Kurelakan Keperawananku, Demi Gelar Dokterku

Kurelakan Keperawananku, Demi Gelar Dokterku
hari pernikahan


__ADS_3

Hari ini adalah hari pernikahan aku dan Dion, hari dimana kami berdua bersatu menjadi sepasang suami istri. Teman-teman kuliah pada datang di hari pernikahanku dan Dion.


"Mba Anggun terlihat cantik sekali diacara akad nikah, ucap Ani"


Ku pandang wajahku di kaca selepas dirias, aku sendiri tak mengenali siapa wajah cantik di kaca itu, apa benar itukah aku, wajah cantik bersih dan bersinar, lengkap sudah kebahagiaan ku kali ini.


"Ayo mab Anggun masuk ke ruangan akad pak penghulu sudah datang"


Jantungku berdetak kencang waktu itu, akhirnya penghulu datang dan aku akan resmi menyandang nama baru yaitu istri dari Dion.


Aku masuk ke acara akad, semua mata tertuju padaku.


"Wah Anggun cantik sekali, sudah orangnya cantik di rias tambah cantik sekali terlihat pangling sekali, beruntung sekali orang yang mendapatkan Anggun mana dia dokter pula, terus pinter juga. Ucap para tetangga"


Mereka tidak tau, padahal yang sangat beruntung adalah aku mendapatkan Dion, Dion laki-laki yang tulus menerimaku.


Aku masuk ke dalam ruang akad, ku lihat sahabat ku Kira dan teman-temanku yang lain ada disana termasuk Ari, entah siapa yang mengundang Ari, aku tak mau hari bahagiaku di hancurkan oleh Ari, Ku lihat wajah Dion yang sangat tampan duduk di samping pak penghulu memakai jas hitam dia terlihat sangat tampan itu sekali, aku duduk di samping Dion, Dion berkata pada ku dengan berbisik.


"Sayang kau terlihat sangat cantik sekali hari ini, Anggun calon istriku aku sangat mencintaimu"


"Ia sayang aku juga cinta padamu"


Pak penghulu menggoda kami.

__ADS_1


"Dion sama Anggun menikah atau bisik-bisik saja"


Akhirnya semua tamu tertawa haaaaaaaaa.


"Udah gak tahan mau belah duren heeee, celotehan salah satu teman"


"Ya kita mulai saja acara akad nikah ini, keburu sang calon pengantin tidak sabar belah duren"


Semua tamu kembali tertawa selain Ari yang berada di pojok ruangan.


"Saya rasa sudah siap semuanya"


Pak penghulu menjabat tangan Dion seraya berkata. Dion saya nikahkan engkau dengan Anggun dengan mas kawin uang 20juta tunai"


"Sah para saksi"


Sah....... sah... sah, nah sekarang dah boleh belah durennya.


"Ah pak penghulu bisa saja"


Anggun mencium tangan Dion dan berkata, suamiku aku akan menjadi makmum mu yang baik"


#'Ia sayang aku akan menjadi imam untukmu#'

__ADS_1


Para tamu menyalamiku dan mengucapkan selamat padaku, termasuk Ari. Sebenarnya aku malas berjabat tangan dengan dia tapi dia memberiku ucapan selamat dan tiba-tiba mengacaukan suasana hatiku..


"Dion selamat ya atas pernikahanmu ini, akhirnya kau bisa meniduri bekas ku dan ayahku"


Sontak kata itu membuat Dion marah.


"Pergi kau dari sini tak ada yang mengundangmu disini#"


Semua mata tertuju pada mereka Berdua, sebenarnya ada keributan apa.


"Sudah sayang jangan marah sabar ya"


"Bagaimana aku marah menjelek-jelek kan mi dihadapanku aku tak terima"


Anggun mencium kening suaminya Dion itu pertama kali mereka berciuman.


"Sayang aku mencintaimu jangan marah lagi ya tahan emosi"


"Dion merasa senang Anggun mencium nya dan kemarahannya mereda dan dia kembali tersenyum"


Ari pergi dari acara itu dan Anggun merasa lega Ari meninggalkan acara itu. Banyak sekali tamu yang datang dan mengucapkan selamat pada mereka.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2