
Dion memarahiku dengan kerasnya.
"Anggun yang pintar tapi bodoh, Ari ruh tidak mungkin berubah jadi baik, dia sangat berambisi ingin memilikimu sayang, kamu harusnya mengerti akan itu, apa jangan-jangan kamu masih ada rasa sama dia, kalau begitu kalau kamu tidak mau nurut kata-kata ku, mulai sekarang kita pisah dulu"
"Jangan begitu sayang maafkan aku, aku kan sudah ijin sama kamu sebelumnya, maaf sayang aku kira Ari bisa berubah"
"Mulai sekarang tutup buku soal Ari, blokir semua nomernya, jika dia masih mencoba menghubungi mu bilang sama aku, aku akan tegas mulai sekarang, aku sayang sama kamu tulus aku tak mau kamu disakiti dan setelah skripsi mu selesai aku akan cepat menikahimu agar aku, lebih bisa menjagamu sayang, Anggun ku sayang, aku sangat mencintaimu dan menyayangimu cintaku tulus padamu, aku tak ingin orang yang aku cintai di sakiti atau pun di jahati orang lain, aku ingin menjaga mu selamanya dan menua bersama"
Anggun sontak menangis mendengar perkataan itu, dan langsung memblokir semua nomor Ari dan memblokir fb Ari, sudah sayang.
"Ya kamu istirahat, besok sudah mulai nyusun skripsi lagi kan, besok ku antar ke kampus ya"
"Ia sayang"
"Aku pulang dulu ya sayang, sampai jumpa lagi besok"
"Ia sayang"
Anggun langsung menenangkan dirinya, bersih-bersih badannya dan langsung tidur, di atas kasur dia masih saja tidak percaya Ari sejahat itu.
"Ari kenapa kau tega melakukan hal itu lagi kepadaku, sebenarnya apa salahku Ari"
Anggun pun beristirahat tidur, tak terasa dengan cepatnya pagi pun tiba. Dion pagi-pagi sudah datang di rumah Anggun.
__ADS_1
"Sayang pagi sekali kau sudah ada disini"
"Ia aku tak tenang sayang"
"Aku tak apa-apa sayang, aku siap-siap dulu ya"
"Ia aku tunggu"
Anggun keluar sangat terlihat cantik sekali dengan jilbab putih dan baju putihnya, dia bersiap-siap untuk mengajukan skripsinya.
"Sayang semoga skripsi ku benar ya jadi kita tidak menunggu lama untuk menikah"
"Ia sayang amin"
"Sayang aku menunggumu disini ya"
"Kamu pulang saja soalnya lama"
"Tidak sayang, aku kerja juga tidak tenang"
"Ya sudah kalau begitu, aku masuk dulu ya"
Anggun masuk ke dalam kampus dengan membawa skripsi yang sudah selesai sampai bab akhirnya. ternyata ke 3 dosen yang menguji skripsinya setelah membuka semua skripsinya tidak ada yang salah satu pun, maklum Anggun adalah anak yang jenis tapi dia hanya salah jalan. Akhirnya Anggun bisa wisuda ikut gelombang depan. Hari itu hari bahagia Anggun akhirnya tiba dia lulus kuliah dan bisa menikah dengan Dion.
__ADS_1
Anggun cepat-cepat berlari keluar untuk menemui Dion, memberi kabar bahwa dia lulus. waktu sudah menunjukkan pukul 3 sore dan Dion masih setia menunggu Anggun.
"Sayang skripsi ku lulus sayang, akhirnya sayang"
Dion terlihat bahagia sekali akhirnya hari yang ditunggu-tunggu akan tiba, Anggun mendapat cita-citanya dan mereka segera menikah.
"Ia sayang akhirnya kita akan menikah"
Anggun mencium tangan Dion seraya berkata.
"Terimakasih sayang untuk semuanya, kamu telah menerimaku, membimbing ku dan selalu ada di sampingku"
"Ia sayang aku akan selalu bersamamu"
"Ayo kita ketemu ibu, untuk menetapkan kapan kita menikah"
"Ia sayang"
Aku dan Dion bergegas langsung menemui ibu Dion untuk menetapkan hari pernikahan kami, hari dimana aku dan Dion bersatu menjadi sepasang suami istri, hari dimana aku menjadi makmumnya dan dia menjadi imamku, hari ini aku sangat bahagia cita-cita yang ku raih dengan susah payah akhirnya tercapai dan aku juga mendapatkan orang-orang yang tulus mencintaiku.
"Ayah dan ibu tenang disana, anakmu disini sudah bahagia bersama orang yang sayang padaku dan aku sekarang sudah menjadi dokter dan siap membantu orang yang lemah dan kekurangan, tak akan ada lagi Anggun sepertiku yang bernasib sama sepertiku lagi"
bersambung
__ADS_1