Kurelakan Keperawananku, Demi Gelar Dokterku

Kurelakan Keperawananku, Demi Gelar Dokterku
pengalaman di ruang oprasi.


__ADS_3

Pengalaman pertama di ruang oprasi.


Anggun melihat jadwal kegiatannya magang di rumah sakit dan hari ini adalah jadwal untuknya untuk menemani dokter untuk oprasi salah satu pasien yang mengidap kista. Anggun bertugas untuk menjadi asisten dalam oprasi tersebut, dia lalu bersiap-siap untuk melakukan oprasi dia sangat antusias untuk melakukan oprasi dan dia tidak akan menyia-nyiakan kesempatan tersebut.


“Anggun kamu priksa pasien di kamarnya, kamu cek dulu kesehatannya dari tensi darah dan trombositnya juga ya, ucap salah satu dokter disana”.


“Ia dok, ucap Anggun”.


“Anggun langsung bergegas ke kamar pasien”.


Setelah tiba kedalam kamar pasien, dia menyapa pasien tersebut dan memeriksanya.


“Selamat pagi bu, saya cek dulu kondisi ibu ya, sebelum memasuki kamar oprasi. Sudah ibu rileks saja kami akan berusaha sebaik mungkin untuk kesehatan ibu”.


Anggun mengecek kesehatan ibu itu, dan setelah dicek semuanya normal, pasien itu bernama devi perempuan yang manis, dan ditemani suaminya, terlihat suaminya sangat sayang padanya, suaminya membelai rambut istrinya yang sedang sedih. Anggun melihatnya sangat iri andai saja ada orang yang sangat menyayangiku seperti itu.


“Ibu karna ibu kondisinya baik, maka sekarang ibu ganti baju oprasi ya bu, karna sebentar lagi, oprasi akan dimulai”.


Penyakit kista adalah kondisi yang di sebabkan oleh benjolan berbentuk kapsul atau kantung dan terisi cairan atau pun material gas yang dapat muncul pada jaringan tubuh mana saja.


Terlihat Devi membisikkan sesuatu pada suaminya.


“Sayang kalau nantinya aku susah hamil karna kista ini bagaimana, apalagi kita sudah 6 tahun menanti keturunan dan belum kunjung diberi sama Tuhan”.


“Sudahlah jangan berfikir macam-macam, ucap suaminya yang bernama Roni, dengan aku memilikimu aku sudah bersyukur, anak adalah salah satu bonus dari Tuhan untuk kita, apabila Tuhan belum memberi maka kita harus tetap berusaha”.


Anggun semakin kagum dengan sepasang suami istri tersebut.


“Maaf bapak, saya bawa ibu Revi ke ruang oprasi terlebuh dahulu ya, bapak bisa menunggu ibu di ruang tunggu oprasi”.

__ADS_1


“Ia dok terimakasih”.


Anggun dan petugas lainnya membawa Revi ke ruang oprasi dan dokter yang lain sudah menugggu pasien dan siap melakukan oprasi. Akhirnya oprasi pengangkatan kistapun dilakukan oleh para dokter, ternyata bu revi mengidap kista dengan ukuran 14 cm dan salah satu tubanya juga ternyata ada penyumbatan, salah satu dokter berkata pada Anggun untuk meminta tanda tangan suaminya untuk persetujuan pengangkatan tuba bagian kiri bu Revi.


Anggun langsung keluar dari ruang oprasi untuk meminta tanda tangan.


“Maaf pak, saya mau minta tanda tangan dari bapak”.


“Kan tadi sudah dok!”.


“Ini ada lagi pak, ternyata setelah kami melakukan tindakan oprasi pembedahan ibu Revi ada kerusakan tuba bagian kira yaitu adanya infeksi pak jadi harus ada pengangkatan tuba”.


“Ya dok, lakukan terbaik untuk istri saya”


“Baik pak sudah kewajiban kami sebagai dokter untuk melakukan yang terbaik”.


Suami bu Tia dilihat Anggun mengelus-elus kepala istrinya.


“Kamu tidak apa-apakan sayang pasti semuanya akan baik-baik saja sayang. Kamu yang kuat ya sayang”.


“Ia mas istrinya menjawab”.


Setelahurusannya selesai di ruangan bu devi, Anggun kembali berpamitan kepada bu Revi untuk meninggalkan kamarnya.


“Bu dan bapak. Saya tinggal dulu ya, nanti kalau ada apa-apa tinggal pencet bel yang ada di kamar ini”.


“Ia dok terima kasih”.


Anggun bergegas pergi dari kamar pasien untuk istirahat sejenak, tak lama kemudian ada pesan singkat dari Ari.

__ADS_1


“Sayang nanti pulang aku jemput, kamu pulang jam berapa?”


“Anggun menjawab Aku pulang jam 16.00 sayang kamu bisa menjemputku”.


“Oce sayang, janganlupa makan siang ya, ucap Ari”


“Ia sayang kamu juga jangan lupa makan”.


“I love you sayang”


“I love you tou balasan dari Anggun”.


Setelah itu makan siang dengan Mira, dan melaksanakan kewajibannya sebagai dokter magang. Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 16.00 saatnya dia dan Mira pulang, Mira di jemput ke kasihnya dan Anggun di jemput Ari. Ari sudah menunggunya di parkiran.


“Ayo sayang masuk ada sesuatu untukmu”.


Anggun masuk mobil dan Ari tiba-tiba menyodorkan sebuah cincin yang indah sekali untuk Anggun.


“Sayang ini cincin untukmu, tanda rasa sayang ku padamu, jadi mulai sekarang jangan kau ragukan lagi ketulusanku padamu, yang ada dihatiku hanya dirimu, bukan Sindi ataupun wanita lain”.


“Ia sayang aku percaya, sayang aku capek sekali, kita langsung pulang ya”.


“Ia sayang kita langsung pulang terus kamu istirahat, aku juga harus pulang agak cepat karna ibu kurang enak badan”.


Akhirnya Ari mengantar Anggun sampai depan ruamh.


Bersambung.


Jangan lupa like, dan komennya. Agar outhor semangat nulisnya

__ADS_1


__ADS_2