
Ku beranikan diri melangkahkan kaki kerumah Dion, aku sudah siapkan hati ini untuk terluka kembali, aku mau ke rumahnya karna ku fikir mumpung rasa ini belum dalam jadi andai orang tuanya tidak menyetujuinya maka belum terlalu susah untuk melupakan rasa.
Siang ini Dion mengajakku kluar dari mobil, kaki ku gemeteran, jantungku berdetak kencang hati ku resah tapi tetap ku langkahkan kaki untuk keluar dari mobil dan siap menghadapi kondisi terburuk.
"Assalamualaikum bu, ucap Dion"
Ada seseorang tua yang membukakan pintu, wajahnya cantik meskipun sudah tua, berjilbab. Tiba-tiba ibu itu berkata.
"Oh Dion dan Anggun masuk sini dah kami tunggu dari tadi Anggun"
Betapa kagetnya aku, kok bisa ibunya Dion sudah tau namaku, dari mana dia tau.
"Ayo duduk sini, Anggun jangan segan-segan"
Tiba-tiba ibunya menyulurkan tangannya dan berkata.
"Kenalin Anggun, aku ibu nya Dion namaku Ina, panggil aku bu ina ya jangan malu-malu"
Wah ternyata ibunya sangat ramah sekali tak seperti yang ku bayangkan.
"Ia bu nama ku Anggun"
"Ah ibu sudah tau kalau namamu Anggun, bagaimana kami tak tau hampir setiap hari Dion menceritakanmu dirimu pada kami"
Saut adiknya Dion, Dini "Ah kami dah tau benar nama kalian Anggun, Mas Dion cerita terus"
"Heeeee tawa Anggun, tapi dalam hatinya masih resah"
"Hemmm ucap Dion, maaf ya Anggun keluargaku ramai begini? "
"Tidak apa aku malah suka punya keluarga baru".
"Bagaimana ini hubungan kalian apa langsung kita nikahkan heee ucap ibunya Dion"
"Ibu jangan to the point gitu aku malu bu"
__ADS_1
"Halah jangan malu-malu, padahal mau banget kan"
Ibu ini adalah ibu yang baik, ramah penyayang pada anak-anaknya dan sebenarnya ibunya Dion juga punya masa lalu. Dion mempunyai 3 adik perempuan ayah Dion sudah meninggal 2 tahun yang lalu jadi Dion sekarang harus membiayai 3 adiknya yang sekolah.
Anggun masih saja resah.
"Anggun kenapa kayaknya bingung sekali, ayo ibu ajak kamu berkeliling rumah sambil kita ngobrol"
"Ia bu"
Dion berkata "Maaf ya Anggun ibu ku ramai sekali"
"Ia mas tidak apa-apa. Aku malah senang"
"Cie...... cie dah panggil mas nih, wah bentar lagi kita dapat kakak baru ucap adik-adiknya Dion"
Anggun langsung berdiri untuk mengikuti ibu Ina.
"Ayo nak Anggun ikut ibu!!!! "
"Ia bu"
"Ia bu aku yatim piatu"
Sambil berjalan berkeliling rumah bu Ina bertanya, tiba-tiba bu Ina mengajaknya duduk.
"Duduk sini nak ada yang mau ibu bicarakan"
Anggun spontan langsung takut dan bingung kalau bu Ina menanyakan masa lalunya.
"Sini duduk tidak usah takut"
Anggun langsung duduk bersama bu Ina.
"Ina kamu sekarang sedang kuliah kedokteran ya"
__ADS_1
"Ia bu"
"Maaf ya, kok Anggun mau berhubungan dengan Dion yang hanya lulusan SMA"
"Karna Dion tulus bu mencintai aku, dan menerimaku apa adanya makanya Anggun terima cinta mas Dion"
"Oh..... Anggun sebenarnya ibu sudah tau semuanya tentang kamu dari Dion, anak ibu tidak pernah menutup-nutupi dengan siapa dia berhubungan"
"Jadi mas Dion udah cerita semuanya bu, tentang masa laluku juga, tapi kenapa ibu dan keluarga masih baik sama Anggun bu"
"Anggun ibu tau, untuk kamu mau datang kasini, kamu butuh keberanian yang luar biasa, kamu pasti dah tau konsekuensinya"
"Ia bu, Anggun tau susah bagi sebuah keluarga menerima Anggun tapi andai ibu dan keluarga tidak menerima Anggun, aku mengerti bu tapi masih bolehkan Anggun bersahabat dengan mas Ari"
"Loh, siapa yang tidak setuju"
"Maksud ibu? "
"Ibu setuju dengan hubungan kalian Anggun, apapun masa lalumu, Dion sudah banyak cerita tentang mu jadi ibu paham, tau tidak Anggun ibu juga sama. seperti kamu dulu waktu gadis bedanya ibu jadi wanita penghibur lara hutang keluarga ibu yang begitu banyak sekali, ibu bertemu laki-laki yang baik di club malam dia mau menerima ibu apa adanya, itu alasan ibu mendukung Dion, waktu dia cerita tentangmu ibu teringat ibu masa dulu, yang penting mb Anggun harus janji ke ibu"
"Janji apa bu"
"Anggun tidak boleh mengulangi kesalahan yang sama dan harus jaga anak ibu baik-baik jangan sakiti Dion, karma ibu tau Dion sangat sayang pada Anggun"
"Ia bu Anggun akan jadi lebih baik dan tidak akan menyakiti mas Dion"
Anggun berdiri dan memeluk bu Ina.
"Terimakasih bu, sudah merestui kami. Dan menerima Anggun jadi pendamping mas Dion"
"Sudah pelukannya, nanti kita jadi tingky wingky heeeee, canda bu Ina yang lucu"
"Ibu ini lucu sekali heee ucap Anggun, ayo ke depan, jangan ceritakan rahasia kita ke Dion, ini rahasia wanita heeeee "
"Baik bu"
__ADS_1
Merekapun menuju keluar kembali untuk menemui Dion.
bersambung