
"Ibu kenalkan ini Anggun bu, pacar Ari. Ada om Tio disana saat Ari memperkenalkan Anggun"
Ibu Ari terlihat sangat cuek sekali dan tidak respek pada Anggun karena ibu Ari ingin anaknya menikah dengan Sindi gadis yang selevel dengan mereka. Anggun mengulurkan tangannya pada ibunya Ari, tapi ibunya Ari berkata.
"Ari kita masih berduka nanti saja kamu kenalkan pacarmu ke ibu".
Anggun langsung menarik kembali tangannya, dia sangat kecewa sekali. Tiba-tiba salah satu perawat keluar dan berkata,
"Bapak dan ibu zenajah sudah selesai dimandikan dan bisa untuk dibawa pulang menggunakan ambulan, tapi sebelumnya bapak atau ibu harus mengurus surat-suratnya terlebih dahulu".
Om Tio langsung berdiri untuk mengurus semua surat menyuratnya, tiba-tiba om Tio berkata pada Anggun.
"Anggun tolong dampingi saya untuk mengisi surat-menyuratnya"
"Kenapa tidak saya aja ayah, ucap Ari".
"Sudah ayah saja sama Anggun, kamu temani ibumu disini".
"Oh gitu ayah. ya sudah kalau begitu"
Om Tio dan Anggun bergegas meninggalkan mereka berdua, om Tio berkata pada Anggun dan menarik tangannya pada suatu tempat.
"Anggun sini ikut aku, ada yang harus aku bicarakan padamu".
"Ia om ucap Anggun".
Mereka berada di gang di rumah sakit yang tidak terlihat dengan Ari dan ibunya.
"Anggun aku tidak mau ya kamu mendekati anak saya, saya gak mungkin punya menantu bekas saya, Kalau kamu lanjutkan semua ini apalagi sampai keluarga aku tau, aku tidak terima ya, akan aku stop semua uang transferan yang aku berikan padamu, selama ini aku sudah baik sama kamu, kamu jangan berharap jadi menantuku, kamu harus mengerti itu Anggun.
__ADS_1
Seketika hati Anggun hancur mendengar kata bekas.
"Ya Tuhan om Tio, saya tidak tau kalau Ari itu anak om, dan saya benar-benar mencintainya, bisa tidak om, om merahasiakan ini semua dengan Ari, dan berikan kesempatan pada saya untuk bahagia, om izinkan Anggun bahagia om, mungkin ini sudah jalan Anggun bertemu anak om".
"Mana mungkin om setuju Anggun, bagaimana kalau Ari tau semuanya, om tidak bisa menanggung kemarahan dia, anak om tinggal dia saja Anggun"
"Om Anggun sangat meminta pada om untuk merahasiakan ini pada Ari, sekali lagi tolonglah Anggun om, biarkan Anggun kali ini bahagia"
Om Tio melihat wajah Anggun yang sangat bersedih sekali tak tega dia menghancurkan hati gadis manis itu.
"Anggun untuk kali ini, om biarkan kau dekat dengan Ari, tapi bila sampai Ari tau tentang semuanya maka om tak Akan memaafkan mu dan akan menyetop semua transferan om padamu".
"Terimakasih om, Anggun janji Anggun tidak akan memberitahu Ari tentang yang sebenarnya".
Keputusan Anggun kali ini kembali salah, dan dia akan kecewa berat saat Ari tau nantinya.
Om Tio pun segera menyudahi pembeciraan dengan Anggun dan membereskan administrasi nya. Setelah selesai om Tio kembali ke Ari dan istrinya dan Anggun kembali ke kerajaannya tanpa menemui Ari.
"Anggun mana yah kok tidak kesini"
"Dia di panggil untuk melanjutkan pekerjaannya ucap om Tio".
"Dasar cewek gak punya etika ucap ibu nya Ari. Harusnya dia berpamitan kesini kalau dia memang serius denganmu Ari".
"Ibu tidak boleh berkata begitu ucap Ari, Anggun itu orang yang baik dan profesional ini kan jam kerja hak mungkin meninggalkan jam kerjanya".
"Sudah-sudah jangan bertengkar, ayo kita berangkat pulang".
Keluarga mereka pun, bergegas pulang. Anggun melihat dari kejauhan dan meneteskan air mata.
__ADS_1
"Tuhan izinkan aku bahagia kali ini, sudah cukup semuanya".
Mira melihat Anggun menangis lagi sangat bingung sekali.
"Anggun kenapa lagi kau menangis"
"Tidak apa-apa ucap Anggun".
Mira aku bertanya padamu.
"seumpamanya kamu jadi seorang ibu, dan anakmu mencintai seorang gadis, dan gadis itu ternyata mantan simpanan ayahmu apa yang kau lakukan Mira".
"Kalau aku akan aku jauhkan anakku dari wanita seperti itu, aku tak kan ikhlas punya menantu penjual diri, gak punya harga diri seperti itu".
Apakah sehina Mira, kalau seumpamanya cewek itu telah bertaubat bagaimana Mira.
"Tetap saja Anggun, apa mungkin juga menikah dengan anak mantan selingkuhan, bagaimana bisa Anggun, untuk bersatu itu hal yang sangat sulit sekali Anggun".
"Emang tidak ada kata maaf ya buat orang penzina?".
"Pasti ada Anggun kata maaf, tapi ya harus mikir, mana mungkin menikah dengan anak yang ayahnya pernah beli ke hormatan menantunya".
Aneh kan Anggun, sebenarnya siapa yang kau tanya ini Anggun.
"Oh ini adalah cerita saja bukan siapa-siapa, sudah lupakan saja"
Anggun langsung tertegun, apakah dia harus melanjutkan hubungan dengan Ari atau tidak.
"Anggun kenapa kau tanya begitu"
__ADS_1
"Tidak apa-apa Mira".
Bersambung jangan lupa like dan comennya ya, terimakasih sudah mampir membaca cerita receh ini