Kurelakan Keperawananku, Demi Gelar Dokterku

Kurelakan Keperawananku, Demi Gelar Dokterku
sedih


__ADS_3

Kehilangan seseorang memang menyakitkan, apalagi jika orang tersebut adalah orang yang sangat kita kasihi tentu akan meninggal kan luka dan kenangan, tetapi kita tidak boleh terus menerus larut dalam kesedihan.


Dunia kita tak lagi sama…


Kau telah berada di tempat yang jauh dan penuh cahaya suci…


Dan aku terbujur dalam sepi dan menanti untuk bertemu dirimu


Namun entah kapan kita bisa ketemu kembali


Dan bersama lagi seperti sedia kala


Aku sangat merindukan dirimu


Senyummu dan canda tawamu


Yang selalu menghiasi hari-hari’ku dengan ceria…


Namun…


Tuhan berkehendak lain


Kita berpisah untuk selama-lamanya

__ADS_1


Hanya sebongkah nisan yang tertulis namamu


Dan hati’ku berkecamuk tak menentu…


Dalam ruangan kosong dan hampa


Aku terduduk di bangku yang kau duduki itu


Hati Ku menahan isak dan tangis


Dan berderai air mata yang terjatuh bergelimpangan.


"Mbok ....... jangan pergi!!!!!" teriakan Anggun begitu keras.


"Maaf bu, akibat pendarahan yang hebat di bagian kepala maka mbok nya tidak bisa kami selamatkan, kami harap ibu kembali ikhlas atas apa yang terjadi ya bu"


"Susah sus untuk ikhlas dan melewati ini semua, ini bagaikan mimpi buruk bagi ku"


Mbok di dunia ini sebatang kara, tak suami dan saudara, anggun sudah menganggap mbok layaknya ibunya sendiri, jadi bagaimana dia bisa ikhlas atas semuanya yang telah terjadi.


"Mbok kenapa kau pergi secepat ini, anggun tak tau mbok bagaimana harus melewati semua ini sendiri"


Ambulan membawa zenajah mbok, untuk di makamkan anggun dan Anisa ikut di dalamnya, mengantarkan mbok di peristirahatan yang terakhir, hati anggun hancur berkeping-keping. yang tersisa hanya penyesalan. andai dia tak mengajak suaminya jalan-jalan mungkin ini semua tak akan pernah terjadi dan mereka akan baik-baik saja seperti biasa.

__ADS_1


Mobil ambulan itu tiba di pemakaman, dan mbom di makamkan dengan tenang disana.


"Mbok tenang ya disana, terimakasih untuk semuanya yang telah mbok lakukan pada keluarga kami"


Mira mengusap air matanya dan harus kembali ke rumah sakit untuk bertemu suaminya, tapi dia memandang wajah mungil anaknya, dan merasa kasian pada anaknya, tiba-tiba ponsel genggamnya berbunyi.


kring..... kring, di lihat ani yang menelfon.


"Ani.... teriakan anggun di telfon sambil menangis"


"Jangan menangis anggun, aku sudah liat semuanya di berita, kamu tidak apa-apa kan?"


"Semuanya tidak baik-baik saja Ani, frans koma dan mbok yang mengasuh anakku meninggal"


"Ya Tuhan kamu dimana sekarang"


"Aku sudah selesai memakamkan mbo, ini aku mau kembali ke rumah sakit akan menunggu suamiku, tapi aku bingung anisa tak ada yang menunggu, kalau dia aku bawa ke rumah sakit kasian dia"


"Sudah jangan menangis aku dan mas Dion akan kesana tunggu kami ya, kamu yang sabar dan tenang disana, semua akan baik-baik saja yakin itu Anggun"


Ani menutup ponselnya, dan langsung bergegas pergi ke rumah sakit bersama Dion, karna mereka tau Anggun sudah tidak punya siapa pun di dunia ini, dia hanya punya frans yang selalu sayang padanya.


Hidup dan mati seseorang tidak ada yang tau, kita juga tak akan tau apa yang terjadi hari ini atau esok, lakukan yang terbaik dan terus berbuat baik sampai Ajal menjemput.

__ADS_1


bersambung


__ADS_2