Kurelakan Keperawananku, Demi Gelar Dokterku

Kurelakan Keperawananku, Demi Gelar Dokterku
Ari ingin menyakitiku lagi


__ADS_3

Hari ini hari yang dimana aku impikan dimana hari ini semua sahabatku di wisuda, aku ada di antara mereka hanya sebagai tamu, hancur hati ini sebenarnya, rasa ini tak bisa ku ungkapkan, harusnya ada aku diantara mereka tapi aku masih tertinggal di sini, ini karena kesalahanku di masa lampau, aku datang menggunakan pakaian bagus ku, pakaian yang sudah ku siapkan semalaman.


Pagi itu Mira menjemputku untuk menemaninya di wisuda, karna orang tua Mira sedang sakit keras.


"Anggun ayo berangkat, teriakan dari Mira"


Ku buka pintu rumah ku, ku liat Mira yang terlihat sangat cantik sekali di hari spesialnya.


"Mira kamu cantik sekali"


"Ah kamu bisa saja"


Sebelum aku pergi ke acara wisuda, aku sempatkan diri untuk mengirim pesan ke Dion, biar dia tidak khawatir.


"Sayang aku izin nemanin Mira wisuda ya? "


"Ia sayang hati-hati disana, apalagi ada Ari juga disana"


"Ia sayang aku akan jaga diri baik-baik"


Aku dan Mira berangkat ke gedung wisuda, di mobil ku pandang, toga dan baju wisuda Mira, iri rasanya dia diwisuda dan aku tidak, tapi aku tetap harus ikhlas. Kami tiba di tempat wisuda, gedung yang sangat indah sekali megah seperti yang ada di mimpiku., ku liat wajah sahabat-sahabatku yang terlihat bahagia sekali, aku juga bertemu Ari disana, dia menyapaku.


"Anggun ucapnya sambil mengacungkan tangannya"


Aku juga mengulurkan tanganku, karna tak enak bila menolak jabatan tangannya.


"Ia Ari, kabar ku baik. Kamu bagaimana?"


"Kabarku baik Anggun"


Ku pandangi wajah Ari yang begitu tampan, tinggi dan putih, apalagi dia menggunakan baju wisuda dia terlihat tampan sekali, jantungnya berdenyut dengan kencangnya, rasa itu kembali tapi aku harus mengendalikan diriku karna aku punya Dion sekarang.


"Anggun setelah acara wisuda selesai, maukah kamu jalan bersamaku, untuk terakhir kalinya, kamu maukan Anggun"


Ku pandang wajahnya, untuk menolaknya rasanya aku tak tega sekali. Padahal Ari sudah merencanakan hal yang buruk padanya.


"Ia Ari, aku mau, emang kita mau jalan kemana"


"Rahasia Anggun"

__ADS_1


"Kalau rahasia aku tidak mau ikut, kalau mau mengajakku harus jelas kemana"


"Ia aku mau mengajakmu ke cafe, ceria seperti biasanya Anggun"


"Kalau cafe aku mau tapi kalau tempat lain aku tidak mau, apalagi hotel"


"Ia cafe"


Acara wisudapun di mulai, semua mahasiswa di panggil satu per satu, Ari memang pintar dia menjadi mahasiswa terbaik diantara semua mahasiswa. Aku ikut bahagia melihatnya.


waktu itu pun tiba, acara wisuda selesai, ada salah seorang dosen menghampiri ku.


"Anggun, ucap pak Edo dosen terbaikku. Apa kabar Anggun? minggu depan kamu sudah mulai kuliah kan!!"


"Ia pak"


"Intinya yang semangat ya, bapak yakin kamu akan mewujudkan cita-cita mu"


"Ia pak, terimakasih dukungannya"


Ari menghampiriku, ayo Anggun kita berangkat.


"Mira aku tidak pulang bersamamu ya, aku akan pulang bersama Ari"


"Apa Anggun Ari, apa kamu tidak takut"


"Aku akan mengirim pesan pada Dion agar menjemputku"


"Oh oke kalau begitu"


Anggun menelfon Dion untuk berpamitan.


"Halo sayang, aku mau pamit sama kamu, bolehkan aku ngobrol sebentar sama Ari"


"Apa kamu bilang sama Ari"


"Ia sayang di cafe ceria"


"Ia nanti aku jemput, perasaan ku tidak enak swkali sayang jika kamu berduan dengan Ari, makanya nanti aku jemput saja"

__ADS_1


"Ia sayang"


Aku dan Ari naik mobil bersama dia mencoba memegang tanganku tapi aku menepisnya.


"Ari kenapa kamu mencoba memegang tanganku, aku tak suka, kita hanya teman sekarang"


"Ia maaf Anggun"


Kami tiba di cafe itu, sebenarnya aku sangat tak nyaman jalan bersama Ari, tapi karena dia berjanji ini adalah pertemuan yang terakhir aku bersamanya jadi aku menyetujuinya.


"Anggun ayo masuk"


"Dengan muka cemberut aku jawab ia"


"Ari kenapa harus tempatnya privasi, bukan yang ramai diluar"


"Tidak apa-apa Anggun ini kan terakhir kita bertemu"


Anggun sudah mulai curiga tapi dia tetap yakin Ari tidak akan jahat padanya.


"Anggun aku pesankan minum sebentar ya"


"Ia, sambil Anggun wa ke Dion. sayang cepat jemput aku perasaan ku tidak enak"


"Ia sayang tunggu aku sebentar lagi sampai"


Ternyata benar, Ari mencampurkan obat ke minuman itu, dan Anggun meminumnya, badannya lemas sekali, pandangannya berkunang-kunang da Ari akan mencium bibirnya kembali, saat Ari akan menciumnya, datanglah Dion tepat waktu dan meninju nya.


"dessssss tinjuan dari Dion ke Ari"


"Dasar kamu Ari, tidak pernah sadar, Dion terlihat marah sekali"


"Ku kira kau akan berubah, nyatanya tidak. Mulai sekarang kamu tidak aku perbolehkan menemui Anggun lagi"


"Aku mencintai Anggun Dion, ucap Ari. Kau yang telah merebutnya dari ku, kembalikan Anggun padaku"


"Emang susah bicara padamu Ari"


Dion pergi begitu saja membawa Anggun yang sedang lemas. Dion berniat akan melamar Anggun secepatnya dan menikah dengannya dia tidak mau Anggun kenapa-kenapa.

__ADS_1


bersambung


__ADS_2