Kurelakan Keperawananku, Demi Gelar Dokterku

Kurelakan Keperawananku, Demi Gelar Dokterku
terjerumus cinta


__ADS_3

Dengan nada lirih, Anggun menganggukan kepalanya yang menandakan kata setuju.


"Dalam hati Ari tambah hilang rasa simpatinya, karna benar Anggun sudah menjijikkan, dasar menjijikkan ucap Ari dalam hati".


Seolah harga diri Anggun sudah hilang saat dia mengucapkan kata ia.


"Oh kamu bener setuju Anggun. ucap Ari"


"Ia aku setuju asal hanya, cium dan peluk tak kemana-mana".


"Oh okelah kalau begitu".


Tiba-tiba pelayan datang membawakan makanan, dan mereka mulai makan dan sejenak tidak membahas soal itu tadi.


HP Anggun tiba-tiba berbunyi dilihatnya dari om Tio yang tiba-tiba om Tio mengirim pesan.


"Anggun aku sudah menstransfer mu, sudah masuk ya 20 juta. Om tulus memberimu uang ini jangan menolaknya, nanti kalau sudah mandiri baru kau menolaknya".


Ari curiga kepada Anggun dan bertanya, sms dari siapa Anggun.


"Dari seseorang Ari".


"Tetapi kenapa raut wajahmu jadi berubah setelah membaca sms itu, jangan-jangan itu dari bos mu, laki-laki hidung belang itu".


"Bukan kok, Anggun kembali berbohong".


Sudahlah Ari aku sudah menyanggupi permintaanmu jadi tak usah kau permasalahan hal yang lain. Ayo pulang aku sudah mulai lelah, Ari yang sudah mulai ilfeel dengan Anggun dan merasa jijik dengan Anggun dalam otaknya terbesit untuk bertindak kotor dengan Anggun.


Sayang sebelum pulang kita mampir ke hotel sebentar ya, ada yang ketinggalan disana, aku baru saja menginap dihotel dan ternyata ada yang ketinggalan, besok kita sudah mulai kuliah dan penyusunan skripsi jadi aku harus mengambilnya lagian kita searah pulang kerumahmu.


Anggun mulai curiga, sebenarnya dia malas dan ragu untuk ikut ke hotel tetapi karena dia tidak enak dengan Ari makanya ia menyanggupinya untuk mampir ke hotel.


Ari mengirim pesan singkat tanpa sepengetahuan Anggun.


"Assalamualaikum pak, saya memesan kamar bulan madu yang spesial ya".


"Siap pak saya siapkan"


Hotel yang dipesan adalah hotel punya pak Tio jadi mudah bagi Ari untuk memesannya.


Dan Ari juga berhenti sejenak untuk mampir ke salah satu toko obat.


"Anggun kita berhenti sejenak ya, aku harus membeli obat buat ibu ku, tau kan ibu ku lagi kurang enak badan".

__ADS_1


"Ia Ari tidak apa-apa selagi kamu pergi aku tunggu di mobil".


Ari turun dari mobil dan dia membeli suatu barang.


"Sore pak, saya mau beli obat perangsang itu pak"


"Ia pak ini, mau bulan madu ya pak heeeee canda pelayan toko".


"Ia ni pak, biar istri puas dan tahan lama candaan balasan dari Ari".


Ari memberikan uang pada pelayan itu. dan pelayan itu mengucapkan.


"Selamat bersenang-senang pak moga tahan lama".


"Oh ia makasih banyak".


Ari membeli sebuah minuman segar yang didalamnya sudah ditambah obat perangsang buat Anggun.


Ari masuk kedalaman mobil dan melanjutkan kembali perjalannya. Di dalam mobil Ari memberikan air itu pada Anggun.


"Sayang kelihatannya kau lelah sekali ini minuman untukmu, coba kamu minum siapa tau kamu terlihat agak segar dan tidak muram, sudah jangan dipikirkan aku menerimamu kok".


Anggun mengambil minuman itu dan meminumnya, tak lama kemudian mereka sampai di sebuah hotel.


"Ayolah sayang ikut sekalian dari pada kamu bosan di mobil sendirian".


Akhirnya Anggun mau ikut dengan Ari.


"Sayang kepalaku kok pusing ya".


"Mungkin kamu pusing dan stres karena harus jujur padaku"


"Ia mungkin juga sayang"


Akhirnya mereka berdua masuk ke dalam hotel, tiba-tiba resepsionis berkata pada Ari.


"Sore pak Ari kamarnya sudah siap".


Anggun kaget kok resepsionis bilang begitu.


"Sayang kok resepsionis bilang begitu padamu".


"Oh itu maksudnya kamarnya dah dibersihin dan berkas ku juga sudah siap makanya dia bilang begitu sayang, ayolah sayang masuk ke kamar".

__ADS_1


Anggun dan Ari menuju ke kamar hotel, Anggun merasa pusing sekali karma efek obat perangsang yang membuat badannya terasa aneh.


"Kenapa sayang kok kelihatannya agak pucat"


"Aku tak tau sayang, badanku terasa tidak enak sekali aku juga bingung sayang".


"Ya sudah nanti kalo nyampek kamar kamu istirahat".


"Tidaklah sayang aku mau langsung pulang aja, setelah kamu ambil berkas".


Tak lama kemudian Ari dan Anggun tiba di depan kamar hotel.


"Ayo sayang masuk kamar"


"Ia sayang"


Mereka berdua masuk ke dalam kamar dan efek dari obat perangsang itu Obat ini meningkatkan gairah pada pada diri Anggun dengan meningkatkan aliran darah agar perempuan bisa merasa terbang layaknya burung bebas diangkasa.


Obat tersebut dapat memiliki efek yang sama pada wanita atau pria, meningkatkan aliran darah.


Sehingga menghasilkan gairah, sensasi, dan pelumasan yang lebih baik di dalam tubuh.


Di dalam kamar Anggun mulai bertingkah aneh bahkan memberikan sindirian sensual ke Ari.


Dengan badan yang mulai terpengaruh obat Anggun berkata pada Ari.


"Sayang aku sangat mencintaimu"


Ari yang melihat sangat bahagia akhirnya dia dapat melihat tubuh mulus Anggun yang selama ini dia sangat penasaran dengan tubuh Anggun. Obat itu mulai beraksi dan Ari langsung saja menutup pintu karna tak sabar ingin menikmati tubuh mulus Anggun.


"Sayang berbaringlah dikasur, kalau kamu memang pusing".


"Sayang temani aku di kasur ini, dengan muka mupeng dan sambil menggigit bibirnya yang merah Anggun mulai merayu Ari karma efek obat".


Ari dengan cekatan menerima ajakan Anggun.


"Sayang aku mencintaimu dan aku ingin kau membuktikan cintamu padaku ucap Ari".


"Anggun karna efek obat, langsung berkata aku juga mencintaimu"


Ari sudah tidak sabar, meski dia tau Anggun sudah tidak lagi sempurna seperti dulu, paling tidak jiwa penasarannya hilang. Ari bergegas menyusul Anggun.


bersambung.

__ADS_1


Apakah Ari berhasil atau tidak, yuk kepoin episode selanjutnya.


__ADS_2