Kurelakan Keperawananku, Demi Gelar Dokterku

Kurelakan Keperawananku, Demi Gelar Dokterku
Dion marah


__ADS_3

Dion sangat marah sekali melihat ancaman di WA Anggun, dan Dion ingin menelfon Ari karna dia tidak terima karna atas ancaman Ari.


"Sayang aku tidak terima sekali, Ari mengancammu, apa mau dia sebenarnya, apa dia tidak tau kalau aku sudah jadi pasangan mu!!!!! "


"Sudahlah sayang jangan kita urusin orang yang tidak penting itu, kita biarakan saja nanti kan capek sendiri"


"Bukan begitu sayang, ini sudah tindak pidana karna dia sudah mencoba menyakiti aku, dia sudah gila mungkin, apa dia tidak malu dengan gelar dokter yang disandangnya atau dia mungkin masih mencintaimu sayang"


"Ah mana mungkin sayang, dia sangat membenci ku, wah mas Dion mulai cemburu nih heeeee"


"Ah kamu Anggun ada orang sakit malah godain aku"


"Oh sakit ya, sakit apa cemburu"


"Sudah lah kamu ini!!! "


Tak lama kemudian dokter masuk untuk memeriksa Dion. Dan setelah diperiksa keadaannya baik dan boleh pulang.


"Wah pak Dion senangnya ditemani pacarnya?, pak Dion sudah sehat dan tidak apa-apa cuma, memar saja, nanti saya kasih resep dan ditebus di bagian obat diluar ya"


"Ia pak dokter trimakasih"


Anggun dan Dion akhirnya bergegas pulang ke rumah, di perjalanan arah pulang Anggun mendapat lagi pesan singkat dari Ari.


"Anggun aku masih mencintaimu, maafkan aku Anggun, aku salah menilaimu selama ini dan maaf aku telah mengancammu dan bertindak tidak baik pada Dion, Anggun mau kah kamu kembali bersamaku aku sangat menyesal Anggun aku baru sadar aku sangat mencintaimu, kembalilah kau padaku, aku akan menerimamu dengan tulus dan tidak akan mengungkit-ungkit masa lalu mu lagi Anggun"


Anggun sangat kaget sekali membaca pesan singkat dari Ari, dia kaget setelah membaca pesan itu. Dion bertanya padanya pesan dari siapa kok kamu terlihat kaget sekali.


"Ini sayang aku dapat pesan dari Ari"

__ADS_1


"Mana pesannya aku lihat"


"Jangan sayang kamu lagi sakit nanti kamu marah"


Anggun da Dion yang berada di taksi online berdebat karna Dion ingin sekali melihat pesan singkat itu tapi sama Anggun tidak boleh karna takut Dion marah.


Di lain sisi ditempat lain Ari merasa sangat sedih sekali karna telah menyakiti Anggun dia ingin sekali kembali pada Anggun karna dia sadar tak ada perempuan yang setulus Anggun yang mencintainya dan dia menyesal atas apa yang dia perbuat pada Anggun, andai waktu bisa di putar Ari tak akan pernah menyakiti Anggun dan dia menyesal atas apa yang ia lakukan pada Dion, dia takut sekali kalau Dion melaporkannya ke polisi karma telah menabrak Dion. Sambil memandang foto Anggun di kamar Ari berkata.


"Anggun maafkan aku telah menyakitimu, aku menyesal sekali Anggun, mungkinkan kita kan kembali seperti dulu Anggun, sambil bersedih dia mengucapkan itu, entah apa yang membuat Ari menyadari kesalahannya".


Ari seperti mempunyai kepribadian ganda, kadang dia bisa bersikap baik, tapi kadang dia tidak bisa mengontrol sikapnya dan bersikap arogan sekali, dan dia bertindak sesuka hatinya tanpa memikirkan efek nantinya.


Di lain tempat akhirnya Anggun memberikan penselnya ke Dion.


"Ini sayang kamu boleh membacanya"


Dion membuka HP Anggun dan membaca pesan dari Ari, sontak wajahnya memerah penuh kemarahan, Dion yang biasanya bersikap tenang tiba-tiba dia bisa marah juga.


"Tapi sayang kamu lagi sakit dan kita baru pulang dari rumah sakit"


"Tidak sayang aku mau sekarang biar semuanya jelas, aku tidak mau menunda-nundanya"


"Tapi ini sudah malam sayang"


"Anggun aku mau sekarang!!!!! "


"Ya sudah aku balas pesan dari Ari, tapi kamu janji jangan mukuli dia, aku gak mau kalian berdua berantem"


"Ia aku janji sayang"

__ADS_1


"Ia Dion ku sayang aku sayang sama kamu Dion, Ari adalah masa laluku dan kamu adalah masa depanku kamu mengerti kan maksudku sayang"


"Ia sayang"


Anggun mengirim pesan pada Ari untuk bertemu.


"Ari aku mau ketemu kamu sekarang, ku tunggu di cafe bahagia sekarang"


Ari yang membacanya sangat bahagia, akhirnya Anggun mau bertemu dengannya setelah lama mereka bermusuhan.


Dion dan Anggun menunggunya di cafe ceria, tak lama kemudian Ari datang, Ari kaget saat dia datang ada Dion bersama Anggun.


Tiba-tiba Ari berkata.


"Anggun kenapa ada Dion disini, bukankah kita janjian hanya berdua saja"


"Ari duduk sini kita bicarakan baik-baik"


Ari langsung duduk di meja yang telah dipesan, Ari memang pemarah sekali, Dion membuka pembicaraan.


"Ari mau ku sebenarnya apa, aku tau kamu yang menabrakku, aku bisa saja melaporkanmu pada polisi karna tindakan ini tapi tidak aku lakukan karna aku masih memandang gelar dokter yang akan kau sandang dan bagaimana masa depan mu kelak, yang aku tidak suka adalah, kamu mengancam calon istriku dan masih mendekatinya setelah apa yang kau perbuat padanya"


"Aku hanya mau Anggun jadi pacar ku, ucap Ari dengan tegas"


"Apa yang kau bilang Ari, Anggun adalah pacarku dan sebentar lagi kamu menikah jadi jangan ganggu dia, bila kau ganggu dia aku akan melaporkan mu ke polisi, kamu mengerti Ari"


"Tidak aku tidak mengerti, aku maunya Anggun".


"Dasar kamu Ari"

__ADS_1


"Ari sambil berdiri dan berkata, Akan ku dapatkan kembali Anggun bagaimanapun caranya ucap Ari sambil marah dan meninggalkan tempat itu"


bersambung


__ADS_2