Kurelakan Keperawananku, Demi Gelar Dokterku

Kurelakan Keperawananku, Demi Gelar Dokterku
semangat


__ADS_3

Ku langkahkan kaki keluar dari rumah yang ku bangun bersama Dion, kalau di bilang sakit pasti sakit sekali, hancur nya hati ini mungkin hanya aku yang tau, tetapi dari pada harus hidup dengan laki-laki yang tak menghargai perempuan lebih baik aku sakit sekarang dari pada nantinya.


"Bukankah hidup ini adalah suatu pilihan dan aku memilih mundur dalam rumah tangga ku. dan menatap maju ke depan menggapai asa dan angan-angan ku"


Mira menggenggam tanganku menarikku keluar rumah itu. dan berkata "Ayo Anggun pergi kamu berhak bahagia"


Meski berat aku tetap pergi tanpa menoleh kebelakang kembali.


Aku masuk kedalam mobil dan bergegas ke kontrakan yang sudah di pesan Mira, aku hanya membawa baju seragam rumah sakit saja dan sedikit baju, aku ingin menghapus semua kenangan ku bersama Dion.


Kami tiba di rumah kontrakan yang tak begitu besar, tapi dari situlah ku mulai kembali hidup ku.


"Mba Anggun dan mba Mira ya. ucap perempuan cantik yang berdiri di depan rumah kontrakan"


"Ia mba ucap kami berdua"


"Ia mba aku Anisa pemilik kontrakan ini, mba silakan masuk dan melihat lihat kontrakannya"


"Ia mba Anisa aku terima kontrakan, tanpa pikir panjang aku terima karena aku tak tau lagi harus kemana"


Anisa gadis yang sangat ramah dan cantik sekali rumahnya di samping rumah kontrakan.


"Mba Anggun tinggal disini sendiri atau dengan suami, kalau boleh tau"


"Aku sendiri mba Anisa aku juga habis bercerai dengan suami"


"Wah kok nasib kita bisa sama ya mba heeeeee. aku juga di tinggal mantan suami kabur dengan hutang yang menumpuk mba. aku punya anak laki-laki, kita bisa banyak cerita nantinya"


"Ia mba Anisa, kok bisa kebetulan begini ya"


"Semoga mba Anggun betah ya, dan kita bisa bersahabat, kalau ada apa-apa bisa ke rumah aja mba, aku selalu di rumah kok, aku tidak kerja cuma di rumah, ya ngejalanin rumah kontrakan ini saja mba"

__ADS_1


"Ia mba terimakasih banyak"


"Aku tinggal dulu ya mba Anggun ini kuncinya"


"Ia mba"


Anggun bersyukur sekali yang punya kontrakan ramah dan baik.


"Mira sudah sore kalau kamu mau pulang tidak apa-apa aku berani kok sendiri"


"Beneran Anggun kamu gak apa-apa aku tinggal"


"Ia Mira aku gak apa-apa"


"Ya sudah aku pulang ya, kalau ada apa-apa jangan ragu-ragu menelfon ku"


"Baik Mira ku sayang"


Akhirnya Mira pulang. dan tinggallah Anggun sendirian, Hatinya hampa sekali, jiwa nya rapuh.




Jangan pernah menyalahkan orang lain atas kesedihanmu, karena kebahagiaanmu adalah urusanmu. Kebahagianmu harus dari dalam dirimu."




"Wanita bukanlah pakaian yang bisa kamu pakai dan kamu lepas semaumu. Mereka terhormat dan memiliki haknya."

__ADS_1




"Jangan pernah mengeluh ketika kehidupan dilanda musibah, karena dengan musibah tersebut kita bisa belajar apa kuat dari cobaan."




"Perempuan tidak sekuat laki-laki. Tapi laki-laki tidak akan sekuat itu jika tidak disempurnakan oleh perempuan."




Dari pesan ibunya itu Anggun berniat untuk bangkit maju ke depan meraih masa depan yang bahagia.


Tiba-tiba ada panggilan telefon dari Dion.


Kring....... kring . Anggun malas sekali mengangkat telfonnya tapi dia harus mengangkatnya.


"Halo Dion ada apa lagi"


"Anggun aku cuma bilang, ibu ku sakit atas perceraian ini, aku minta jangan ceritakan kalau aku selingkuh ke ibu ku, aku takut ibu ku kenapa-kenapa"


"Ia Dion aku sayang sama ibu mu, aku tak akan cerita tentang semuanya, tapi pastinya ibu mu akan tau sendiri akan ke lakuan anak nya. Dion mulai hari ini kita tak ada hubungan apapun jadi aku mohon jangan telefon aku lagi atau menemui aku lagi, aku rasa sudah cukup semuanya kita tidak ada hubungan apa-apa lagi"


"Oke tapi kamu harus janji. jangan cerita ke ibu ku"


"Oke aku setuju"

__ADS_1


Dan Anggun menutup telfonnya dan semua berakhir


bersambung


__ADS_2