Kurelakan Keperawananku, Demi Gelar Dokterku

Kurelakan Keperawananku, Demi Gelar Dokterku
sindi meninggal dan. aku menolak Ari


__ADS_3

Teriakan Ari, membuat jantung ku sangat merinding, Sindi meninggal dan meninggalkan bayi semungil itu, hati ku iba sekali apalagi aku memandah wajah bayi perempuan itu yang harus ke hilangan ibunya di usia yang sangat belia sekali.


"Anggun jaga anakku sebentar ya aku mempersiapkan pemakaman istri ku"


"Ia Ari aku akan membantumu"


Akhirnya aku kembali ke rumah yang dulu aku di hina se jadi-jadi nya. Ku lihat wajah ibu nya Ari yang dulu sangat menghinaku.


"Eh kamu Anggun bagaimana kabarmu, sudah jadi dokter ya sekarang"


"Ia bu alhamdulillah sekarang aku sudah jadi dokter"


"Syukur kalau begitu"


Ku lihat wajah ibu nya Ari yang sudah menua, dan duduk di kursi roda, dia tak seperti dulu lagi yang begitu sombong. aku gendong bayi mungil itu, ku pandang wajah polosnya.


"Anggun kamu pantas sekali jadi ibu nya, ucap ibunya Ari aku balas dengan senyum manis saja, dalam hati ku, tak mungkin aku akan kembali bersama Ari, aku sudah tak ada rasa lagi sama Ari, aku hanya menganggapnya sebagai teman, ini bukan rasa cinta tapi hanya sebatas rasa iba, dan untuk berumah tangga lagi butuh waktu yang lama lagi untuk menyembuhkan luka yang ada di dalam hati ini"


Acara pemakaman pun di mulai, Sini di makamkan di samping rumah Ari, khusus makam keluarga mereka, dan anak mereka aku yang gendong. Setelah acara pemakaman selesai tiba-tiba Ari menemui ku dan menarikku ke taman.

__ADS_1


"Anggun aku mau bilang sesuatu ke kamu"


"Kamu mau bilang apa, kasian anak mu sendiri di kamar"


"Tapi ini penting sekali harus aku katakan padamu Anggun"


"Emang kamu mau berkata apa, katakan saja sekarang"


"Anggun maukah kamu menjadi ibu dari anakku"


"Apa ucap Anggun, itu tidak mungkin sekali Ari, aku hanya anggap kamu sahabat ku"


"Ia aku sudah bercerai tapi untuk membuka hati ku kembali butuh waktu, bukan secepat ini, maaf Ari harusnya kau tak boleh bilang begini padaku padahal istri mu baru meninggal"


"Anggun sudah dari dulu aku mencintaimu"


"maaf sekali lagi aku tak bisa, aku mau sendiri saja. tak mudah bagiku untuk membuka hati dan percaya lagi pada laki-laki, lagian aku akan fokus kepada masa depan ku saja, dan menjadi Anggun yang tegar maaf sekali ya"


"Ia Anggun aku terima keputusanmu ini"

__ADS_1


"Ia ari yang terpenting sekarang jaga anakmu baik-baik besarkan dia dengan kasih sayang yang penuh itu saja, maaf Ari aku ijin pamit pulang dulu ya"


"Ia, meski berat tapi dia harus menerima keputusan Anggun"


Anggun melangkah kluar rumah Ari dengan perasaan yakin dan dia berkata dalam hatinya.


"Maaf Ari aku tak bisa menerima cintamu karena tak mungkin aku kembali ke masa laluku karna mulai sekarang aku akan kubur semua masa laluku dan aku akan gapai masa depan ku, selamat tinggal masa lalu, dan selamat datang masa depan ku"


Anggun langsung kembali ke kontrakan dan dijalan dia tak sengaja bertemu dengan Ani yang sama-sama lagi belanja roti.


"Wah Anggun sendirian ya, ucap Ani"


"Ia aku sendiri tapi aku tak apa-apa sendiri dari pada berdua tapi dengan merampas ke bahagian orang lain"


Terlihat wajah Ani sangat marah mendengar perkataan Anggun.


Dan Anggun pergi saja dari toko roti itu.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2