Kurelakan Keperawananku, Demi Gelar Dokterku

Kurelakan Keperawananku, Demi Gelar Dokterku
di Bali


__ADS_3

Senyum pagi terpancar diwajah Anggun, senyum kebahagiaan. Akhirnya semuanya berakhir.


Dia keluar dari villa dan berjalan ke arah pantai yang biru dan indah.


Dia berjalan menikmati udara pagi yang sejuk, dia tiba di tepi pantai dan dia merentangkan ke dua tangannya sambil memejamkan matanya dan berteriak sekencang-kencangnya.


"Haaaaaa......... Tuhan akhirnya semuanya berakhir, sambil menangis dia berteriak dengan kencang".


Tanpa dia sadari om Tio menyusulnya ke pantai.


"Anggun aku tidak bisa mengulang masa lalu, andai aku bisa mengulang masa lalu aku tak akan melakukan itu semua, doakan anak perempuan ku sembuh dari penyakitnya ya, setelah hari ini kita tidak usah ketemu lagi, soal biaya kuliah akan om langsung transfer ke rekeningmu".


"Ia om terima kasih banyak, masa lalu adalah masa lalu yang tak akan pernah bisa ku hapus om, sekarang kita tatap masa depan kita om jadi lebih baik, dan Anggun doakan semoga anak perempuan om akan sehat seperti sedia kala ya om. Anggun akan menjadi wanita yang lebih baik dan wanita yang tangguh, tegar om banyak pengalaman atau hikmah yang aku ambil dari semuanya om, sekarang tinggal aku kejar cita-cita ku".


"Ia Anggun berbahagialah karma kamu berhak bahagia, semoga kelak kau menemukan laki-laki yang benar-benar mencintaimu".


"Ia om semoga aja ada laki-laki yang mau menerima aku, diriku dengan masa kakiku, om tau tidak kenapa aku ingin sekali menjadi dokter".


"Ia dari dulu om mau tanya dan penasaran apa alasanmu ingin menjadi seorang dokter sampai-sampai kau korbankan segalanya".


"Dulu waktu ibu sakit dan akan berobat, aku tau rasanya om tidak punya uang untuk berobat, apalagi ketika ibu sakit kritis untuk membawa ibu kerumah sakit saja aku harus menjual cincin nikah ibu peninggalan almarhum ayahku, sakit rasanya om, maka aku mempunyai cita-cita ingin menjadi seorang dokter agar tidak ada lagi yang seperti aku, dan aku ingin membantu orang yang tidak punya biaya untuk berobat, semoga saja ya yang aku cita-cita kan tercapai".


"Ia Anggun kamu itu pintar pasti cita-cita mi akan tercapai, setelah ini kita adalah orang yang tidak saling kenal, sambil menatap wajah Anggun dan memegang tangan Anggun om Tip mengucapkan kata-kata itu".


Waktu sudah semakin siang, om Tio mengajak Anggun ke villa kembali karma sore mereka harus terbang kembali ke jakarta. Karna senin Anggun harus kuliah dan om Tio kembali kerja.


"Anggun ayo kita kembali ke villa sudah mulai panas ini, nanti kamu kepanasan, om mau kembali ke villa dan kita makan siang".


"Maaf om aku lagi pingin sendiri di pantai ini. Aku ingin berenang disini, jarang-jarang aku bisa melewatkan waktu dilantai seperti sekarang ini om".

__ADS_1


"Okelah kalau begitu, om kembali ke villa ya, kamu hati-hati disini, lihat ruh banyak laki-laki yang memperhatikanmu, Tuhan memberikanmu anugrah kecantikan dan kepintaran maka jagalah dengan baik maka mulai hari ini, jadikan semuanya sebagai pengalaman".


"Ia om Anggun mengerti, Anggun akan jaga diri baik-baik".


Om Tio bergegas kembali ke villa meninggalkan Anggun sendirian. Anggun melihat ada keluarga yang berlibur disana, keluarga yang utuh dan bahagia lengkap dengan 2 orang anak. Di dalam hati kecilnya berkata.


"Alangkah beruntungnya mereka mempunyai keluarga yang utuh sedangkan aku hanya sendirian tanpa saudara, dan orang tua. Tapi aku yakin kelak aku akan merasakan ke bahagian itu, bersama laki-laki yang tulus mencintai aku dan mempunyai anak yang baik serta cita-cita ku bisa terwujud".


Anggun masuk berenang didalam pantai, dia menenggelamkan dirinya ke dalam pantai, memasukkan semua tubuhnya di dalam air dan berharap semuanya akan kembali seperti sedia kala, setelah itu dia kembali ke tepi pantai dan tak lama dia di tepi pantai ada seseorang pelayan yang menemuinya.


"Maaf ibu, ini makanan pesanan bapak Tio untuk ibu".


Ada sebuah ucapan disana yang ditulis om Tio disecarik kertas.


"Anggun jangan lupa makan nanti sakit, semoga harimu indah".


Ucapan yang sederhana tapi membuat Anggun sangat bahagia.


"Ia bu, ibu sendirian saja ya disini?. Awas bu hati-hati di ganggu cowok disini".


Maklum lah Anggun begitu cantik dan menarik tubuhnya yang putih bersih dan mulus membuat para pria tergoda.


"Ah bapak bisa saja letakkan disini saja, dan ucapkan terima kasih untuk om Tio".


"Baik bu, selamat menikmati hidangannya ya bu".


"Ia terimakasih".


"Sama-sama bu!!! ".

__ADS_1


Anggun menikmati suasana pantai sambil makan makanan yang telah disiapkan om Tio, segelas jus alpukat, makanan ringan dan ikan bakar kesukaan Anggun.


Tiba-tiba saat Anggun menikmati makanan itu ada segerombolan laki-laki yang menggoda Anggun.


"Sendirian aja nona cantik mau tidak kami temani, sambil tertawa haaaa.... Laki-laki itu menggoda Anggun".


"Maaf saya mau sendirian silahkan kalian pergi dari sini".


"Oh kok jawabnya sewot begitu nona cantik, entah cantikanya luntur loh".


"Pergi saya bilang, kalau anda tidak pergi saya panggilkan penjaga disini".


"Oke jangan marah nona cantik kami akan pergi".


Dan akhirnya laki-laki itu pergi dari Anggun, setelah menghabiskan makanannya Anggun kembali ke villa karena merasa sangat tidak nyaman sekali berada disana sendirian.


Setelah berada dalam villa tiba-tiba Anggun terkejut kembali didalam om Tio sudah menyediakan banyak hadiah untuknya, kalung emas, cincin dan tas yang mahal dan uang tunai 20 juta.


"Anggun ini semua untuk ku, semoga hari ini akan selalu terkenang untukmu, aku ingin hal yang indah yang kau kenang bukan hal kesedihan".


"Terima kasih banyak om, harusnya om tidak memberiku banyak hadiah seperti ini om? aku tidak tahu harus membalasnya dengan apa om".


"Sudahlah yang paling penting kamu bahagia om sudah senang".


Waktu sudah menunjukkan pukul 16.00 saatnya mereka bersiap-siap untuk terbang ke jakarta, Anggun membereskan semua baju nya. Dan om Tio bersama Anggun ke bandara untuk kembali pulang.


Disaat mereka sudah tiba dijakarta om Tio mengantarkan Anggun untuk terakhir kalinya kerumahnya.


Bersambung.

__ADS_1


Jangan lupa like, comen dan subcribenya agar outhor semangat dalam menulis cerita.


terima kasih sudah mampir membaca cerita ini.


__ADS_2