
Usia pernikahan Anggun sudah mau hampir satu bulan dan Anggun sangat bahagia dengan keluarganya, semuanya terasa komplit suami yang sayang padanya, mertua yang sayang dan juga anak yang super duper sangat lucu dan lincah.
"Tuhan terimakasih banyak atas anugerah indah yang kau berikan padaku, semuanya terasa indah sekali akhirnya perjuanganku semuanya berbuah manis, karir ku yang sebagai dokter naik, suamiku yang juga sebagai dokter yang Baik dan selalu mendukung ku dalam segala hal, Tak ada hal lain lagi yang dapat ku ucap selain rasa syukur padamu"
"Sayang kau kelihatan pucat sekali hari ini ada apa, apa kau sakit ucap frans"
"Tidak sayang cuma lemas dan mual saja, dan aku telat datang bulan"
"Wah sayang jangan-jangan kamu hamil sayang ayo di cek cepat"
"Loh kenapa aku yang cek, suamiku kan dokter kandungan"
"Haaaaaa ya di cek pakai tespek dulu sayang, kalau masih ukuran berapa minggu juga belum jelas, ayo sayang di cek siapa tau Tuhan kasih rezeki anak lagi sama kita"
"Sayang aku takut patah hati kalau hasilnya negatif"
"Ayo lah kalau negatif nanti kita coba lagi, coba dan coba terus heeee"
"Ah kamu sayang bisa saja, ya sudah aku tes. tapi kalau hasilnya negatif di larang keras marah oke"
"Apa aku pernah marah sama kamu, tidak kan ayo coba dulu masuk kamar mandi sana"
"Ia bos kamu tunggu di luar awas ngintip loh, nanti bintitan"
"Ia suamimu akan sabar menunggu hasilnya"
__ADS_1
Akhirnya Anggun masuk ke kamar mandi dan mulai tespek, betapa dia bahagia setelah melihat hasilnya, dia awalnya tak percaya di lihat 2 garis merah di alat itu, ini seperti mimpi, dia tak terasa meneteskan air mata, akhirnya hinaan itu tidak benar, dia berhasil hamil sekarang.
"Sayang teriakan Anggun dalam kamar mandi"
"Ada apa sayang ayo keluar aku mau liat hasilnya"
Anggun berlari menemui suaminya sambil menunjukkan hasil tespeknya.
"Sayang lihatlah 2 garis merah tandanya aku hamil sayang, akhirnya yang kita tunggu-tunggu datang juga"
Frans dengan spontan mencium Anggun dan menggendong nya.
"Sayang aku sangat bahagia sekali akhirnya kita punya dua anak, kabar ini ibu harus tau pasti ibu akan bahagia mendengarnya"
Frans keluar akan segera memberi tahukan ibunya.
"Ada apa frans kok teriak-teriak gitu"
"Ibu ada kabar baik bu, akhirnya Anggun hamil"
"Beneran frans kamu tidak bohong"
"Benar bu ini buktinya"
"Ya Tuhan terimakasih banyak atas karuniamu, mana Anggun frans"
__ADS_1
"Di atas bu"
"Ia ibu mau menemuinya"
Ibu pokok langsung menemui Anggun.
"Sayang selamat ya akhirnya kamu akan punya 2 anak lagi"
"Ia bu terimakasih kasih atas semuanya juga ya bu, ibu juga mau menerima Anggun apa adanya, kekurangan Anggun dulu ibu juga terima, terimakasih ya bu"
"Ia sama-sama nak"
Akhirnya mereka berdua berpelukan.
Tiba-tiba frans dapat telefon dari rumah sakit.
"Hallo dokter frans, ini urgen sekali pasien dokter atas nama nyonya Ani mengalami sakit perut yang luar biasa, dan dia minta secepatnya dilakukan tindakan operasi, dokter di tunggu secepatnya di rumah sakit"
"Ia saya akan segera ke sana"
"Ada apa sayang kok buru-buru"
"Iniloh sayang Ani istrinya Dion kan kistanya besar sekali harus operasi dari kemarin gak mau terus sampai sudah 3 minggu tidak ada keputusan dari dia, sekarang malah dia sakit perut luar biasa, aku harus cepat melakukan tindakan operasi aku berangkat dulu ya sayang, hati-hati"
"Ia mas hati-hati di jalan juga ya"
__ADS_1
bersambung.
terimakasih yang sudah setia membaca, dan insyaallah novel ini akan segera tamat dan berakhir bahagia, saya ucapkan banyak terimakasih yang sudah banyak dukung novel ini. jangan lupa baca karya-karya saya. wanita penghibur dan simpanan lelaki tua.