
Malam itu Dion mengantarku ke rumah sambil berkata.
"Anggun jangan berfikir macam-macam apalagi berpikiran secara singkat untuk bunuh diri, Anggun aku bukanlah pria terpelajar dan anak kuliahan tapi yakinlah aku akan selalu bersamamu selamanya, mau bagaimanapun dirimu aku akan selalu menerimamu. Aku tak pernah berfikir jelek tentang dirimu, cuma yang aku sesali kenapa kamu bisa salah yang ke dua kalinya, Anggun pulang ini kamu sujud taubat, sujud kepada Tuhan minta ampun kepada Tuhan dan janji kepada ku tak akan mengulangi lagi, soal cita-cita mu biar aku yang bantu".
"Dion dengan bagaimana aku membalas semuanya"
"Cukup dengan kamu tidak mengulangi kesalahan lagi sudah cukup bagiku".
"Ia Dion"
Tak lama kemudian mereka berdua sampai di rumah Anggun.
Anggun sudah nyampek inget pesanku. "Jangan berfikir aneh-aneh besok kuliah bersikaplah seperti biasa, dan coba temuin Ari dan obrolin baik-baik dengan Ari jangan dengan emosi, sekarang istirahat dan tenangin fikiranmu".
"Ia Dion, Anggun masuk ke dalam rumah meski dengan keadaan kacau"
Tak lama Dion pergi meninggalkannya, dan terlihat pesan dari Dion.
"Kita adalah sahabat. Aku akan selalu membantumu bangkit setelah kamu jatuh, tetap tersenyum sahabat hapus semua masa lalumu yang kelam, tenang ada aku disini yang akan menjagamu selamanya".
Andai menangis membaca pesan singkat dari Dion dia sangat tersentuh sekali, Andai Ari seperti Dion dia pasti akan senang sekali.
"Terima kasih banyak Dion, aku tak tau bagaimana aku bisa membalas semua kebaikanmu, biar Tuhan yang membalas semuanya".
"Ia sama-sama anggun sekarang kamu istirahat ya, besok ku jemput dan ku antar ke kampus".
__ADS_1
Anggun akhirnya istirahat dan siap menghadapi kenyataan esok pagi.
Ayam berkokok berbunyi yang menandakan pagi telah tiba, Anggun bangun dari tidurnya dan berharap kisah semalam hanya mimpi buruk baginya, Anggun mandi dan bersiap untuk berangkat kuliah yang hampir selesai. Anggun menggunakan pakaian rapi dan yang berbeda hari ini adalah Anggun menggunakan jilbab pergi ke kuliah.
Tin..... tin bunyi klakson mobil dari Dion, pagi-pagi Dion sudah menjemput Anggun sesuai dengan janjinya kemarin.
"Ayo Anggun berangkat kuliah, ucap Dion"
Anggun keluar dari rumahnya terlihat sangat anggun sekali dengan pakai baju putih, rok putih dan jilbab yang berwarna putih juga, Dion sangat terpana melihat Anggun yang menggunakan jilbab.
Anggun masuk ke dalam mobilnya dan Dion tak sadar mengatakan.
"Anggun kamu terlihat cantik sekali dengan menggunakan hijab"
Anggun tidak sadar bahwa dia akan mengalami hal yang begitu mengerikan di kampus hari ini.
Tiba-tiba di dalam mobil Anggun mendapat pesan singkat dari om Tio.
"Anggun hati-hati, Ari sudah tau semuanya tentang kita, kemarin malam Ari datang ke rumah dengan penuh emosi sampai-sampai dia tega menampar om. Dia berkata pada om akan balas dendam dengan muka karna telah menyakiti hati ibunya, Ari sebenarnya anak yang temperamental dan sangat pendendam Anggun sebaiknya kamu berhati-hati.
Anggun membaca pesan singkat itu sangat takut, kaget entah apa yang akan di lakukan Ari padanya.
"Dion, Ari sudah tau semuanya dan dia akan membalas dendam padaku, aku sangat takut sekali Dion".
"Tenang saja ada aku Anggun, nanti bila ada apa-apa langsung hubungi aku".
__ADS_1
Mereka berdua sampai di gerbang kampus, Anggun keluar dari mobil, dan berjalan kearah kampus tiba-tiba ada teman yang membicarakan dia.
"Wah Anggun sekarang pakai hijab, tapi sayang bawahnya tidak ditutupi alias bolong, gadis pintar kok jual diri, sengaja sekali temannya bilang dengan keras agar Anggun mendengarnya".
Anggun sangat kaget sekali kok bisa teman-temannya tau tentang sebenarnya.
Anggun tetap lanjutkan perjalanan ke arah ruang kelas selali lagi teman cowok Anggun berkata.
"Anggun harga permalam mu berapa, bolehlah ku tau, mau aku 1 malam saja denganmu"
Anggun hanya bisa menundukkan kepala.
Pesan singkat kembali masuk kali ini dari Ari.
"Anggun kalau kamu tidak mau menuruti kata-kata ku, aku akan menyebar vidio ini"
Ari mengirimkan sebuah video Anggun sedak tidak berpakaian kayak anak kecil, dan semuanya terlihat jelas.
Anggun menangis seketika, kejam sekali kau Ari.
"Anggun turuti permintaan ku kalau tidak kamu akan dikeluarkan dari kampus".
Ancaman dari Ari membuat Anggun takut, dan apakah dia harus menuruti perkataan Ari.
bersambung
__ADS_1