Kurelakan Keperawananku, Demi Gelar Dokterku

Kurelakan Keperawananku, Demi Gelar Dokterku
satu kerjaan dengan Ari


__ADS_3

Hari ini adalah hari pertamaku kerja sebagai dokter. Aku sangat antusias sekali, pagi ini aku berpamitan dengan suamiku.


"Sayang ini sarapannya"


"Ia sayang kamu juga makan? "


"Ia mas"


Kami berdua duduk untuk makan bersama, Tak terasa sudah 1 bulan kami menikah, rasanya tak percaya waktu berlalu begitu saja dengan cepatnya, mungkin karena ada Dion di sampingku, dan beruntungnya aku akhirnya lamaran pekerjaan ku diterima di rumah sakit ternama. Aku sangat bahagia sekali, aku pakai baju putih ku, dan hijabku.


"Wah istriku terlihat cantik sekali"


"Ia dong sayang, istrinya siapa dulu"


Dion sangat menyayangiku dan menjadikan aku sebagai yang teristimewa dan aku sangat beruntung sekali memilikinya, dan berharap kebahagiaan ini tidak akan pergi.


"Sayang aku pamit pergi dulu ya, doain hari pertamaku, di rumah sakit berjalan dengan lancar"


"Ia sayang aku doakan yang terbaik untukmu"


Dion adalah hadiah dari Tuhan untukku, aku berangkat ke rumah sakit diantar oleh Dion suamiku.


"Sayang aku masuk dulu ya"


"Ia sayang"


Aku masuk ke dalam rumah sakit, karna aku sangat tergesa-gesa ternyata HP ku tertinggal di mobil, dan Dion mengantarkan ke dalam rumah sakit. Dan di dalam rumah sakit ternyata Dion bertemu dengan Ani mantan pacarnya. Dion tak sengaja menabrak Ani.


"Brakkkkkkkkkk, Dion menabrak Ani"


"Maaf mba saya tidak sengaja karna terburu-buru"


Buku Ani berjatuhan, Ani adalah suster di rumah sakit itu, dia sangat cantik, kulitnya putih, dan rambutnya panjang. Dia adalah mantan kekasih Dion waktu SMP, lagi masa-masanya cinta monyet. Mereka berdua sudah bertahun-tahun tidak bertemu.


"Ani ucap Dion"


"Oh Dion, sudah lama kita tak berjumpa, apa kabar? "


"Aku kabar baik, maaf ya aku tak sengaja tadi terburu-buru karna HP istriku tertinggal"

__ADS_1


"Ia Dion tidak masalah, istrimu kerja disini juga ya"


"Ia baru hari pertama, dia kerja disini sebagai dokter umum"


"Oh ya, jadi kita bisa sering ketemu heeee"


"Ani aku buru-buru mau antar HP ini, boleh tidak aku minta no HP mu biar kita bisa komunikasi"


"Oh ia Dion boleh saja ini no ku"


"Oke makasih Ani, aku pergi dulu ya"


"Ia nanti kita callingan saja"


"oke"


Sebenarnya Ani masih mencintai Dion, meski Dion adalah cinta monyet nya, hari ini Ani sangat kaget mendengar bahwa Dion sudah menikah, tadinya dia berharap bila kelak bertemu Dion dia akan bersama Dion menjalin cinta.


Dion langsung menemui Anggun untuk mengembalikan ponselnya.


"Sayang ini HP mu tadi tertinggal"


"Ia aku pulang, sore ku jemput"


"oke sayang"


Dion langsung kembali kerja di rumah makannya, sementara Anggun mulai bekerja.


Salah satu suster menemui Anggun.


"Assalamualaikum, bu Anggun kenalkan saya Ani, asisten ibu"


"Oh ia Ani salam kenal juga"


"Bu pagi ini ibu sudah ada pasien baru anak kecil bu"


"Langsung suruh masuk saja"


"Ia bu"

__ADS_1


Anak kecil itu diantar ibunya masuk keruangan, dalam keadaan panas dan Anggun mulai memeriksanya.


"Halo nak namanya siapa"


"Ina bu"


"Ia bu dokter periksa ya"


"Ia"


Anggun mulai memeriksa anak itu, dan memberikan resep obat pada ibunya untuk di tebus di rumah sakit.


"Bu, anak ibu terkena gejala tivus ini saya beri resep obat dan ibu tebus di apotik rumah sakit ya bu, dan semoga lekas sembuh"


"Ia dok, terimakasih. Bu dokter ini sudah cantik baik hati juga"


"Ah ibu sama-sama sudah tugas saya sebagai dokter harus melayani pasien"


Tak terasa jam istirahat tiba, saatnya Anggun makan siang, dia berjalan ke arah kantin rumah sakit bersama Ani, Anggun tak tau bahwa Ani adalah mantan pacar Dion.


"Ani kita makan siang bersama yuk"


"Ia dok"


Mereka duduk bersama di kantin dan memesan menu makanan, Anggun melihat sekeliling dan tak sengaja melihat Ari disana,, dia sangat kaget sekali bisa setempat kerja sama Ari.


"Ari ucap Anggun"


"Ada apa dok, ucap Ani"


"Ani kamu kenal dokter Ari"


"Oh dokter Ari, dia kerja disini juga dok, tapi dia jadi pendamping dokter spesialis"


"Ada apa dok"


"Tidak apa-apa Anggun mulai bingung satu kerjaan dengan Ari takut Ari menyakitinya lagi"


bersambung

__ADS_1


__ADS_2