Kurelakan Keperawananku, Demi Gelar Dokterku

Kurelakan Keperawananku, Demi Gelar Dokterku
Acara reuni


__ADS_3

Acara reuni sekolah


Pagi itu ada seseorang mengantarkan surat kerumah Anggun.


“Pos……..surat”


“Mba Anggun ada sebuah surat, ucap pak pos”


“Dari siapa pak” Tanya Anggun.


“ Saya juga tidak tau mb, mb Anggun bisa buka sendiri suratnya”.


Pak pos menyerahkan sebuah amplop yang berwarna kuning padaku.


“Ini mb suratnya”


Anggun menerima surat itu.


“Trima kasih ya pak atas suratnya”.


“Ia mb, mb ANggun tanda tangan disini ya sebagai tanda terima surat ini”.


“Oh ia pak, ucap Anggun. Lalu Anggun menerima suratnya”.


Anggun membuka amplop itu ternyata isinya adalah undangan reuni SMa yang akan diadakan besok pada hari minggu, Anggun bingung sekali akan dating pada acara itu atau tidak, tetapi dia pingin sekali bertemu dengan teman-teman SMA nya dulu, dan sebentar menghilangkan penat yang ada dengan bertemu dengan teman SMA.


Malam itu dia memikirkan mau dating ke acara reuni atau tidak. Anggun mengirim pesan singkat pada Ari.


“SAyang aku minggu akan menghadiri acara reuni sekolah SMA, jadi kita tidak bisa bertemu dan maaf aku lagi pingin sendiri satu minggu ini’.


Ari membalas. “Ada apa denganmu sebenarnya, ia boleh kamu pergi ke acara reuni tapi senin kita harus bertemu”.


Anggun memesan ojek online untuk pergi ke acara reuni, sebenarnya Mira juga hadir di acara reuni juga tetapi Anggun ingin dating sendiri. Anggun tiba diacara reuni, suasana gedung tempat diadakan reuni lumayan meriah dan sudah banyak yang dating disana, ada spanduk bertuliskan reuni dan tahun kelulusan yang dipajang besar di dinding, dan setelah masuk ke dalam gedung makanan sudah tersedia disana bahkan sudah ada Band untuk menghibur acara disan, suasananya sangat ramai sekali.


Anggun belum bertemu teman-teman seangkatannya, namun Anggun telah bertemu guru yang selama ini dia rindukan, guru yang baik sekali, guru yang banyak menasehatinya dalam kebaikan.


“Anggun terdengar ada seseorang yang memanggilku dengan keras, Anggun mencari dari mana suara itu terdengar”.


“Anggun!!!!! Kembali teriakan itu terdengar dengan begitu jelasnya, tapi Anggun belum menemukan siapa yang memanggilnya karna suasana gedung sangat ramai sekali.


Anggun melihat dari dekat ternyata, “Ah itu dia Dion”. Anggun melihat Dion teman dekatnya waktu SMA melambaikan tangan kepadanya. Anggun langsung menemui Dion karna dia sangat rindu sekali pada temannya itu.


“Ya Tuhan Dion, sudah lama sekali kita tidak bertemu, apakah kamu sudah menikah?”


“Belum Anggun aku belum menikah kan aku menunggu kamu jadi istriku heeee”, canda Dion pada Anggun.


“Ah kamu Dion bisa saja kalau bercanda, ucap Anggun”.


“Aku serius Anggun, aku mengidolakanmu dari waktu kita SMA heeee senyum manis dari Dion”


“Ah Dion bisa aja kalau merayuku, ucap Anggun”


Tiba-Tiba ponsel Anggun bordering, di lihat dari Ari . Anggun mengangkat telfon itu di depan Dion.


“Da pa sayang?. Aku lagi sama-sama teman-temanku ini”.


Terdengar suasana yang ramai di dalam gedung, jadi telfon dari Ari tidak begitu jelas.


“Sayang sudah dulu ya gak jelas suaranya ramai sekali di sini”.


“Kamu lagi siapa kok kayaknya kamu menghindari aku”.


“Tidak sayang, ya udah nanti kamu jemput aku kalau aku pulang”.


“Aduh sayang tidak bisa, hari ini aku harus menghantarkan ibu ku ke rumah saudaranya”


“Oh ya sudah kalau begitu,Wassalamualaikum, ucap Anggun”.


“Ehem……ehem, ucap Dion telfon dari siapa tuh, pacarnya Anggun ya”.

__ADS_1


“ Ah temen dekat aja Dion”.


“Wah aku kalah star ini, dulu aku tak punya keberanian mendekatimu gadis pintar dan cantik, pa lagi sekarang kamu sudah mau jadi dokter, apalah aku hanya seorang laki-laki biasa”.


“Hem Dion, kamu merendah, kamu sekarang bukannya sudah jadi pengusaha sukses siapa yang tidak kenal Dion, pengusaha restoran yang cabang restorannya aja ada dimana-mana.


“Anggun jodoh kan tak ada yang tau, boleh tidak aku mengenalmu lebih dalam, aku tak memaksamu untuk menerimaku tapi paling tidak kita dapat menyambung tali persahabatan kita”.


“Dion, tentu saja boleh, slama ini aku juga tidak mempunyai sahabat yang dekat sekali, dan aku juga ada yang akan aku ceritakan padamu Dion tentang bagaimana aku”.


“Wah dengan senang hati aku akan mendengar ceritamu”.


Tiba-tiba terdengar suara teriakan, terdengar tidak asing suaranya, benar saja ternyata suara Mira yang memanggilku.


“Anggun, teriak Mira seperti biasa dia begitu riang sekali”.


“Wah Dion CLBK ini ucap Mira, jangan sampai jatuh cinta sama Anggun Dion nanti kamu siap sakit hati”.


“Aku sudah siap sakit hati untuk Anggun ucap dion. Sebelum janur kuning melengkung aku akan tetap mengejarnya”,.


“Aduh- aduh sweet sekali ucapanmu Dion”.


Dion berlari diatas panggung dan tiba-tiba dia memegang mix dan berkata.


“Hai teman-teman semua disini saya akan mempersembahkan sebuah laguuntuk seseorang sahabat yang sudah lama aku suka tapi baru kali ini aku berani mengungkapkan tentang isi hatiku.


“Hai sahabatku lagu ini ku persembahkan hanya untuk mu”


Dion menyanyikan sebuah lagu.


Bilakah dia tahu


Apa yang tlah terjadi


Semenjak hari itu


Hati ini miliknya


Mungkinkah dia jatuh hati


Seperti apa yang kurasa


Seperti apa yang ku damba


Bilakah dia mengerti


Apa yang tlah terjadi


Hasratku tak tertahan


Tuk dapatkan dirinya


Mungkinkah dia jatuh hati


Seperti apa yang kurasa


Seperti apa yang ku damba


Tuhan yakinkah dia


Tuk jatuh cinta


Hanya untukku


Andai dia tahu


Mungkinkah dia jatuh hati


Seperti apa yang kurasa

__ADS_1


Mungkinkah di jatuh cinta


Seperti apa yang ku damba


Bilakah dia mengerti


Apa yang tlah terjadi


Hasratku tak tertahan


Tuk dapatkan dirinya


Mungkinkah dia jatuh hati


Seperti apa yang kurasa


Mungkinkah di jatuh cinta


Seperti apa yang ku damba


Tuhan yakinkah dia


Tuk jatuh cinta


Hanya untukku


Andai dia tahu


Andai dia tahu


Semua mata tertuju, pada Dion yang memiliki suara yang merdu dan teman-teman bertepuk tangan pada Dion, teriakan suatu teman.


"Ayo Dion lanjutkan perjuanganmu".


Anggun hanya terdiam, atas semua yang dilakukan Dion.


Dion turun dari panggung dan menuju Anggun dan berkata pada Anggun.


"Jangan marah ya Anggun".


"Aku tidak marah kok kamu berhak menyukaiku itu hak mu".


Jam sudah menunjukkan jam 18.00 dan waktunya acara selesai.


"Aku pamit dulu ya teman-teman".


"Anggun boleh tidak aku antar ucap Dion".


"Ia boleh"


Dan akhirnya Dion mengantar Anggun pulang ke rumahnya. Setibanya dirubah Dion melihat rumah Anggun yang sangat sederhana sekali, dia sangat terkejut bagaimana Anggun bisa sekolah kedokteran.


Anggun mengucapkan terima kasih karna sudah mengantarkan dia pulang.


"Dion terimakasih ya sudah mengantarku pulang".


"Ia sama-sama Dion, kamu tidak mau mampir dulu ke rumah ku".


"Lain waktu aku mampir Anggun"


Dion langsung melanjutkan perjalanannya pulang. Dan dia mengirimkan pesan singkat pada Anggun.


"Selamat malam Anggun, senang sekali akhirnya aku bisa bertemu dengan mu, setelah sekian lama kita tidak bertemu".


Anggun membalas nya "Sama-sama Dion, aku juga senang berjumpa dengan mu".


bersambung.


terimakasih sudah membaca cerita ini jangan lupa like dan comennya ditunggu.

__ADS_1


__ADS_2