
Aku masih punya harga diri
Pagi ini saat Anggun belanja keluar rumah untuk berbelanja makanan, dia mendengar sesuatu yang tidak menyenangkan terdengar dari tetangganya, yang membuatnya sangat risih sekali mendengatnya.
“Tuh liat lah Anggun, gayanya sudah seperti orang kaya, yang mau jadi seorang dokter begaya sekali. Uang dari mana dia bisa sekolah kedokteran padahal dia adalah yatim piatu. Kalau gak jual diri, darimana uangnya. Ucap salah satu tetangga yang sengaja berbicara keras. Nama tetangga itu adalah bu Inah, dia adalah orang yang terkenal cerewet dan suka membicarakan orang lain. Orangnya suka sekali ngerumpiin orang laibelanja sayuran”.
“Bu Inah jangan bilang begitu, itu Anggun dengar, ucap bu Sinta. Tidak boleh lo membicarakan orang lain”.
“Pagi ibu-ibu lagi belanja apa nih,ucap Anggun”.
“Biasa nich Anggun, belanja sayuran ucap bu Sinta. Anggun sendiri mau belanja apa? Tumben pagi-pagi ke warung belanja, sudah selesai kuliahnya?”.
“Anggun mau beli sayuran juga bu, buat bekal di rumah sakit, aku masih semester akhir bu, sebentar lagi juga selesai bu, doain ya bu!”.
“Ia anggun semoga lancar”.
Setelah pemilik warung memberikan belanjaan Anggun, Anggun pergi dari warung dan berpamitan.
“Ibu-ibu Anggun pergi duluan ya bu”.
“Ia Anggun ucap pemilik warung dan bu Sinta”.
Setelah Anggun berjalan pulang kembali bu Inah berbicara.
“Aku gak suka sekali sama Anggun, tidak masuk akal anak yatim piatu tapi bisa kuliah kedoteran, aku saja yang dua-duanya pegawai gak kuat nyekolahin anak kedokteran!!!”.
“Hussss ucap bu Sinta, gak boleh bicara begitu gak sopan, dosa pagi-pagi bicara tentang orang lain, Dosa besar tau. Ayo pada pulang nyayur nanti kesiangan”.
Akhirnya ibu-ibu pada pulang, mereka tidak sadar telah menyakiti hati anggun.Anggun merasa saki hati sekali, dalam hati Anggun berkata.
“Meskipun aku hina seharusnya meraka tidak menghinaku, aku adalah manusia biasa yang punya masa lalu. Bimbing aku bukan malah menjelek-jelekan aku. Aku hanyalah manusia biasa yang pernah melakukan kesalahan , sambil mengusap air mata Anggun bergegas memasak”.
Anggun memasak makanan kesuaanya setelah makanannya matang dia bergegas harus ke rumah sakit kembali dia harus menemui Almira juga anak om Tio mereka sekarang juga sudah berteman dekat, karna Almira sebenarnya orang yang baik dan ramah. Setelah mandi dan berberes Anggun langsung berpakaian rapi untuk pergi kerumah sakit. Dia berjalan ke luar rumah sendirian, dia jalan sendirian menuju gang jalan untuk menunggu taksi karna kendaraanya lagi rusak. Di tengah-tengah perjalanan dia, dia di goda sekerumpulan laki-laki pengangguran.
__ADS_1
“Hai gadis cantik, bolehlah kami berkenalan. Tidak baik gadis secantik kamu jalan sendirian pagi-pagi. Godaan laki-laki pengangguran itu”.
Anggun berjalan sambil terlihat tidak nyaman sekali, mukanya memerah dan terlihat sangat marah sekali, dalam hatinya berkata.
“Dasar laki-laki bisa nya godain Anggun yang lagi sendirian”.
Para laki-laki itu masih saja membututi Anggun dan menggodanya.
“Aduh mba cantik ini masih ngebut saja jalannya, pelan-pelan saja jalannya donk”.
“Kalian berhenti tidak mengikuti saya, bentak Anggun dengan nada yang begitu sangat keras. Kalau kalian masih saja membututi saya, saya pastikan saya akan teriak biar kalian ditangkap warga”.
Ada salah seseorang warga yang melihatnya yaitu bu Inah.
“Liat tuh pah, Anggun di godain laki-laki, bukannya membantu bu Inah masih saja menghina Anggun, dia sangat membenci anggun karna dia pingin sekali anaknya menjadi dokter tetapi tidak kesampaian”.
“ayo bu bantu dia ucap suami bu Inah”.
Dan pada akhirnya suaminya bu Inah membantu Anggun dan para lelaki itu takut dan berlarian.
“trimakasih ya om atas bantuannya”.
“Ia sama-sama Anggun”.
Anggun melanjutkan perjalanannya, dan mendapatkan taksi dan langsung menuju ke rumah sakit”.
Setibanya di rumah sakit Anggun menceritakan pengalamannya pada Mira sahabat dekatnya.
“Mira kenapa ya orang-orang pada menghinaku, dan laki-laki pada menggodaku, sebenarnya apa salahku? Ya Mira”.
“ Haaaaaaa Mira sambil tertawa mendengarkan perkataan anggun, Anggun yang cantik dan manis. Laki-laki mana yang tak terpesona melihat kecantikanmu dan kemulusan tubuhmu. Makanya kalau pakai baju dan rok itu agak panjang”.
Emang Anggun bila berbusana biasanya menggunakan pakaian yang pendek sekali jadi wajar bila para lelaki menggodanya.
__ADS_1
“Ia juga Mira mulai sekarang aku akan menggunakan pakaian tertutup”.
“Dan bila ada yang menghinamu, sudah jangan kau hiraukan dan ambil fikir. Biarkan saja nanti juga orangnya capek sendiri”.
“Trima kasih banyak sarannya ya Mira”.
Mira adalah sahabat yang bijaksana untuk Anggun, setelah bicara dengan Mira, Anggun bergegas ke kamar Almira.
“Hallo Almira sayang bagaimana kabarmu pagi ini?, sudah enakan. Ucap Anggun, sambil membawakan sebuah coklat untuk Almira”.
“aku baik dok, sudah enakan. Terima kasih banyak coklatnya. Dokter baik sekali dan cantik sekali, beruntung sekali laki-laki yang mendapatkan dokter”.
“Bilang apa Almira ini, pintar sekali memuji dokter. Doter priksa dulu ya”.
“ia dokter’.
Anggun memeriksa Almira ternta kondisi Almira semakin membaik. Dan tak lama dari itu om Tio dating ke kamar.
“Oh lagi dipriksa ya”.
“Ia ini yah dipriksa dokter cantik”
“Bagaimana keadaan anakku dok”.
“Sudah membaik pak”
“Trimakasih ya dok”.
“Ia pak sama-sama”
Akhirnya Anggun keluar dari ruangan karna canggung ada om Tio.
Bersambung jangan lupa like dan comennya
__ADS_1
terimakasih sudah membaca novel ini