Kurelakan Keperawananku, Demi Gelar Dokterku

Kurelakan Keperawananku, Demi Gelar Dokterku
curiga


__ADS_3

Jam dinding menunjukkan pukul 16.00 saatnya Anggun pulang dari kerja, saat tadi dia bekerja dia curiga sekali dengan sikap Ani.


"Dok, apa benar mas Dion itu suami dokter"


"Ia benar sekali Ani, kami menikah sudah hampir 2 bulan"


"Oh aku baru tau dok, kami dulu berteman baik sekali, sahabat-sahabat di SMP saling menjodohkan kami, tapi kami tak ada hubungan apa-apa selain pertemanan, kemarin itu aku tak sengaja bertemu mas Dion dok, aku kaget sekali sudah lama kami tak bertemu, dia sangat berbeda sekali tidak kayak waktu SMP dulu, sekarang putih, bersih pokoknya tampan. hemmm dokter jangan marah ya aku berkata seperti ini"


"Kenapa aku harus marah biasa aja, Ani aku malah senang kamu puji suamiku"


Padahal di hati Anggun sangat jengkel sekali ada wanita lain yang memuji suaminya.


"Ani, tapi awas loh jatuh cinta sama suami saya heeeee, canda Anggun sambil tertawa lebar"


"Ah dokter bisa aja, gak akan dok, heee senyum Ani tipis"


"Jangan marah saya juga bercanda, tapi kalau kamu suka sama suami saya ya gak apa-apa"


"Gak dok, gak mungkin aku jadi pelakor"


"Ia aku pegang janjimu"


"Dok tadi mas Dion bilang dokter terkena kista"


"Loh kok kamu tau, aku kena kista"


"Ia mas Dion tadi cerita"


"Apa, beribu tanya ada dibenakku, kok bisa hal seperti itu diceritakan ke orang lain, aku merasa malu hal pribadiku di ceritakan ke sahabatnya, perasaan curiga itu muncul kembali"


Dion pun menjemput ku pulang.

__ADS_1


"Sayang ayo kita pulang sudah sore ini"


"Ia sayang"


"Oh pak Dion menjemput dokter Anggun ya, ucap Ani dengan centilnya"


"Ia jemput istri tercinta"


"Ayolah pulang sayang katanya sudah sore, aku juga capek sekali"


"Aku pulang dulu ya Ani"


"Ia mas hati-hati"


Anggun pun merasa sangat curiga dengan kedekatan mereka, dan dia sangat marah hari itu, Anggun berjalan ke arah parkiran mobil dengan wajah yang cemberut.


Di dalam mobil Dion berkata.


"Sayang kok cemberut gitu"


"Gak mungkin kalau tidak apa-apa wajahmu cemberut begitu, sudah ada apa sayang"


"Kamu sebenarnya ada hubungan apa sama Ani"


"Sayang, yang cantik dan manis kan aku sudah bilang aku hanya berteman, dan hanya ada dirimu dihatiku, seperti biasa Dion merayu Anggun"


Sikap Dion mulai berubah pada Anggun karena dia sangat kecewa karena Anggun tidak kunjung hamil, dan Dion ingin sekali punya anak yang belum tentu Anggun dapat memberinya anak.


"Ia sayang aku percaya padamu, tapi kenapa tentang hal aku sulit hamil kau ceritakan pada Ani mas, aku kan sangat malu"


"Sudah ah jangan bahas itu, kita fokus program hamil aja"

__ADS_1


Mereka pun akhirnya tiba dirumah dan masih saja termenung, Dion masuk ke dalam rumah dan Anggun tidak masuk kerumah.


"Sayang ayo masuk, aku mau mandi, kalau kamu di luar saja nanti dingin loh, ayolah masuk, aku tak mau istriku tersayang sakit, kamu harus sehat biar kita punya anak"


Hati Anggun sangat sakit sekali setiap Dion mengungkit-ungkit nama anak.


"Sayang jangan ungkit nama anak dulu ya, aku mau duduk di luar dulu biar tenang fikiranku"


"Ya sudah aku masuk dulu"


Anggun duduk diluar sendirian sambil melamun.


Tuhan tidak pantaskah aku bahagia, sekarang hidup ku sudah lengkap punya suami, cita-cita ku tercapai tapi ada saja ujian dari mu, aku lelah Tuhan, mungkin sebagai manusia aku tidak boleh mengeluh tapi aku hanya manusia biasa yang bisa rapuh.


Anggun tak sadar dia meneteskan air matanya dan meratapi nasibnya mungkinkah aku akan bahagia seperti orang di luar sana, dan dia memaknai hidup ini.


Hidup memang penuh misteri kadang kehidupan ini penuh dengan kebahagian kadang penuh dengan rintangan. Kita diharuskan untuk mampu mempelajari hidup ini hingga bisa mencapai tujuan kita hidup. Menggapai cita-cita atau membangun rumah tangga yang bahagia merupakan tujuan yang umum untuk semua orang.


Anggun sudah mulai merasakan ketenangan dan masuk ke dalam rumah.


"Sayang ayolah istirahat besok kita kerja lagi sudah lah, apa yang kamu fikirkan, aku teh sangat mencintaimu, ayo tidur"


"Ia mas aku beres-beres terus tidur"


Setelah Anggun selesai beres-beres Anggun pergi ke kamar dan mencium Dion.


"Mas Dion aku sangat mencintaimu, aku harap sikap mi padaku tak akan pernah berubah"


"Ia sayang aku tak akan berubah, sekarang kita tidur ya#'


"Ia mas"

__ADS_1


Mereka berdua kembali berpelukan, dan Dion mulai menikmati indah tubuh Anggun, sebenarnya Anggun masih sangat jengkel sekali pada Dion, tapi dia harus tetap memberikan pelayanan yang baik untuk suaminya.


bersambung


__ADS_2