
Anggun duduk di kursi kamar frans dan duduk di sampingnya. Lalu memegang tangannya dengan sangat erat.
"Mas, maafkan aku yang sudah membiarkan laki-laki lain untuk masuk dalam kehidupanku, maafkan aku yang sedikit melupakanmu dan membiarkannya untuk mengisi kekosongan dalam hatiku, mungkin aku hanya perempuan biasa, yang juga membutuhkan seseorang untuk di sampingku, aku bingung mas, apa yang harus aku lakukan, apa aku harus memulai dengan kehidupan ku dengan orang lain dan bersama anak-anak kita, atau aku menunggumu sampai kau bisa bangun dan memanggil aku istrimu, anggun tak tau lagi apa yang harus Anggun lakukan dengan hati ini yang kosong mas"
Seperti biasa frans tetap saja diam, tak bergerak sedikitpun, tiba-tiba Dino masuk ke kamar frans, dan melihatku sedang menangis dalam pelukan frans. Dino mendekatiku, dia memegang pundakku dan berkata.
"Anggun aku tak pernah ingin menggantikan frans dalam hatimu, frans punya tempat paling utama di hati dan fikiranmu, tapi ijinkan aku menjadi pelengkap di hidup mu, menjagamu dan anak-anak kalian, aku tak akan pernah menyuruhmu menghapus frans dari hidupmu"
Hampir 1 tahun Anggun sendirian melalui hidup ini bersama 2 anak. Satu anak angkat laki-laki dan 1 anak kandung Anisa. Anggun berusaha tegar selama ini meski hatinya sangat hancur melalui semua ini sendirian.
Secara agama frans dan Anggun sudah bisa dikatakan bercerai karna frans tidak memberi nafkah Anggun baik lahir maupun batin Anggun, jadi Anggun sangat bingung sekali.
Dino mendekati Frans dan berdiri di samping frans.
"Frans kenalkan aku Dino aku tau kamu mendengarku, meski kau tak bisa menjawabnya. Frans aku sangat menyayangi Anggun dan ijinkan aku menjaga Anggun, aku tak akan menyuruh Anggun melupakanmu, kamu adalah laki-laki yang sangat istimewa di hati Anggun, aku hanya ingin menemaninya dan menjaganya. Jika kamu bangun kelak aku akan ikhlas meninggalkan Anggun ini janji saya padamu"
__ADS_1
"Kamu bilang apa dokter frans, aku bukan mainan"
"Tidak anggun, aku tau cintamu hanya buat frans, mungkin aku hadir karna ada ke kosongan di hatimu saja"
"Tidak Dino, bagaimana kalau kita jalani yang ada dahulu, kamu juga belum kenal dengan anak-anakku, biarkan waktu yang menjawab semua ini lagian Ada saat di mana kita punya rasa,,,,
Namun,,,, ada juga saat di mana kita harus mampu mengendalikannya.
Jangan pernah mau dikendalikan oleh nafsu.
Segala apa yang dinanti,,,, akan tiba suatu waktu nanti.
Entah kapan,,,, pastinya kau dulu yang harus memantaskan atas kebaikan.
Berusahalah hingga yang datang pun akan baik adanya.
__ADS_1
Berdoalah setulus hatimu.
Serahkan segalanya kepada Dia yang Maha Tahu.
Yakinlah seyakin-yakinnya jika jodoh sudah ditakdirkan menjadi rezekimu maka ia tak akan lari kemana,,,, pasti akan datang kepadamu.
"Ia Anggun aku mengerti semua ini"
Anggun mendekati Dino dan mereka berdua berdiri di dekat Frans.
"Mas maafkan aku atas segalanya ini. karna aku tak tau kapan rasa ini tiba, namun yang aku tau aku mencintai mas dan juga mencintai Dino"
Dino seketika memandang wajah Anggun dan dia memegang tangan Anggun dan tanpa mereka sadari frans telah meneteskan air mata, meski frans tak bisa bicara namun dia bisa meresakan hancur hatinya karna orang yang ia cintai mulai mencintai orang lain.
bersambung.
__ADS_1
jangan lupa likenya biar outhor semangat nulisnya. dan jangan lupa baca novel simpanan lelaki tua juga ya, dijamin tak kalah serunya dengan novel ini