
Suasana di ruang UGD terasa mencekam yang terdengar hanya suara jeritan Ari dan ibunya, om Tio sudah pergi untuk selamanya, tinggal kenangan yang tersisa, sedang Anggun hanya bisa terdiam dan termenung tanpa suara. Menangis sendiri di sudut pintu ditemani Dion yang setia bersamanya, tulus dan selalu ada disampingnya.
Kehilangan sesuatu, atau seseorang? Orang yang mungkin selama ini membuat nyaman, kini tak lagi berkesan. Di sinilah menariknya, bak pantulan kaca. Di sisi kita, boleh jadi kita kehilangan. Tapi di sisi lain, boleh jadi ia malah menemukan. Atau seseorang yang lain, yang menemukannya.
Sama hal seperti dompet, hape, atau kunci kita yang sering hilang, salah taro, ada saja orang lain yang kemudian menemukannya. Beberapa orang mengembalikannya, ada yang membiarkannya, cuek tak peduli, ada juga yang memilih untuk memungutnya baik-baik. Memungut sesuatu yang kita campakkan, sengaja atau tak sengaja.
Anggun kehilangan om Tio yang selama ini membantunya dalam membiayai kuliah, tapi dia juga kehilangan harga dirinya. Sekarang dia sadar atas kesalahannya, tapi hikmah dari semua ini dia mendapatkan laki-laki yang tulus dan mau menerima dia.
"Anggun kenapa kau masih disini ucap Ari, belum puas kau hancurkan keluargaku, aku sekarang sudah kehilangan ayah tersayangku, liat Anggun besok sedikitpun harga dirimu akan hilang tak bersisa"
"Aku memang wanita menjijikkan Ari mungkin aku sudah tak punya harga diri sedikpun, aku sudah pasrah Ari bila dengan semua ini kau puas aku ikhlas melepas cita-cita ku, aku sudah lelah Ari biar semua orang tau aku bukan wanita baik-baik"
"Oh nantang aku kamu Anggun oke liat besok"
"Sudahlah Ari, ayo kita bawa jenazah ayah pulang ke rumah, kita sudahi dulu ini, ucap ibunya Ari"
"Ayo Anggun kita pulang percuma bicara sama orang yang pemarah itu, ucap Dion"
Akhirnya Dion dan Anggun keluar dari rumah sakit, tapi sebelum keluar Anggun melihat jenazah om Tio dan berkata.
"Om maafin aku selama ini dah merepotkan om Tio dan terimakasih untuk semuanya om"
Anggun pergi meninggalkan rumah sakit, dan Ari bersama ibu membawa jenazah om Tio untuk dimakamkan.
__ADS_1
Anggun pulang ke rumahnya, diperjalanan Dion berkata.
"Apa kamu serius akan melepas semuanya Anggun"
"Ia aku sudah sangat lelah dan akan mengakhiri semuanya"
Anggun pun tiba di rumah nya dan masuk kerumah untuk beristirahat dia menyiapkan diri untuk esok hari menghadapi kemarahan Ari, dan melepas semua cita-cita nya selama ini. Dia termenung di dalam kamar dan tiba-tiba melamun tentang kejahatan Ari.
Dear Kamu…
Kenangan terindah dalam hidupku..
Maaf bila cinta ini semngkin hari semangkin permanen..
Maaf bila rasa ini semangkin melekat erat..
Dan maaf karna aku yang tidak bisa melepasmu dari hati dan hidupku..
Tapi, sungguh aku mengatakan..
Bahwa tidak ada lagi cinta yang sanggup untuk menggeser ataupun menggantikan posisimu dihati kecilku ini..
Maafkan bila aku terlalu mencintaimu..
__ADS_1
Jika saja aku bisa bertanya pada Tuhan aku hanya ingin mengatakan “Mengapa Allah hadirkan kamu dihidupku..?
Mengapa Allah membuat cinta dihatiku..?
dan Mengapa pada akhirnya akulah yang tersakiti..?”
Tapi, aku bisa apa ?
Aku terlalu Fana untuk menuntut yang Kuasa..
Mungkin benar allah takdirkan kamu sebagai kenangan bukan tunangan..
Selamat tinggal Masa laluku..
Anggun meratapi nasibnya yang begitu menyakitkan, dan malam itu pun dia mengubur cintanya untuk Ari, dia menyesal sudah kenal dengan Ari, mencintai setulus hatinya, tak pernah menyangka dia sejahat itu, hati Anggun hancur sekali cinta pertamanya ternyata harus kandas.
Anggun sadar apa yang diharapkan belum tentu jadi kenyataan apalagi dia memulainya dengan hal yang tidak baik.
"Tuhan mungkin ini balasan untukku dan aku terima, aku akan mengikhlaskan cita-cita ku, dan aku akan jadi yang lebih baik"
Anggun pun istirahat tidur dan pagi pun tiba terdengar suara ayam berkokok.
kukuruyuk...... kukuruyuk yang menandakan pagi telah tiba Anggun bersiap-siap pergi ke kampus dan siap menjalani hidup pagi ini, apapun yang terjadi
__ADS_1
bersambung
Apakah Ari tega menghancurkan Anggun atau sebaliknya. Jangan lupa baca novel ini besok terimakasih