Kurelakan Keperawananku, Demi Gelar Dokterku

Kurelakan Keperawananku, Demi Gelar Dokterku
pemuda itu melecehkanku


__ADS_3

sepulang sip malam hp Anggun berbunyi.


kring...... kring


Dia lihat ponsel hp ternyata dari sahabat lamanya Amir.


"Halo Amir Assalamualaikum".


"Waalaikumsalam Anggun".


"ada apa Amir malam-malam menelfonku".


Jam sudah menunjukkan pukul 11 malam.


"Anggun bisa kah membantuku, ibu ku sakit Anggun, kami tak punya biaya untuk membawa ke dokter".


"Aku kebetulan dijalan mada Amir kau bisa menjemputku, aku tidak membawa kendaraan, motor ku rusak. InsyaAllah aku akan membantu ibumu sebisa ku".


Amir adalah tetangga dekatnya sahabat kecilnya, mereka besar bersama dan dari keluarga yang tidak punya. Tapi sebenarnya Anggun tidak tau bahwa Amir suka padanya dari dulu. Amir lelaki yang tampan, tubuhnya tinggi, putih dan menawan tapi sayang dia mempunyai sikap yang temperamental. Tak lama kemudian Amir menjemput Anggun.


"Tin.... tin bunyi klakson Amir, Ayo Anggun naik motor sini".


"Ia ucap Anggun".


Anggun langsung naik motor dengan Amir, menuju rumah Amir, tak lama kemudian mereka sampai dan Anggun langsung masuk ke rumah Amir untuk memiriksa ibunya.


"Bu Jijah, saya periksa dulu ya".


"Ia Anggun, trimakasih".


Kondisi bu Jijah sangat lemah sekali, badannya panas dan lemas. Setelah memeriksa bu Jijah dia berkata pada Amir.


"Amir kelihatannya ibu mu terkena tifus, ini aku tuliskan resepnya nanti kamu tebus diapotiknya, nanti kalau ada apa-apa langsung kabari aku saja, insyaAllah nanti aku akan langsung kemari".

__ADS_1


"Ia Anggun terimakasih. Kira-kira aku bayar berapa Anggun?".


"Tidak usah Amir aku belum jadi dokter, aku hanya bisa bantu sebisaku saja".


"Terima kasih banyak ya Anggun, ayo ku antar pulang sekalian aku akan pergi ke apotik"


"Tidak usahlah kan rumahku dekat dari sini".


"Tak apa Anggun tak bagus cewek jalan sendirian malam-malam, lagian kan aku mau keapotik".


"Oh ya udah, terimakasih kalau begitu".


"Ibu Anggun pulang dulu ya, ibu sehat-sehat dirumah".


"Ia terimakasih banyak Anggun".


"Sama-sama bu".


Akhirnya Anggun pulang bersama Amir, setengah perjalanan Amir bertanya pada Anggun.


"Sudah Amir, aku sudah punya teman dekat"


"Oh kirain belum, kalau belum aku mau daftar".


"Heeeee ada-ada aja kamu Amir".


Sebenarnya dihati Amir ada rasa kecewa Anggun sudah mempunyai pacar, dia ada rencana tidak baik kepada Anggun. Tak lama mereka sampai dirumah Anggun dan Anggun turun dari motornya.


"Terimakasih ya Amir, aku masuk dulu".


"Ia sama-sama, Anggun aku numpang ke kamar mandi ya ucap Amir".


Sebenarnya Anggun ragu memperbolehkan Amir masuk tapi untuk menolaknya ia tidak enak.

__ADS_1


"Ia silahkan masuk tempatnya dibelakang sana"


Amir masuk ke dalam kamar mandi dan Anggun pun duduk di ruang depan, tak lama kemudian Amir keluar dari kamar mandi dan menemui Anggun di ruang depan.


Tiba-tiba Amir memegang tangan Anggun dan mencoba memeluk Anggun, Anggun mencoba melawannya.


"Amir apa yang kau lakukan!!!!!!, teriak Anggun dengan keras sambil mencoba melepaskan tangan Amir"


"Maaf Anggun aku hilaf, aku terlalu menyukaimu".


"Tega sekali kamu melecehkan aku, pulang saja kamu Amir kalau kamu tidak pulang aku akan bilang ke warga".


"Maaf ya Anggun jangan marah ya".


"Bagaimana aku tidak marah atas perlakuanmu, sana pergi aku tak mau melihatmu lagi".


Akhirnya Amir keluar dari rumah Anggun, dan setelah Amir pulang Anggun menangis dengan kencang, dia langsung menenangkan dirinya dengan sholat, sebenarnya wajar kalau laki-laki banyak yang tergoda padanya karena dia berpakaian sangat minim sekali. Saat berdoa dia mengucapkan.


"Tuhan mungkin ini semua salahku karna aku suka berpakaian pendek, Tuhan aku akan merubah sikapku, aku adalah perempuan hina tapi aku akan mencoba lebih baik lagi, adakah pintu maafmu untukku"


Sambil menangis kencang, dan dia berjanji dalam hatinya akan berubah. Anggun teringat ustad yang ceramah di masjid ustad itu berkata.


"Wanita tidak hanya dilihat dari fisiknya saja. Seorang wanita juga perlu memiliki kualitas dari segi kecerdasan serta kekuatan berpikir.


Semua wanita yang sukses dalam hidup serta karier pasti seorang pribadi yang tangguh dan kuat dalam segala kondisi yang dilalui.


Meski ada kalanya wanita mengungkapkan kesedihan melalui tetes air mata, wanita kuat pasti akan menemukan cara untuk segera bangkit dan memulai hidupnya kembali. "Tindakan terkuat bagi seorang wanita adalah mencintai dirinya sendiri, menjadi dirinya sendiri, dan bersinar di antara mereka yang tidak pernah percaya dia bisa."


Dan dalam hati Anggun setelah teringat ceramah ustad itu Anggun langsung berkata dalam hatinya untuk memotivasi dirinya agar lebih kuat apalagi dia sendirian. dalam hatinya berkata.


"Saya wanita yang kuat. Saya tidak duduk-duduk mengasihani diri sendiri atau membiarkan orang menganiaya saya. Saya tidak menanggapi orang yang mendikte saya atau mencoba menjatuhkan saya. Jika saya jatuh, saya akan bangkit lebih kuat karena saya adalah survivor dan bukan korban. Saya mengendalikan hidup saya dan tidak ada yang tidak bisa saya capai. "


Setelah solat hati Anggun merasa tenang dan dapat beristirahat dengan baik.

__ADS_1


bersambung, jangan lupa like nya biar outhor semangat nulisnya.


__ADS_2