Kurelakan Keperawananku, Demi Gelar Dokterku

Kurelakan Keperawananku, Demi Gelar Dokterku
pertengkaran


__ADS_3

Di cafe terjadi keributan antara Ari dan Dion. Dion yang tak terima Anggun dihina Ari.


"Ari kita sama-sama dewasa, tidak adakah sedikit rasa kasihan pada Anggun, tinggal sedikit lagi masa kuliahnya, kamu dapat menghancurkan semua impiannya selama ini, dan banyak yang sudah dia korbankan untuk mewujudkan semua cita-citanya. Ari jangan setega itu kamu pada Anggun".


"Dion!!!! Ari memanggil dengan nada yang begitu keras, apakah kamu tidak tau kebusukan Anggun selama ini, dia hanya berpura-pura baik tapi sebenarnya dia wanita busuk, wanita yang mau menjadi selingkuhan orang lain dan mau merebut kebahagian orang lain itu namanya apa?, taukah kamu dion ibu ku sangat merindukan ayahku, meski ibuku jadi istri ke 3 tapi ibuku istri sah ayahku, tau tidak betapa sakitnya ibu ku saat ayahku tidak lagi mencintai ibuku dan tidak menemui ibu ku, saat itu aku janji akan mencari wanita yang merebutnya, taukah Ari betapa sakit hatiku saat ku tau bahwa wanita itu adalah Anggun pacarku sendiri yang ku puja dan ku anggap sempurna ternyata menjijikkan, dah lah aku mau peegi dulu".


"Ari jangan begitu semua orang juga punya masa lalu sendiri-sendiri, mungkin Anggun dulu salah jalan sekarang tugas kita meluruskannya".


"Intinya aku benci sama Anggun semua orang harus tau Kebusukannya"


"Emang susah ngomong sama kamu Ari"


"Anggun berkata pada Ari, Ari jangan lakukan itu pada ku, aku mohon. Tapi kalau untuk melakukan apa yang kamu minta maaf sekali lagi aku tidak bisa meskipun aku harus mengorbankan cita-cita ku aku sudah siap, mungkin ini bayaran yang harus aku terima. Aku tak mau melakukan kesalahan lagi"


"Anggun kamu itu benar-benar sok suci, liat ini video mu saat tidak berbusana, kamu sudah siap malu sampai seumur hidupmu, tinggal turuti apa mauku sudah cukup".


"kalau boleh tau apa maumu sebenarnya".


"Benar kamu ingin tau, kamu harus mau melayani ku, layaknya suami istri tapi aku tak akan pernah menikahimu selamanya"


Anggun langsung menangis seketika. 😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭

__ADS_1


"Ya Tuhan Ari kenapa kamu begitu kejam padaku, aku melakukan seperti itu karna aku hanya ingin mewujudkan cita-cita dan aku kalau sudah jadi dokter aku akan membantu orang lain, aku masih mau bertaubat kau kira dirimu, baik dan sempurna tapi kamu lebih buruk dari diriku"


"Sudahlah Anggun aku tak mau bertengkar lagi dengan mu, waktu mu tinggal besok. Kabari aku kalau kau setuju"


Ari pergi dari tempat itu tanpa ada rasa penyesalan. Anggun masih saja menangis Dion dengan sabar menenangkan Anggun.


"Diamlah Anggun badai ini pasti berlalu Anggun, semuanya akan baik-baik saja ingat kata ku, jangan lakukan hal yang salah itu lagi, nasi sudah jadi bubur, sekarang jadilah Anggun yang tegar dan yang kuat menghadapi semuanya, andai semua orang pergi masih ada aku yang akan ada disampingmu, aku akan menuntunmu ke arah yang lebih baik".


"Anggun langsung memeluk Dion sambil menangis dan Anggun berbisik pada Dion, terimakasih Dion untuk semuanya, aku tak tau kalau tidak ada kamu bagaimana aku, aku janji tak akan menuruti Ari".


Tak lama kemudian terdengar kabar yang buruk datangnya dari om Tio, bahwasannya om Tio terkena serangan jantung dan berada di rumah sakit dan mengharapkan untuk Anggun datang ke sana.


"Assalamualaikum, maaf mb Anggun saya asisten dari pak Tio, mba di harapkan untuk datang ke rumah sakit karena bapak terkena serangan jantung dan memanggil mba"


"Dion antarkan aku ke rumah sakit mungkin ini kesempatanku yang terakhir untuk ketemu om Tio"


"Ia Anggun aku akan mengantarmu"


Akhirnya mereka berdua pergi ke rumah sakit Husada, tak lama mereka sampai di rumah sakit, disana ada Ari dan ibunya dengan pandangan sinis mereka memandang Anggun, sedangkan om Tio masih saja memanggil nama Anggun.


"Sapa yang bernama Anggun disini ucap perawat yang keluar dari pintu kamar UGD"

__ADS_1


"Saya suster sambil ditemani Dion"


"Ia mba Anggun dan mas Ari dipanggil pak Tio ke dalam ucap perawat"


"Kenapa ayah harus memanggil wanita ****** ini, dasar tak tau diri berani kamu kesini apa urat malu mau dah putus ya"


"Ibunya Ari pun menyaut, Ia dasar wanita murahan"


Anggun tak membalas perkataan mereka dan langsung bergegas masuk ke dalam kamar, dan Ari menyusulnya.


"Anggun dan Ari ucap om Tio, sudahi pertengkaran kalian. Sudah cukup sampai dihuni, disini yang salah adalah ayah ku Ari, ayah yang memaksa Anggun begitu, ayah yang membuatnya dan menjanjikan dia uang Ari"


"Sudahlah tau jangan bahas ini lagi, ini adalah urusan Ari ke Anggun yang penting ayah sehat dan bisa kembali lagi bersama ibu"


"Om yang sehat ya ucap Anggun, kita berdua memang salah, Anggun juga minta maaf sama om dan keluarga"


Tiba-tiba nafas om Tio terlihat terputus-putus dan tak lama om Tio tertidur untuk selamanya.


"Ayah teriakan dari Ari"


Orang yang berada di luar bingung apa yang terjadi dan langsung masuk ke dalam.

__ADS_1


bersambung


__ADS_2