Kurelakan Keperawananku, Demi Gelar Dokterku

Kurelakan Keperawananku, Demi Gelar Dokterku
ku putuskan bertahan meski sulit.


__ADS_3

Mungkin aku adalah orang yang paling egois didunia ini.


Mungkin aku adalah orang yang paling menjijikkan di dunia ini.


Tapi aku adalah manusia biasa yang berhak bahagia dan berhak atas hidup ku sendiri.


Malam itu diperjalanan pulang setelah bertakziah di rumah Ari, Anggun kembali pulang di keheningan malam dan di dalam kesedihan setelah dihina oleh ibunya Ari. Tiba-tiba ponselnya berbunyi.


kring.... kering. Dia berhenti sejenak untuk mengangkat ponselnya, Dilihatnya ternyata telefon dari Ari, dia langsung mengangkat telefon dari Ari karna takut Ari khawatir.


"Sayang kenapa pulang tidak pamit sama aku?, kamu baik-baik saja kan", tanya Ari dengan perasaan kawatir. "


"Ia sayang aku baik-baik saja, tiba-tiba aku tidak enak badan makanya aku pulang".


"Oh begitu, ya sudah hati-hati di jalan ya, i Kobe you". ucap Ari.


"Ya sayang i love you too".


Anggun kembali menyetater motor buruknya, saat itu Anggun melewati sebuah jalan yang sepi disana dan ada segerombol pria hidung belang disana.


"Cewek cantik godanya".


Motorku dicegat, Anggun terpaksa menghentikan motornya sejenak karna laki-laki itu menghadangnya. Anggun berhenti dan laki hidung belang itu menggodanya, sesekali laki-laki itu memegang tangan Anggun dan mencoba berbuat tidak baik padanya.


"Kalian jangan kurang ajar ya padaku, aku akan teriak kalau kalian berani berani tidak sopan padaku, ucap Anggun dengan sangat marah".


"Sudah lah cewek cantik jangan marah-marah lagi, sudah temani kami. Kami baik kok sayang. Sambil minum-minuman keras laki-laki itu menggoda Anggun".

__ADS_1


Tolong......... tolong teriakan Anggun dengan keras.


Para laki-laki itu marah sekali dengan Anggun karna dia berani teriak-teriak.


"Eh kamu dibilang jangan teriak malah teriak".


Para laki-laki hidung belang itu semakin marah dan tak terkendali, di pegangnya baju Anggun dan mereka mau mulai berbuat tidak baik pada Anggun. Tapi tak lama kemudian datanglah sesosok laki-laki yang mengendarai motor besarnya membantu Anggun.


Tolong..... tolong Anggun teriak sekali lagi, laki-laki itu datang lalu menolong Anggun.


"Hey kalian jangan ganggu cewek itu", ucap laki-laki itu.


Dan merekapun saling bertengkar disana, laki-laki itu sangat kuat sehingga membuat para preman itu takut berlarian.


"Kalian awas ya berani menggoda cewek lagi". Ucap laki-laki besar itu.


"Ia sama-sama, kenalkan nama saya Rio".


"Ia nama saya Anggun, terima kasih banyak ya Rio".


"Ia Anggun, besok kalau pergi jangan sendirian, gadis secantik kamu tidak baik kalau sendirian, nanti digodain laki-laki gak benar".


"Ia Rio, aku pulang dulu ya".


"Mau Aku antar tidak".


"Tidak usah Rio aku bisa sendiri".

__ADS_1


Akhirnya Anggun melanjutkan perjalanan untuk pulang ke rumahnya.


Terdengar azan berkumandang dan Anggun melanjutkan untuk solat di sana, dalam sujudnya dia berkata.


"Tuhan aku memang penzina, aku bukanlah manusia sempurna tapi izinkan aku untuk menjadi lebih baik" Sambil terisak tangis Anggun bersujud.


Terdengar suara orang yang sedang berceramah di masjid, Anggun mendengarkannya dengan perasaan sedih tak tau arah tujuannya mau bagaimana, haruskah dia meninggalkan Ari, atau tetap bersama Ari.


Terdengar suara nasehat.


"Semua manusia tak ada yang sempurna, pasti pernah melakukan kesalahan dan dosa. Di samping hamba yang penuh dosa, ada Tuhan Yang Penuh Rahmat. Dan dari sebagian Rahmat-Nya adalah membuka pintu taubat. Dalam Islam, hakikat rambat yakni kembali tunduk kepada Allah, menghentikan maksiat.


Jika memiliki kesalahan, disengaja maupun tak disengaja, maka harus bertaubat. Sebab, semua dosa memiliki peluang untuk mendapatkan pengampunan dari Allah, kecuali syirik (menyekutukan Allah). Bahkan Allah senang jika seorang hamba bertaubat dibarengi dengan tekad sepenuh hati".


"Sehitam mana sekali pun sejarah hidup kita, selagi kita bernyawa, kita tetap berpeluang untuk bertaubat. Jangan pernah berputus asa untuk berubah dan mencari ampunan dari Allah."


Anggun sedikit tenang mendengar nasehat itu, dia kembali melangkahkan kaki untuk pulang dan penuh dengan rasa lebih baik.


Anggun menaiki motor bututkanya kembali dan menuju ke rumah, setibanya dia di rumah dia kembali beristirahat dan dalam hatinya dia sudah yakin untuk melanjutkan hubungan dengan Ari.


Terdengar bunyi HP pesan singkat dari Ari.


"Sayang aku cinta padamu, dan tak akan pernah meninggalkan mu sendiri".


Anggun pun menjawab "Ia sayang aku juga mencintaimu selamanya"


bersambung.

__ADS_1


jangan lupa like dan comennya trimakasih


__ADS_2