Kurelakan Keperawananku, Demi Gelar Dokterku

Kurelakan Keperawananku, Demi Gelar Dokterku
wisuda sahabat-sahabatku


__ADS_3

Hari berganti hari. Bulan berganti bulan tak terasa hampir 5 bulan berlalu begitu saja, usaha roti ku berjalan dengan pesatnya, orderan yang semakin menumpuk dan omset yang lumayan agak besar yang membuat tabunganku terisi lumayan banyak, tak pernah ku menyangka usaha yang ku rintis bersama Dion berjalan dengan baik, dan hubunganku bersama Dion semakin membaik, kami berdua sudah tidak sabar untuk menanti kapan hari pernikahan kami tiba, masih butuh waktu berbulan-bulan sampai aku lulus kuliah dan menyandang gelar dokter barulah kami menikah. Sedangkan Ari hanyalah masa lalu ku yang kelam, meski dia masih saja mengejarku dan tidak bisa melupakanku tapi rasa sakit yang ia tanamkan dihatiku tidak mudah ku hilangkan, mungkin mulutku dapat berbicara aku memaafkannya tapi hatiku berkata aku tak bisa memaafkannya, meski dia adalah cinta pertamaku tapi hati ini terlalu sakit untuk kembali padanya, meski Ari adalah cinta pertamaku tapi dia hanya lah masa lalu yang harus dilupakan, semua kenangan bersamanya adalahasa lalu.


Pagi ini ku buka mataku, ku liat secercah harapan kembali karna pada akhirnya masa dimana aku akan kembali ke kampus akan tiba, akan ku kejar kembali masa depanku dengan segenap asaku.


Ku buka ponselku, ku liat di beranda fb ku yang berisi foto-foto sahabatku yang sudah menyelesaikan skripsinya dan akan diwisuda, hati ini rapuh, iri ku liat gambar foto mereka yang ceria yang mengungkapkan kebahagiaan mereka, dan aku masih tertinggal disini bersama mimpiku, tapi aku selalu yakin Tuhan punya rencana lain untukku. Ku lihat gambar Mira sahabatku yang penuh keceriaan, tak sengaja aku melihat foto Ari di beranda FB dia terlihat bahagia sekali di hatiku berkata "Ari kau bisa sebahagia itu, padahal kau telah menghancurkan cita-cita ku, harusnya ada aku di foto-foto itu tapi aku masih tertinggal karna dirimu.


Terdengar suara salam.


"Assalamualaikum Anggun"


Aku berlari menuju suara salam itu, ku liat ada Mira sahabatku dengan membawa undangan yang aku belum tau apa isinya.


"Oh kamu Mira, masuk Mir dan duduk sini"


"Ia Anggun aku kesini bawa undangan wisuda buat kamu, kamu mau kan datang di acara wisudaku Anggun, menemaniku di hari spesialku"


Anggun tanpa berkata apa-apa langsung memeluk Mira.


"Mira tentu saja aku tidak keberatan menemanimu di acara wisudamu, aku bahagia bisa melihat teman-teman akhirnya cita-citanya tercapai"


"Terimakasih ya Anggun besok pagi aku jemput ya, ingat besok pagi"


"Ia Mira"


"Anggun kau terlihat segar dan bahagia sekarang tidak seperti dulu, bagaimana dengan usahamu"


"Alhamdulillah lancar Mira"

__ADS_1


"Anggun kamu tau isu terbaru tidak"


"Tentang apa aku sudah hampir 5 bulan tidak kuliah jadi tak tau"


"Ari, Anggun"


"Kenapa dia"


"Dia mau menikah setelah wisuda ini"


"Kok cepat sekali bukannya dia mau ambil spesialis kedokteran dulu"


"Emmmm kamu gak tau ya, dia menghamili Sindi teman kecilnya"


"Apa!!!! Anggun kaget. Tapi dia baru saja WA aku kalau dia mencintaiku"


"Oh gitu, kaget aku mendengarnya"


"Ya sudah aku pulang dulu, besok jangan lupa"


"Oke Mira"


Setelah Mira pulang Ari menelfon Anggun kembali, biasanya Anggun tidak mau mengangkat telefon dari Ari tapi kali ini dia mau mengangkat telfonnya.


"Apa Ari kamu menelfonku lagi"


"Anggun aku sangat mencintaimu maukah kau bertemu denganku"

__ADS_1


Sebenarnya Ari berniat jahat sama Anggun, bila Anggun mau bertemu dengan Ari, maka Anggun akan kembali di perkosa dan dia nikahi agar dia tidak jadi menikah dengan Sindi.


"Maaf Ari aku rak bisa, bukankah kau akan menikah"


"Darimana kau tau"


"Adalah isu itu sudah menyebar kencang"


Ari sangat marah karena rencananya gagal


"Anggun aku ingin bertemu denganmu adahal yang akan ku bicarakan penting"


"bicarakan saja di HP ini"


Karna gagal merayu Anggun sifat kasarnya muncul kembali.


"Anggun kalau kamu tidak mau bertemu denganmu aku akan berbuat kasar lagi"


"Ari jangan mengancam lagi sudah cukup semuanya, besok kan kita ketemu diacara wisudamu"


"Ya sudah besok kita ketemu di acaraku"


"Ingat Anggun meskipun nantinya aku menikah dengan orang lain tapi hatiku hanya untukmu"


"Jangan gila kau Ari, hati ku hanya untuk Dion dan kami juga akan menikah jangan ganggu kami lagi mengerti"


"Aku tak peduli yang kau katakan Anggun"

__ADS_1


Bersambung jangan lupa like dan comennya terima kasih dan baca cerita ini


__ADS_2