Kurelakan Keperawananku, Demi Gelar Dokterku

Kurelakan Keperawananku, Demi Gelar Dokterku
main di belakang Anggun


__ADS_3

Hanya butuh waktu satu menit untuk mengatakan cinta


Tapi butuh waktu seumur hidup untuk membuktikannya


Sungguh rumah tangga adalah ibadah terlama, dimana di dalamnya butuh kesabaran, perjuangan, pendidikan, cinta kasih, maaf dan berusaha iklas terus menerus sepanjang perjalanan.


Semoga Allah anugerahkan dalam hidup kita pasangan yang memiliki keiningan dan tujuan agar dapat berkumpul kembali di surga.


Bukan hanya pasangan sebatas bertemu di dunia dan menjadi musuh di akhirat.


Hati Anggun hancur seketika orang yang ia percayai menghancurkan hatinya dan kepercayaannya, dia pura-pura tidur, dan Dion kembali masuk ke dalam kamar dengan mengendap endap. Dion langsung tidur di samping Anggun dan dia tidak tau bahwa Anggun sedang menangis..


Ayam jantan pun berkokok.


kokkkkkkkkkkklkkk


Menandakan pagi sudah tiba, pagi itu Anggun masih saja belum bangun dan Dion sudah terbangun, Dion heran sekali kenapa istrinya belum bangun, Dion membangunkan Anggun.


"Sayang, bangun sudah pagi ini, nanti kerjanya terlambat"


Anggun hanya diam saja, Anggun sangat marah pada Dion tapi dia tak mau mengungkapkan isi hatinya, Anggun membuka matanya yang bengkak.

__ADS_1


"Apa mas aku masih ngantuk, aku hari ini izin tidak berangkat"


"Apa boleh gitu sayang kamu kan baru disana, masak mau izin"


"Ia mas bentar lagi aku bangun mas"


Dion bangun dari kamar tidur dan berberes-beres untuk berangkat ke tokonya, saat mandi pun HP Dion dibawa, membuat Anggun semakin curiga.


Anggun bangun dari tempat tidurnya dan berjalan ke luar kamar, karna dia tidak fokus dalam masak sampai dia tersiram minyak.


"Aduh.... aduh ucap Anggun"


Dion berlari keluar melihat keadaan Anggun.


"Bukan tangan ku mas yang sakit tapi hati ku yang hancur, ucap Anggun lirih"


"Apa sayang, kamu bicara apa, pelan sekali aku tidak dengar"


"Tidak apa-apa lupakan saja, sekarang ambilkan aku obat saja mas"


Dion berlari mengambilkan Anggun obat, dan mengoleskan obat itu ke tangan Anggun.

__ADS_1


"Sudah enakan kan sayang, sudah tidak panas lagi kan, kamu siap-siap saja nanti kita sarapan di luar saja"


"Sudah enakan mas, yang panas hatiku mas"


"Kamu ini ada apa sayang dari tadi ngomongnya ngaco sekali"


"Tidak apa-apa mas"


"Ya sudah siap-siap sana terus kita berangkat"


"Ia mas"


Anggun bersiap-siap berangkat kerja, sebenarnya Dion dan Ani hanya sebatas teman tapi mesra, Ani yang sangat mencintai Dion, sampai dia rela jadi istri ke dua, Dion masih sayang sama Anggun tapi karna Anggun tak kunjung memberinya seorang anak jadi dia sangat kecewa sekali. Dan ani adalah teman curhat Dion, tapi Ani yang selalu menggodanya, namanya laki-laki setiap hari diberi perhatian dan kasih sayang jadi Dion sedikit ada rasa pada Ani, tapi cintanya hanya buat Anggun.


Anggun dan Dion sarapan di luar, dan setelah sarapan Dion langsung mengantarkan Anggun ke rumah sakit, Dion sangat senang sekali karna apabila dia mengantarkan Anggun pasti dia akan bertemu Ani, karna pagi ini, Dion dan Ani janjian untuk bertemu di rumah sakit.


setelah sampai di rumah sakit Anggun masuk ke dalam.


"Sayang aku masuk ke dalam dulu ya, hati-hati kalo kerja"


"Ia sayang"

__ADS_1


Ani sudah menunggu Dion dan mereka bertemu pagi itu.


__ADS_2