Kurelakan Keperawananku, Demi Gelar Dokterku

Kurelakan Keperawananku, Demi Gelar Dokterku
Selingkuh


__ADS_3

Mereka berdua pulang ke rumah, sebelum pulang Anggun bertemu dengan Ari serta istri dari Ari, istri Ari menyapa Anggun dan menarik tangan Anggun.


"Mba Anggun bagaimana kabarnya"


"Baik sindi, udah berapa bulan nich yang di perut"


"Udah mau 4 bulan mba, mba aku mau bicara penting sama mba"


"Mau bicara apa sin, bilang aja"


Sementara itu Dion dan Ari sedang berbincang akrab dan aku tak tau apa yang dibicarakan mereka.


"Mba sebenarnya.....Sindi terdiam tanpa melanjutkan perkataanya"


"Sebenarnya apa sin!!!"


"Mba mas Ari walaupun menikah dengan ku, tapi hatinya hanya untuk mb Anggun, dia sangat menyesal sekali dulu sudah jahat sama mba"


"Sin apa yang kau bicarakan, aku sudah memaafkan Ari, dan sudah melupakan masa lalu ku, sekarang yang ada hanya masa depan, aku dengan mas Dion dan kamu dengan Ari, kita kubur masa lalu kita, kita tatap masa depan kita dengan kebahagiaan, aku harap kamu mengerti ya dan jangan bahas hal ini lagi"


"Ia mba maaf"


"Ia aku senang sekali bisa bertemu kamu disini, doain aku juga cepat hamil ya sin"

__ADS_1


"Pokoknya doa yang terbaik buat mb, dan semoga mba bahagia selalu"


"Kamu juga ya sin, semoga bahagia selalu, sekarang tatap masa depan saja"


"Ia mba"


"Aku duluan pulang ya, kasian mas Dion kelihatannya dah bosan disini"


"Ia mba hati-hati kalau pulang"


Dion dan Anggun pulang kerumah, setibanya dia dirumah mereka sangat kelelahan.


"Sayang terimakasih ya sudah menemaniku, diacara pernikahan Mira"


"Sayang anak itu anugerah, mungkin Tuhan belum beri kita rezeki saja maka sabar ya mas"


"Ia sayang"


Mereka berdua beristirahat tiduran di kamar, berdua, Dion ingin mengajak berhubungan intim, tapi Anggun merasa lelah sekali.


"Sayang ayo kita buat dedek"


Sebenarnya Anggun capek sekali, tapi namanya kewajiban istri melayani suami jadi dia harus melayani Dion dengan baik. Anggun melayani Dion dengan setengah hati jadi dia kurang merasakan surga dunia, Dion mulai mencumbunya dari ujung kaki hingga ujung kepala, Anggun hanya pasrah menerimanya, setelah Dion selesai menikmati indahnya tubuh Anggun, Dion merasa kelelahan, begitupun Anggun, Anggun tidur disamping Dion setelah beberapa waktu Anggun sedikit tertidur.

__ADS_1


Dion dengan sembunyi-sembunyi meninggalkan Anggun dikamar, dia mengedap-ngedap ke luar kamar, Dion tidak sadar bahwa Anggun belum terlalu tertidur pulas.


"Ani hari ini aku dibuat malu sama Anggun"


"Malu kenapa mas Dion"


"Teman-teman yang lain istrinya sudah pada hamil, sedangkan Anggun belum"


"Sabar mas, coba saja mas nikah sama aku pasti mas sudah punya anak heee"


"Ia Ani apalagi tau gak kamu Ani, aku menikahi Anggun yang tidak perawan"


"Apa mas"


"Ia aku menyesal sekali menerima dia jadi istriku apalagi dia susah hamil"


Anggun mendengar perbincangan itu, hancur hatinya. Anggun tak sadar meneteskan air matanya, Dion laki-laki yang dia sayangi dengan tulus, dan dia kira mencintainya dengan setulus hatinya ternyata dia tidak ubahnya dengan seseorang laki-laki pecundang, ternyata dia tidak sepenuhnya mencintainya dengan tulus.


Dion masih saja telfonan dengan Ani, tapi Anggun belum tau siapa wanita yang telfonan dengan istrinya.


Anggun kembali ke kamar tidur dan pura-pura tidak ada kejadian apapun, dia masih penasaran sebenarnya siapa wanita yang sering telfonan dengan suaminya.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2