Kurelakan Keperawananku, Demi Gelar Dokterku

Kurelakan Keperawananku, Demi Gelar Dokterku
tertipu


__ADS_3

Bagai tersambar petir di sore hari, hancurnya hati Anggun, terpuruknya hatinya.


Anggun langkahkan kaki untuk keluar dari kamar hotel, badannya sangat lemah sekali untuk berdiri dan melangkah pun rasanya tidak kuat lagi.


Anggun terfikir akan menghabisi dirinya sendiri. Anggun kluar dari kamar hotel dengan perasaan yang tidak karuan, hancur, kecewa kenapa dirinya bisa berbuat seperti itu.


Kenapa Ari malah pergi setelah mereka berhubungan, kenapa Ari meninggalkannya. Hancur hatinya tak terkira.


Banyak pertanyaan yang terbersik di kepalanya.


Anggun berjalan keluar hotel dan langsung menuju parkiran dan memesan taksi online, di dalam taksi dia menelfon Ari berulang-ulang kali tapi Ari tidak mengangkat telefon dari Anggun dan malah HP Ari langsung di non aktifkan.


Anggun bingung mau pergi ke rumah atau ke laut. dia ingin menenangkan hatinya. Dia putuskan untuk pergi ke laut dan untuk menenangkan dirinya.


"Pak antar saya di pinggir pantai cerita pak".


"Oh ia non, disana ada hiburan band loh dan ramai sekali"


"Ia pak antar saya kesana".


Supir taksi itu mengantar Anggun di pantai cerita.


"Non, kok kelihatan lesu sekali dan murung, jangan gitu non nanti cantiknya hilang, sayang kan gadis secantik non kalau murung begitu, candaan supir itu kepada Anggun".


"Ah tidak pak saya biasa saja, saya lagi lelah saja"


tak lama kemudian supir itu pun sampai di suatu tempat di pinggir pantai yang sangat indah dan terdengar suara band.


"Maaf non sudah sampai".


"Oh ia pak terima kasih banyak".


"Jangan lupa senyum non".


"Ia pak, ini uangnya pak".


"Ia non terimakasih banyak".


Anggun melangkahkan kakinya ke arah suara band, setelah dia sampai disana ia duduk di pinggir pantai sambil mendengarkan sebuah lagu, yang sairnya sesuai dengan ungkapan isi hatinya.


Sedikit waktu yang kau miliki


Luangkanlah untukku


Harap secepatnya datangi aku


Sekali ini kumohon padamu


Ada yang ingin kusampaikan


Sempatkanlah

__ADS_1


Hampa, kesal (hampa, kesal), dan amarah


Seluruhnya ada di benakku (seluruhnya di benakku)


Andai seketika hati yang tak terbalas


Oleh cintamu


Ku ingin marah, melampiaskan


Tapi ku hanyalah sendiri di sini


Ingin kutunjukkan pada siapa saja yang ada


Bahwa hatiku kecewa


Sedetik menunggumu di sini


Seperti seharian


Berkali kulihat jam di tangan


Demi membunuh waktu


Tak kulihat tanda kehadiranmu


Yang semakin meyakiniku


Hampa, kesal (hampa, kesal), dan amarah


S'luruhnya ada di benakku (s'luruhnya di benakku)


Andai seketika hati yang tak terbalas


Oleh cintamu


Ku ingin marah, melampiaskan


Tapi ku hanyalah sendiri di sini


Ingin kutunjukkan pada siapa saja yang ada


Bahwa hatiku kecewa


Anggun mendengar lagu itu sambil meneteskan air matanya.


"Tuhan apakah tak ada tempat untukku bertabiat, kenapa kau uji hampa sampai begini, Anggun sudah tidak kuat Tuhan"


Terbesit dalam hati Anggun untuk mengakhiri hidupnya.


"Kalau begini, aku ingin mengakhiri semuanya, aku sudah tidak sanggup lagi. Ucap Anggun".

__ADS_1


Anggun melangkahkan kakinya ke arah laut, tiba-tiba terdengar suara laki-laki yang memanggilnya dari kejauhan.


"Anggun...... Anggun"


Dia mencari suara yang memanggil nya, dia menengok ke arah belakang, dilihatnya sesosok laki-laki yang tak asing baginya, laki-laki itu semakin mendekat. Dan dari kejauhan dia baru tahu kalau itu adalah Dion.


"Anggun, panggil Dion".


Anggun kaget kenapa Dion ada disitu, sebenarnya Anggun belum mau bertemu Dion, tapi apa boleh buat dia tidak bisa lari dari tempat itu.


"Anggun kenapa sendirian di tempat ini, dan kamu kelihatan pucat".


"Tidak apa-apa aku lagi pingin saja kasini makanya aku kesini mau menenangkan diri".


"Apa kamu ada masalah Anggun, kok ku lihat kamu galau sekali".


"Tidak ada Dion"


"Udahlah Anggun kamu tidak bisa membohongiku, aku sudah kenal kamu lama"


Anggun tanpa malu lagi langsung memeluk Dion sambil menangis kencang.


"Da apa Anggun, jangan nangis cerita saja sama aku biar hatimu tenang, sudah duduk sini jangan nangis"


"Dion izinkan aku memegang tanganmu, aku lagi bingung tak tau harus berbuat apa lagi"


"Da pa Anggun"


"Ari....... sambil Anggun menangis"


"Ada apa cerita pelan-pelan"


"Dion, Ari menyakitiku"


"Menyakiti Apa? "


"Aku dan Ari telah melakukan hal tidak sopan Ari, dan Ari begitu saja meninggalkan ku sendirian di hotel"


"Apa........... "


"Kenapa Anggun kau ulangi kesalahan yang sama apa kamu tidak belajar dari kesalahan"


"Ari kamu jijik ya sama aku, kamu tak mau jadi sahabatku lagi, aku memang menjijikkan dan wanita bodoh"


"Anggun mau bagaimana kamu aku tetap akan jadi sahabat ku, dan ada di sampingmu, cuma aku heran kenapa kamu bisa melakukan hal menjijikkan itu".


"Aku juga tidak tau Dion, aku sampai sekarang masih bingung".


"Sudah jangan menangis, besok ku bantu cari Ari biar tau kejelasannya".


bersambung

__ADS_1


__ADS_2