
rasa ini tumbuh semakin dalam, rasa cinta tulus dalam hati, rasa yang baru timbul dari hati, laki-laki yag ada di hadapanku adalah sesosok laki-laki yang tulus menerimaku dengan tangan terbuka, laki-laki yang seperti sosok ayahku, laki-laki penyemangat hidupku. Ku lihat wajah tulus nya yang membuat ku semakin jatuh cinta padanya, tak pernah ku sangka aku bisa jatuh hati pada sosok laki-laki di hadapanku, teman SMA ku, dan tak pernah ku sangka keluarganya begitu hangat menerimaku dengan segala kekuranganku, ibunya Dion bu Ina yang menerima diriku layaknya anaknya, adik-adiknya yang ramah menerimaku. Aku bahagia sekali hari ini, aku adalah gadis yang paling beruntung sekali hari ini mendapatkan cinta mereka semua, aku tak sendirian lagi sekarang ada mereka yang ada di sampingku, aku mendapatkan sosok ibu yang lama telah hilang, trimakasih Dion kau telah datang dalam hidupku. Rasa syukur yang mendalam bisa mendapatkan Dion.
"Sayang kok melamun ucap Dion"
Anggun ternyata melamun setelah ngobrol banyak dengan ibunya dan kembali ke ruang depan untuk menemui adiknya Dion serta Dion.
"Ia mba ini melamun habis bicara sama ibu, aku jadi kepo loh, sebenarnya bicarain apa loh mba"
"Hussss anak kecil, gak boleh ikut campur urusan orang dewasa ucap ibunya Dion"
"Ia Ani ngerti bu"
Dion mempunyai 3 adik perempuan namanya, Ani umur 18 tahun, Nia umur 12 tahun dan si anak manja yang paling kecil namanya Itu umur 9 tahun gadis lucu yang periang yang punya cita-cita jadi dokter kandungan sama seperti Anggun.
"Tidak apa-apa bu, kalau mereka mau tanya-tanya soal aku"
"Tuh kan bu mba Anggun juga tak masalah, kok ibu yang ribut heeeeee tawa Ani"
"Celoteh Ira, aku lapar loh bu ayo makan, aku kan sudah dari pagi bantuin masak, jadi lapar banget bu.... ayo makan. Kan mas Anggun sudah datang ayo makan"
Haaaaaaaaa semua tertawa lepas, terlihat tawa Anggun yang lepas dan senyumnya yang membuat Dion semakin terpana.
"Ayo kita makan ucap ibu, kasian cacingnya Ira sudah nari-nari kasian klo cacingnya nanti triak-triak"
__ADS_1
"Ibu jangan gitu, aku malu sama mba Anggun nanti ketahuan aku suka makan"
"Emmmm gak bilang sama mba Anggun, mba nya juga tau tubuhmu yang besar ini pasti doyan makan ucap Ani"
"Anggun maafin keluargaku yang ramai ini ya"
"Ah mas Dion Anggun suka dengan keluarga mas"
"Ayo makan, makanan dah siap"
Mereka semua bukannya makan di meja makan melainkan makan di atas tikar bersama-sama dengan masakan yang sederhana, ikan asin, sayur asem dan tidak lupa dengan sambel tadi nya.
"Anggun maaf ya menunya sederhana begini, ibu baru sempat masak ini, soalnya Dion mendadak bilangnya kamu mau diajak kesini"
Anggun memandang wajah keluarga Dion yang begitu sederhana dan sangat menyenangkan, dia mendapatkan apa yang hilang selama ini, Mereka makan dengan lahapnya, Anggun pun menikmati menu makanannya tak terasa acara makannya berakhir dan Anggun harus pamitan pulang.
"Bu Anggun pamit pulang ya, kapan-kapan Anggun kesini lagi"
"Ia nak kesini saja minta di anter Dion, ibu senang kalau kamu mau mampir kesini buat teman ibu, karna Dion sibuk dengan usahanya, oh ia ibu dengar kamu mau buka usaha kue ya, mulai besok. Ibu boleh bantu-bantu gak Anggun? katanya rukonya dekat rumah makannya Dion! "
"Tentu saja bu boleh, besok langsung ke ruko saja bu kita buat roti bersama-sama"
"Aku ikut kak, pulang sekolah aku bantu-bantu ucap Ira"
__ADS_1
"Jangan Ira nanti malah habisin roti haaaaa ucap Ani"
"Aku malah suka kalau semua bisa bantu, dan semoga usaha yang baru ini bisa lancar. amin"
"Amin ucap mereka bersama-sama"
Anggun berpamitan pulang di antar Dion. Di perjalanan pulang Anggun berkata.
"Terimakasih Dion untuk segalanya, aku tak akan melupakan hari ini untuk selamanya, hari dimana aku dihargai dan di terima dengan tulus, hari dimana aku diterima dikeluargamu"
"Ia sayang kita kan satu keluarga, jadi harus saling mendukung"
Dion menghentikan mobilnya sejenak, dia mengeluarkan sebuah cincin dan berkata.
"Anggun terimalah cincin ini tanda keseriusanku padamu, jaga cincin ini baik-baik. Mulai sekarang kau adalah segalanya untukku semoga cinta kita akan abadi untuk selamanya"
Anggun menangis seketika melihat tulusnya cinta Dion.
"Dion terimakasih atas cincinnya, aku akan menjaganya dengan baik. dan menjaga cinta ini hanya untukmu untuk selamanya"
Akhirnya Dion memasukkan cincin itu ke jari manis Anggun, dan mereka berdua terlihat sangat bahagia.
bersambung..
__ADS_1