
Seperti biasa hari ini hari jadwal Anggun melayani om Tio, dia berdandan dengan cantik menunggu jemputan asisten om Tio.
sesuai perjanjian bahwasanya dia harus melayani om Tio seminggu sekali dan ini jadwal Tia untuk melayanai om Tio.
"Tin tin klakson mobil berbunyi"
Ternyata asistennya sudah datang, terdengar suara hp Anggun berbunyi.
"Kring...... kring, ternyata om Tio menelfon".
Anggun mengangkat telfonnya.
"Halo Anggun, ucap om Tio, didalam mobil sudah ada pakaian baru pakailah kita akan terbang ke bali sore ini, aku akan mengajakmu jalan-jalan".
"Ia om ucap Anggun, entah kenapa om Tio tiba-tiba mengajaknya untuk jalan-jalan".
Tak terasa hubungan mereka sudah berjalan selama 10 bulan, om Tio sangat menyayangi Anggun, karna Anggun menurut sama om Tio. Tapi perasaan Anggun sore itu terasa tak enak entah mengapa.
Anggun menggunakan pakaian yang dibelikan om Tio, dres pendek warna merah. Anggun tidak lupa mempersiapkan paspor dan perlengkapan lainnya, Anggun dikasih waktu hari sabtu malam minggu untuk melayani om Tio, sesuai hari kesepakatan mereka karna minggu nya Anggun libur kuliah.
Anggun berjalan menuju mobil, tiba-tiba Anggun mendapat pesan singkat dari om Tio.
"Anggun maaf kan om bila selama ini om sudah jahat sama kamu".
"Anggun sangat kaget sekali kenapa om Tio mengirimkan pesan seperti ini".
Anggun masuk ke dalam mobil, asistennya berkata.
"Sudah siap nona Anggun".
"Ia saya sudah siap".
"Bapak sudah nunggu kita dibandara, jadi kita harus cepat-cepat tiba".
"Sebenarnya ada apa ya pak Amir, nama asisten om Tio".
"Saya juga tidak tau non, bapak terlihat pendiam minggu ini"
Mobil pun terus melaju kencang, hati Anggun tak karuan ada apa dengan Om Tio, wajar Anggun merasa tak karuan meski dia tak mencintai om Tio tapi ada rasa lain yang tak bisa diungkapkan.
Mobil Anggun tiba di parkiran bandara, terlihat mobil om Tio juga sudah ada ditandatangani juga, Anggun turun dari mobil dan menyapa om Tio.
"Om kok tiba-tiba kita ke bali".
"Sudah nurut aja ya, malam ini hari yang spesial untuk kamu Anggun".
"Ia om ucap Anggun".
Om Tio tiba-tiba memegang tangan Anggun, dan menatap wajah Anggun, pandangannya sangat berbeda tidak seperti biasanya.
mereka masuk kedalam pesawat, dan akhirnya pesawat terbang menuju bali.
__ADS_1
Mereka tiba dibali, om Tio menajaknya ke sebuah villa megah disana.
"Om indah sekali baru kali ini Anggun ke tempat ini".
"Ia nikmati malam ini ya Anggun, om akan membuat mu bahagia".
"Om tak usah seperti ini, apa yang om berikan padaku sudah lebih dari cukup untukku".
"Tidak apa-apa Anggun".
Mereka masuk kedalam kamar yang didalamnya sangat mewah sekali, ruang tidur yang dihiasi bunga-bunga layaknya orang yang sedang bulan madu, tempatnya sangat nyaman, jika membuka jendela akan terlihat indahnya alam dan terlihat laut, udara yang segar dan diluar juga tersedia kolam renang.
"Anggun mau makan malam apa? ".
"Aku makan seperti om makan, apa saja om aku setuju saja".
Om Tio langsung menelfon untuk memesan makanan, setelah mereka makan tiba-tiba om Tio mengeluarkan selembar kertas, dan Anggun teringat itu kertas perjanjian mereka.
"Om kenapa kertas perjanjian itu om bawa? ".
perjanjian itu berisi.
Dilarang mencampuri urusan pribadi masing-masing.
Dilarang hamil.
Om Tio harus membiyai, kuliah Anggun sampai selesai.
Perjanjian itu berakhir jika Anggun selesai kuliah, tapi tiba-tiba om Tio menyobek kertas perjanjian itu.
"Anggun terkejut, kenapa om kok disobek".
"Aku membebaskan mi Anggun, maafkan kesalahan ku. Om merasa apa yang om lakukan selama ini adalah salah".
"Kenapa om, ada apa sebenarnya".
"Anak perempuan om, anak kesayangan om dia sakit kanker, mungkin ini teguran dari Tuhan agar om bertaubat, om sudah fikirkan baik-baik untuk melepaskanmu, soal kuliahmu tenang saja Anggun om berjanji akan tetap membiayai kuliahmu".
Om Tio tiba-tiba mengeluarkan secarik kertas, dan dia menuliskan.
Saya Tio darmaji pihak pertama menyatakan.
Akan membiayai kuliah Anggun Sasmita sampai kuliah nya selesai dan menjadi seorang dokter.
Akan biaya kehidupan Anggun Sasmita perbulannya 10juta rupiah.
__ADS_1
Dan mulai detik ini Anggun bebas melakukan sesuatu sesuai kehendak Anggun.
Dan mulai sekarang saya Tio darmaji tidak mempunyai hubungan apa pun selain, hubungan persaudaraan.
Sekian surat pernyataan ini saya buat.
Anggun membaca pernyataan itu sambil menangis, dan bersujud dikaki om Tip.
"Om entah apa yang harus saya ucapkan kepada om, selain tata terimakasih. Anggun tak tau harus membalas semua ini dengan apa om".
"Tidak usah kau balas dengan apapun, dengan kau kelak menjadi dokter om sudah senang mendengarnya, maafin om sudah membuat hancur dirimu, maaf om baru sadar sekarang. Azal kita tak tau kapan datangnya maka om harus perbaiki hidup om mulai dari sekarang".
"Ia om dosa yang sudah Anggun lakukan juga sudah terlalu besar, tapi Anggun akan memperbaiki semua kesalahan Anggun om".
"Ia mulai sekarang kita akan menjadi lebih baik, ucap om Tio".
"Anggun sudah malam saatnya kita istirahat dulu, om juga rasanya tidak enak badan, maklum usia om juga semakin tua".
Anggun akan tidur dengan om Tio. tapi om Tio berkata.
"Kamu lupa ya Anggun kamu bebas sekarang, biarkan om tidur sendiri!!".
"Tapi om izinkan Anggun untuk melayani om untuk yang terakhir kalinya".
"Tidak usah Anggun, kamu bisa memijat kaki ku saja, kaki ku sakit ya aku sudah tua haaaaa. Om Tio sambil tertawa lepas".
Anggun mencium om Tio sampai-sampai om Tio tertidur. Anggun pandangi wajah om Tio, laki-laki tua yang tak pernah ia cintai, tapi sekarang dia begitu baik, laki-laki yang telah merenggut kehormatannya.
Setelah om Tio tertidur Anggun juga langsung istirahat dan tak kan melupakan malam ini.
Tak terasa pagi pun tiba, Anggun buka semua jendela kamar dan membangunkan om Tio.
"Om bangun sudah pagi".
Anggun juga susah menyiapkan sarapan pagi.
"Om makan ucap Anggun".
"Ia Anggun om mandi dulu"
Anggun sudah mandi pagi itu, wajahnya begitu terlihat bahagia seperti dia yang dulu, Anggun yang lepas bebas, meskipun Anggun tidak bisa menghapus semua masa lalunya, setidaknya ada secercah harapan yang baru.
Setelah mandi om Tio langsung sarapan pagi.
"Om bolehkan aku mencium kening om Tio, untuk terakhir kalinya tanda perpisahan kita".
"ia tentu saja boleh".
Akhirnya Anggun mencium kening om Tio sambil mengucapkan terimakasih banyak om untuk semuanya.
__ADS_1
bersambung,
jangan lupa like dan comennya, agar outhor semangat nulisnya