Kurelakan Keperawananku, Demi Gelar Dokterku

Kurelakan Keperawananku, Demi Gelar Dokterku
cinta tak harus bersama


__ADS_3

"Jangan begitu dokter, lupakan saja saya, saya sudah punya suami meski suami saya sedang tak sadarkan diri dan saya sendiri tak tau kapan dia sadar namun saya tidak mungkin berpaling padanya"


"Ia Anggun aku tau itu, aku juga tak memaksa kamu membalas cintaku ini, aku hanya ingin kamu tau saja tentang perasaanku padamu, aku harap sikapmu tetap sama, meskipun aku sudah mengutarakan cintamu padamu ya, jangan berpaling padaku atau menjauh. Kita sudah sama-sama dewasa bukan"


"Ia dokter tentu saja saya tidak akan menjauh, saya mau pergi kemana lagian saya juga kerja disini heeee, saya senang kok dokter jujur, lagian saya sebenarnya juga ada perasaan yang berbeda ke pak dokter, tidak mungkin kan kita bersama selama ini, dokter sering membantu saya tetapi saya tidak ada rasa ke dokter, tapi biarkan saja rasa ini tumbuh atau tambah menghilang, kita juga tak tau jalan Tuhan bagaimana nantinya"


"Ia Anggun, kita juga tak tau bagaimana Tuhan memberikan jalan pada kita, yang penting kita jalani yang ada saja, meski kita tidak bersama setidaknya kita masih bisa menjadi seorang sahabat seperti sekarang"


"Ia dokter benar itu"


"Maaf dok, ini makanannya"


"Oh ia terimakasih"


"Ayo Anggun kita makan bersama"


"Baik pak dokter"


Mereka akhirnya makan berdua, dan tetap dokter dino masih memandang Anggun di saat mereka makan siang.

__ADS_1


Datanglah dokter, dini diantara mereka berdua.


"Cie ....... cie, dokter dino dan dokter Anggun makan siang tidak ajak-ajak aku, apa mau berduaan saja sehingga aku tidak diajak makan bersama.


"Ah kamu duduk sini, makan bersama bersama kita"


"Ah aku gak mau jadi obat nyamuk lah, gak enak jadi obat nyamuk"


"Dokter Dini ini bilang apa sih, kami hanya makan saja ucap Anggun"


"Ocelah aku duduk disini kalau dokter Anggun memaksa"


"Dokter Anggun dok haaaaa, kenapa nich. Dokter Dino tak suka ya atau keberatan saya duduk disini?"


"Oh tentu tidak, saya hanya bercanda"


"Kalian sungguh serasi loh"


"Ah kamu apa-apaan, aku sudah punya suami dan anak loh"

__ADS_1


"Tak apa-apa Anggun lagian dokter frans tak tau kapan akan sadar, kamu bisa kok, meninggalkannya"


"Jangan bilang begitu Dini, aku sayang dia"


"Ia tau jangan marah, dengar tuh dokter Dino, Anggun mencintai suaminya jadi jangan berharap, mending ma dini aja dok, masih sendiri nih!!!!"


"Haaaa Dini, ada-ada aja, kami cuma berteman saja, boleh juga tawaranmu masih ada dokter dini heeeee"


"Saya juga cuma bercanda pak dokter"


"Ya sudah, pesananmu sudah datang tuh, ayo kita makan dulu bersama-sama"


"Siap ayo kita makan, terus kita kerja lagi"


Sebenarnya dokter Dini sangat mencintai dokter Dini jauh sebelum Anggun tiba, namun dia tak berani mengutarakan cintanya karna tau dia bukanlah tipe dokter Dino, semua tipe dokter Dino ada pada Anggun, Dini yang tomboi dan tidak suka berdandan, berbanding terbalik dengan Anggun yang sangat feminim, memakai hijab dan pintar sekali berdandan.


Hancut hati dokter Dini, melihat Dino malah jatuh cinta pada Anggun yang sudah memiliki suami.


Namun perasaan sukanya pada dokter Dino akan dia pendam selamanya dan biarkan Tuhan menuliskan jalan yang terbaik bagi mereka berdua , untuk sekarang Dini cukup dengan menjadi sahabat Dino.

__ADS_1


bersambung


__ADS_2