
Anggun putuskan untuk mandiri tanpa harus mengandalkan transferan om Tio. Sore itu sepulang hari terakhir Anggun magang di rumah sakit, Anggun menelfon om Tio kebetulan kuliah Anggun tinggal 1 tahun lagi selesai untuk menjadi seorang dokter umum, tapi bila ingin melanjutkan kuliah kembali untuk jadi spesialis masih butuh waktu yang lama, Anggun menghubungi om Tio.
kring.... kring.
"Assalamualaikum, maaf ganggu om Tio, Anggun ingin sekali ketemu om sekarang, kira-kira om ada waktu tidak sekarang".
"Ia ada waktu, emang ada apa, ucap om Tio".
"Ini om ada yang penting yang akan aku bicarakan pada om".
"Oh bisa, kita ketemuan di cafe yang dulu kita sering ketemu, om langsung meluncur kesana sekarang".
"Ia om anggun jg langsung berangkat".
Ari mengirim pesan singkat ke Anggun.
"Sayang kamu lagi apa, aku rindu sekali"
Anggun pun membalasnya.
"Aku lagi ada urusan penting, nanti ya kalau mau telefon setelah aku pulang ya".
"Oke sayang".
Anggun langsung bergegas untuk menemui om Tio, setibanya di cafe, Anggun langsung menuju tempat privasi yang sudah disiapkan om Tio sebelumnya. Om Tio sudah menunggu di dalam ruang privasi. Anggun masuk ke dalam ruangan.
"Sore om ucap Anggun".
"Sore juga Anggun, ayo masuk, cepat apa yang kamu mau bicarakan karna om buru-buru ada urusan nanti".
"Ia om langsung aja om, Anggun meminta om kesini karna Anggun mau bilang, mulai bulan besok Om bisa menyetop semua transferan om ke Anggun karena Anggun ingin belajar mandiri dan tak ingin bergantung pada siapa pun om".
"Terus kuliahmu bagaimana? ".
"1 tahun lagi selesai om, aku bisa bekerja demi melanjutkan kuliahku, terima kasih om untuk semuanya, aku akan mengubur semua masa lalu ku bersama om, meski itu tidak bisa om".
"Ia om juga minta maaf padamu jika om ada salah".
"Ia om sama-sama kita sama-sama salah om, semoga Tuhan bisa memaafkan kesalahan kita".
"Soal Ari gimana, apa kamu akan melanjutkan hubungan dengan nya"
"Ia om akan Anggun lanjutkan, hingga suatu saat Anggun akan memberitahukan semua pada Ari".
"Apa, om kan sudah pernah bilang jangan pernah kau bongkar semuanya pada Ari, ngerti kamu Anggun, om bisa lakukan hal yang kamu juga pernah menyangka om tega lakukan itu. Om harap kamu mengerti. Om sudah bolehkan kamu berhubungan dengan anak om tapi kamu juga harus tau batasannya".
"Ia om Anggun tau".
"Dia anak satu-satunya om, jadi jangan buat dia membenci om".
"Ia om Anggun sangat mengerti".
__ADS_1
"Kalau keputusanmu sudah kau fikirkan matang-matang oke lah, mulai bulan depan om tak akan mentranfer lagi, sudah ada lagi yang akan kau bicarakan atau tidak".
"Sudah om tidak ada".
ya sudah om pulang dulu, kamu hati-hati kalau pulang, ingat om cuma setuju kamu jadi pacar Ari tapi om tak ikhlas kamu jadi istri anak saya, om harap kamu mengerti hal ini".
"Ia om. Anggun sangat mengerti om"
Om Tio meninggalkan Anggun, dan Anggun juga keluar dari cafe, tak lama hp Anggun pun berdering, dilihatnya ternyata telefon dari Dion.
"Assalamualaikum, Dion?"
"Waalaikumsalam, Anggun, jadi tidak Anggun kamu akan bertemu dengan aku".
"Tentu saja Dion jadi, kamu bisa jemput aku tidak sekarang di cafe ceria".
"Kamu tunggu aku ya, aku kesana".
Anggun sebelumnya mengirim pesan singkat kepada Dion yaitu Anggun ingin sekali buka usaha makanan. dengan sedikit modal yang dia punya. Karna Dion punya rumah makan yang banyak maka Anggun berfikir untuk minta di ajari cara berbisnis dengan Dion. Anggun tau benar bagaimana Dion merintis usahanya dari nol.
Dion dulu waktu SMA sering sekali membawa makanan di sekolahan di titipin ibu kantin, Dion bukan dari keluarga kaya raya seperti Ari, tapi dia memiliki semangat yang tinggi untuk maju. Dion bukan anak kuliahan tapi dia berwawasan luas sehingga dia bisa mengembangkan usahanya menjadi besar.
Tak lama kemudian Dion datang menemui Anggun.
#'Tinnn..... Tinnm"
klakson mobilnya berbunyi, mobilnya tak semewah Ari, tapi mobilnya Dion dibeli dengan hasil jerih payahnya sendiri.
"Ia kita tidak mengobrol disini saja ucap Anggun"
"Tidak usah, ayo ikut aku da tempat yang indah yang akan ku tunjukkan padamu".
Anggun masuk ke dalam mobil, dan Dion langsung mengendarai mobilnya. Di dalam mobil Dion berkata.
"Anggun emang da apa tumben kamu, ingin bertemu aku sudah malam ini dan kelihatannya kamu lagi sedih".
"Dion nanti saja aku ceritakan kalau sudah sampai ya".
"Oke kalau begitu".
Dion langsung mengendarai mobilnya dengan kencang agar cepat sampai. Akhirnya mereka sampai di sebuah taman yang indah dan di sana juga banyak sekali orang yang menjual makanan yang sederhana, suasananya ramai sekali. Mereka duduk berdua sambil menikmati jagung bakar, Dion sangatlah sederhana untuk mengajak Anggun ke sebuah cafe dia sangatlah mampu tapi dia tidak melakukannya.
"Anggun duduk sini apa yang mau kau katakan Anggun".
"Dion ada hal yang akan ku katakan, aku ingin mandiri Dion, ingin hidup normal seperti layaknya orang-orang bebas. Aku ingin menjadi lebih baik Dion".
"Bukankah kau sudah mandiri, kau bisa kuliah kedokteran, kamu sudah bahagia dengan pacarmu. Aku mencintaimu sejak kita SMA aku memendamnya karna aku tau aku tak pantas untukmu. Makanya baru sekarang aku berani ungkapkan perasaanku karna aku tau sekarang aku sudah pantas untukmu, meski aku bukan anak kulihan. Tapi aku tak pernah memaksamu untuk mencintaiku. Aku bahagia melihat kau bahagia".
"Dion bantu aku mandiri bisakah?. Ucap Anggun dengan penuh harapan supaya Dion bisa membantunya".
"Apa Anggun aku akan membantumu sebisaku".
__ADS_1
"Aku pingin usaha apa saja, dengan sedikit modal yang aku punya".
"Ia Anggun, kita mulai yang kau suka dulu. Terus kuliahmu bagaimana?".
"Tugas magang ku sudah selesai, tinggal nyusun skripsi dan semuanya selesai, masalahnya aku sudah tak ada biaya, makanya aku ingin mandiri".
"Kamu suka bikin kue kan Anggun".
"Ia Dion, dengan penuh semangat Anggun menjawabnya".
"Bagaimana kalau kita mulai dari itu, aku ada ruko tidak dipakai, tempatnya kecil memang tapi letaknya strategis, kamu bisa pakai dulu soal uang sewa bisa nanti ja kalau sudah ramai. Kamu malem bisa buat kuenya nanti 2 pekerjaku akan membantumu. Bagaimana Anggun kamu setuju atau tidak? ".
"Aku setuju sekali Dion terimakasih banyak ya".
Dalam hati Dion bertanya-tanya terus uang dari mana dia bisa kuliah selama ini, padahal Dion tau Anggun tidak ada usaha apa-apa selain kuliah saja.
"Anggun aku peduli padamu, banyak selentingan teman-teman yang mengatakan tidak enak, aku mau tanya kebenarannya tapi kamu jangan marah".
"Tentang apa Dion".
"Anggun sebenarnya uang dari mana kamu bisa melanjutkan kuliah kedokteran, aku tau itu sangat mahal meski kamu dapat beasiswa tapi tidak masuk akal kamu bisa kuliah kedokteran".
"Dion jika aku jujur padamu, mungkin kamu tak akan mau menjadi sahabatku, dan kamu akan jijik padaku Dion".
"Anggun, setiap manusia pastinya pernah melakukan kesalahan, yang terpenting adalah kita dapat memperbaiki kesalahan itu".
"Dion kenapa kamu begitu bijaksana sekali"
"Dari pengalaman hidup aku belajar banyak Anggun".
"Dion aku akan jujur padamu, tapi kamu harus merahasiakan semuanya".
"Ia Anggun aku akan merahasiakan semuanya".
Anggun meminta Dion untuk memegang tangannya.
"Dion bolehkan aku pegang tanganmu, aku akan menceritakan semuanya"
"Ia peganglah tanganku".
Anggun memegang tangan Dion dan memberanikan diri untuk menceritakan semuanya, tapi dia merahasiakan nama om Tio.
"Dion kamu tau tidak, aku melakukan kesalahan besar untuk mewujudkan cita-cita ku Dion"
"Kesalahan apa Anggun".
"Dion aku menjual diriku hanya untuk aku bisa jadi seorang dokter".
Apa!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
bersambung
__ADS_1
Jangan lupa like dan comennya. terimakasih sudah membaca cerita ini dan dukungannya selama ini.