Kurelakan Keperawananku, Demi Gelar Dokterku

Kurelakan Keperawananku, Demi Gelar Dokterku
cemburu


__ADS_3

Aku menghidari Ari supaya dia tak tau bahwa aku bekerja disitu. Setelah makan aku buru-buru kembali keruangan ku agar aku tak bertemu dengan Ari.


"Ani kita kembali ke ruangan yuk"


"Ia dok lagian makannya sudah selesai"


Ani adalah perawat yang sudah lama bekerja dirumah sakit itu,


"Emang dokter Anggun kenal sama dokter Ari, dokter Ari adalah dokter yang pintar dan banyak disukai pasien, makanya dia cepat sekali dapat promosi katanya dia akan ambil spesialis kandungan, istrinya juga sangat cantik dok, dan sedang hamil kami juga di undang ke rumahnya, rumahnya megah sekali, meski dia dokter yang kaya tapi dia tidak sombong.


Anggun kaget mendengar perkataan Ani, kenapa sifatnya Ari jadi baik sekali, dan Ari sudah menikah kenapa dia tidak tau, padahal 1 bulan yang lalu dia datang dipernikahan nya Anggun tetapi kenapa istrinya sudah hamil.


"Emang nikahnyanya kapan Ani, dokter Ari"


"Oh nikahnya aku sendiri kurang jelas dok, tapi isunya mereka nikahnya diam-diam dan tidak diramaikan karna perempuannya sudah hamil duluan, tapi ini isu dok, kami juga tidak tau kenyataan yang sebenarnya, tapi dokter Ari baik sekali dan ramah"


"Oh gitu ya"


Sudah kita mulai kerja kembali, panggil pasien yang ada diluar ya.


Ani memanggil pasien yang ada di luar kebetulan ada pasien yang sudah tua sekali diantar oleh cucunya dan Anggun mulai memeriksanya dan ternyata nenek itu sakit, diabet dan harus segera di amputasi, tapi nenek itu tidak punya biaya.


"Nak itu nenekmu ya, nenek harus cepat diberi tindakan operasi besok"


"Tapi kami tidak punya uang dok, buat makan saja kami kesusahan sekali"


Anggun merasa iba sekali, dia teringat dirinya dulu saat mengantarkan ibunya sakit ke rumah sakit.


"Begini saja nak, semua biaya dokter yang tanggung yang penting nenekmu cepat sembuh"


"Terimakasih banyak bu dokter semoga Allah membalas semua kebaikan dokter"

__ADS_1


"Ia sama-sama jaga baik-baik neneknya ya"


"Ia dok"


Tak terasa sore pun tiba dan saatnya pulang, aku keluar dari ruangan dan tak sengaja Ari menabrakku.


Dubrakkkkkkkkkk.


"Maaf, dok ucap Ari"


"Aku berdiri dan ku lihat wajah Ari, Ari kataku"


"Anggun ucap Ari, kamu kerja disini"


"Ia Ari ini hari pertamaku kerja"


"Oh, semoga betah ya"


"Ia Ari"


"Maaf Anggun aku buru-buru"


"Oh ia tidak apa-apa"


Kami berdua keluar dari rumah sakit dan ku lihat Sindi menjemputnya.


"Sayang ucap Sindi, ayo kita pulang"


Ku lihat perut Sindi sudah terlihat besar padahal katanya mereka baru menikah, apa benar Ari menghamili Sindi, aku penuh tanda tanya sekali, padahal Ari dulu sangat mengejar-ngejar ku, tapi kenapa dia sekarang sangat dingin padaku.


Ku dengar suara panggillan suamiku.

__ADS_1


"Anggun, ayo jangan melamun" Teriakan dari Dion.


"Ia sayang aku menghampiri mobilnya"


Aku masuk ke dalam mobil, dan hari ini dia membahas tentang anak kembali, padahal usia pernikahanku baru 1 bulan tapi dia sudah meributkan tentang punya anak. Aku tak tau mengapa dia begitu.


"Sayang kok kamu belum hamil-hamil ya padahal kita nikah sudah 1 bulan lebih"


"Ya sabar sayang mungkin belum dikasih sama Allah, sebenarnya aku takut, apa ini efek dari aku suntik KB dulu waktu sama om Tio, jadinya aku sudah hamil"


"Sayang besok kita ke dr kandungan ya periksa aja, sambil program hamil kan dirumah sakit tempat kamu kerja ada dokter kandungannya"


"Ia sayang besok ya, sekarang kita pulang dulu aku lelah sekali hari ini"


"Ia sayang, Dion terlihat ingin sekali memiliki anak"


Kami pun tiba di rumah dan kami langsung makan, makanan yang ku pesan tadi waktu di rumah sakit.


"Sayang makan dulu"


"Kamu beli ya sayang makanannya"


"Ia mas aku lelah sekali jadi gak sempat kalau masak sayang"


"Kalau gak sempat masak bilang aku, aku bawakan dari rumah makan ku, jadi tidak boros"


"Ia mas"


Kami berdua pun makan setelah itu Dion pergi mandi, tak sengaja hp suamiku berbunyi pesan di hp nya, dan aku membukanya.


"Mas Dion besok kita ketemu lagi ya. aku senang sekali bisa bertemu mas Dion tadi"

__ADS_1


Aku sangat terkejut membaca pesan itu, aku bertanya-tanya siapa yang berani mengirim pesan itu. apakah suamiku mulai selingkuh, apakah dia sudah mulai tidak mencintaiku lagi. hari itu aku merasa hancur sekali tapi mungkin aku terlalu cemburu.


bersambung


__ADS_2