
Pagi itu Anggun siap pergi ke kampus, dia masih yakin Ari tak kan pernah setega itu akan melakukan ancaman itu padanya.
Tin...... tin suara klakson mobil, Anggun membuka pintu rumahnya, benar saja itu Dion. Dalam hati Anggun sebenarnya dia masih mengharapkan Ari, tapi Anggun sadar Ari tercipta bukan untuknya, Dion lah yang benar-benar tulus padanya. Anggun menghampiri Dion.
"Dion pagi-pagi sudah sampai sini, ia tidak kerja"
"Santai Anggun aku kan bos nya heee,meski usahaku belum besar sich, aku mau menemanimu hari ini, nanti aku tunggu kamu diparkiran ya sampai urusanmu selesai"
"Wah emang sahabat ku ini baiknya tiada tanding"
Akhirnya Anggun masuk ke dalam mobil, dan Dion menyetir mobilnya ke kampus.
Sampailah Anggun dan Dion di kampus, Anggun turun dari mobil dan Dion melangkah menunggunya di dalam mobil.
"Ih si Anggun tak tau malu, dah jadi gundik om om masih aja gak tau diri masih kuliah, jijik banget aku sama dia, pinter sih, cantik ia tapi sayang menjijikkan, ucap teman Anggun"
Dengan mengucapkan kata bismillah Anggun tetap melangkahkan kaki menuju kampus. Di dalam kampus teman-temannya lagi memegang hp, ternyata vidio Anggun sudah di sebar sama Ari, ternyata Ari membuktikan ancamannya, Ari tak sadar dengan dia menyebar vidio itu sama dan menjelek-jelekkan nama Anggun yang dia bilang jadi selingkuhan ayahnya sama saja Ari sudah menjelek-jelekkan nama ayahnya ke orang lain.
"Anggun berapa hargamu satu malam boleh lah aku boking, buat besok haaaaa tawa salah satu teman Anggun"
Anggun hanya bisa menundukkan kepalanya sambil menangis, tega sekali kau Ari ku kira ada sedikit kebaikan darimu untukku ternyata tidak.
__ADS_1
Dilain sisi para dosen dan rektor sedang membahas tentang Anggun akan dikeluarkan atau tidak, karena telah mencoreng nama fakultas yang ternama itu.
"Bagaimana ini Anggun sudah melakukan tindakan yang tidak baik dan mencoreng fakultas kita, memang dia anak yang berbakat dan pintar tapi dia telah mencoreng fakultas kita saya selaku rektor harus bertindak tegas, apalagi kesalahan Anggun ini sudah sangat luar biasa"
"Maaf pak rektor salah seorang dosen, tapi perkulihan tinggal sebentar lagi selesai, apa kita tidak kasihan pada Anggun pak"
"Tapi seumpamanya kita tidak mengeluarkan dia, bagaimana citra kita sebagai fakultas kedokteran ternama, kalau kita meluluskan mahasiswa yang mempunyai sekandal yang begitu, apa lagi semua orang dapat melihat vidio yang tak senonohnya"
"Tapi pak Anggun tidak melakukan tindak pidana dia hanya salah jalan bagaimana jika kita skor saja dia 5 bulan tidak bisa kuliah, paling tidak sampai kasus ini bisa selesai jadi yang lain bisa selesai skripsi dia tertinggal, paling tidak itu bisa membuat dia sangat menyesal, lagian di vidio itu, dia hanya tidak berbusana, saja"
"Ia saya setuju ucap rektor, dia kita skor 5 bulan dan pihak kampus akan mencari hacker untuk menyetop video itu agak tak bisa di akses orang lain".
"Ia pak kami juga setuju, kasian kalau kita keluarkan kasian, biaya yang sudah ia keluarkan selama ini"
Ternyata Ari hanya mengeshare vidio tentang Anggun yang tak berbusana dan berada di hotel dengan laki-laki, dan laki-laki nya tidak diperlihatkan secara jelas, Ari ternyata punya rasa kasihan sedikit terhadap Anggun setelah Ari membaca buku diari ayahnya, dalam diari nya tertulis.
"Maafkan aku Anggun aku telah mengambil kehormatanmu, aku laki-laki yang lebih tua harusnya aku menuntunmu, atau membimbingmu lebih baik, bukannya mencari kesempatan atas kelemahanmu, dan memanfaatkan untuk mengambil kehormatanmu, aku menyesal sekali".
Diluar ruang rektor Anggun duduk termenung, menunggu keputusan dari rektor, dia tertunduk dan tak terasa meneteskan air mata, tiba-tiba Mira menemuinya, sahabat baik Anggun selama ini.
"Anggun yang sabar ya semua ini ujian untukmu, untuk menjadi makhluk yang lebih baik, terkait isu yang beredar di luar aku yakin kamu adalah Anggun sahabatku yang baik, mungkin kamu hanya salah jalan dan tak ada yang mengingatkan dirimu"
__ADS_1
Anggun memeluk Mira sambil menangis kencang.
"Mira terimakasih kamu mau jadi sahabatku, saat yang lain menghinakan dan menjauhiku kamu mau kesini menemaniku"
"Anggun tak ada manusia yang sempurna, begitupun aku, aku juga pernah melakukan kesalahan mungkin hanya berbeda cara"
"Terima kasih Mira"
Tak lama salah satu dosen keluar, mb Anggun sekarang boleh masuk ke dalam.
Anggun masuk kedalam meninggalkan Mira hatinya sangat kacau saat masuk keruangan, dia selalu bertanya-tanya apakah cita-citanya akan kandas atau tidak.
"Masuk mb Anggun dan duduk sini"
Anggun masuk dan duduk di kursi.
"Setelah kami berdiskusi kami semua sepakat disini selama 5 bulan Anggun di skor tidak boleh masuk kuliah dan selama masalah ini belum selesai Anggun juga tidak boleh melanjutkan skripsinya, mudah-mudahan ini keputusan yang tepat buat mb Anggun dan Anggun nantinya menjadi manusia yang lebih baik".
"Terimakasih banyak pak keputusannya Anggun terima dengan lapang dada, karna ini memang kesalahan Anggun, dan sekali lagi maaf sudah mencoreng nama fakultas ini"
"Ia Anggun, untuk masalah ini kami sudah menyuruh hacker untuk menyetop akses video ini, dan Anggun jangan pernah mengulangi kesalahan yang sama".
__ADS_1
"Ia pak terimakasih"
bersambung