampingnya itu bahwa dia tak akan menyakitinya lagi.
"Kenapa mas Dion kamu memandangku begitu"
"Tidak ani, aku cuma bingung kenapa kamu mau bersamaku, panas-panas begini, padahal kamu cantik dan putih, harusnya kamu dapat lebih memilih pria yang matang dan kaya dari pada aku"
"Mas Dion, aku tak mau pria lain, aku maunya kamu, kamu juga tau kan aku tak mungkin bisa punya anak, kalau aku dengan laki-laki lain, belum tentu mereka akan menerimaku mas. aku tak mau sakit hati lagi, tapi bila dengan mas aku yakin kita dapat merajut cinta bersama-sama, cuma mas kalau masalah anak bagaimana"
"Ani kita dapat mengadopsi anak bila nanti kita sudah bisa punya banyak tabungan"
Tak lama angkotpun tiba, mereka naik angkotan umum itu untuk menuju rumah Anggun. Ternyata rumah Anggun tak jauh dan mereka berhenti di rumah yang besar dan halaman yang besar, jelas sekali mobil terpakir, mobil yang sangat mewah sekali.
"Ani benar ini rumahnya?"
"Ia mas aku pernah kesini di tolong Anggun saat aku kamu tinggalkan dulu, mba Anggun pasti sekarang sudah melahirkan mas"
__ADS_1
"Ia mungkin Ani"
Tok..... tok. "Assalamualikum"
Tak lama ada yang membuka pintu.
cekrekkkkk ........ cekrekkkkk.
"Waalaikumsalam, saut suara perempuan"
Ternyata Anggun yang keluar, Anggun sangat terkejut melihat yang datang Ani dan Dion.
"Oh kalian berdua silahkan masuk"
Mereka berdua masuk ke dalam rumah, dan Dion disana memandang sekeliling rumah yang begitu mewah.
"Maaf Anggun kami kesini hanya untuk meminta maaf, atas kesalahan kami berdua, Anggun kami akan memulai hidup yang baru, yang jauh lebih baik makanya kami kemari"
"Oh aku sudah memafkan kalian jauh sebelum kalian minta maaf, jadi kalian berbahagialah berdua, untuk Dion jaga sikap mu jangan seperti dulu, dan setialah hanya satu wanita"
__ADS_1
"Ia Anggun aku mengerti ucap Dion"
bersambung