
Dion sudah menceraikan Ani dia juga telah mengajukan ke pengadilan Agama, dan dia ingin menikah dengan Jiha.
"Sayang maukah kau menikah dengan ku ucap Dion ke Jiha"
"Apa menikah dengan mu, aku mau menikah dengan mu asal kamu cek dulu kamu subur atau tidak jangan-jangan yang mandul kamu, giliran aku menikah dengan mu, aku gak bisa hamil kamu akan meninggalkan aku seperti istri-istri mu yang kau tinggalkan itu, apalagi kau kejam sekali istri yang lagi sakit parah saja kau ceraikan, aku bukan wanita bodoh dan tak mau bernasib sama seperti mantan-mantan istrimu kamu mengerti, kalau kamu serius kamu harus cek ke dokter hari ini juga"
"Oke siapa takut, aku memang subur kok"
"Kalau kamu subur kenapa Anggun menikah denganmu tidak hamil sedangkan dia menikah dengan orang lain bisa hamil, berarti bagaimana tuh"
"Udahlah Jiha kita tidak usah banyak omong kita langsung ke dokter saja.
benar saja mereka berdua langsung ke dokter kandungan di rumah sakit yang dokter kandungannya adalah frans.
"Masuk pak ucap frans ada yang dapat saya bantu bapak atau ibu"
"Ini dok saya mau cek kesuburan saya bagus atau tidak, biasa saya mau menikah lagi dan calon saya yang ada di samping saya ini memberi sarat saya harus cek dulu"
"Baik pak, bapak bisa mengeluarkan s###
nya diruangan itu nanti kami periksa"
Dion masuk keruangan itu dan mengeluarkan dan di masukkan ke suatu tempat setelah itu memberikan kepada dokter.
"Ini dok sudah"
__ADS_1
"Ia tunggu 1 jam ya pak nanti baru ketauan hasilnya"
Dion menunggu bersama Jiha
"Kenapa sayang kok seperti nya kamu stress ucap Jiha"
"Siapa yang stres kita tunggu saja"
Tak terasa 1 jam berlalu dan panggilan seseorang perawat.
"Kepada bapak Dion agar masuk ke ruangan dokter frans"
"Tuh kamu di panggil ucap Jiha"
Dion masuk ke ruangan dengan rasa takut.
Dion duduk dan mendengarkan penjelasan dokter"
"Begini pak bapak mengalami masalah di kesuburan bapak yang mengakibatkan bapak tidak subur"
Mendengar perkataan itu Jiha langsung berdiri dan berkata.
"Ah malas kalau gitu nikah dengan kamu laki-laki mandul, jiha berkata begitu di depan dokter dan Dion"
Dan Jiha berlalu meninggalkan Dion. Dion berlari menyusul Jiha.
__ADS_1
"Jiha jangan pergi aku sangat sayang sama kamu"
"Malas aku kamu mandul"
Dan disana juga ada dokter Anggun yang sedang berdiri dan tak sengaja mendengar perkataan itu, dia merasa iba sama Dion meskipun dulu dia pernah di sakiti tapi dia kasihan sama Dion.
"Anggun apa kau mendengar semuanya"
"Ia aku dengar"
"Anggun maafkan sikap ku dulu ya"
"Aku dah memaafkanmu dari dulu Dion, mulai sekarang jangan pernah lagi sakitin hati wanita ya"
"Ia Anggun, dan selamat ya kamu akan jadi seorang ibu dan semoga kamu selalu bahagia"
"Ia Dion semoga kamu juga selalu bahagia"
Dion pergi begitu saja, dan tak lama ada karyawan yang menelfon.
"Assalamualaikum pak, saya mau mengabarkan bahwa rumah makan kita kebakaran pak tabung gas meledak"
"Apa, Dion begitu terkejut dan tak terasa dia menangis, Tuhan maafkan semua kesalahan ku selama ini"
di lain sisi, Anggun bahagia dengan keluarganya namun Dion terpuruk sekali dengan keadaannya.
__ADS_1
bersambung