Kurelakan Keperawananku, Demi Gelar Dokterku

Kurelakan Keperawananku, Demi Gelar Dokterku
gunjingan


__ADS_3

"Eh liat tuh dokter Anggun dan Dokter Dino, dekat sekali sekarang apakah tidak malu mereka itu. bergelar dokter tapi kelakuannya gak bener begitu seperti tidak berpendidikan begitu, apa tidak malu mereka itu, dekat-dekatan tapi dengan status dokter anggun masin menjadi istri orang. dan suaminya juga masih hidup juga, apa mereka itu tidak mempunyai rasa malu ya"


Dokter Dini dengan sengaja berkata seperti itu di depan dokter Anggun, agar dokter Anggun mundur mencintai dokter Dino karna Dini sakit hati sekali cintanya tidak di balas dengan dokter Dino.


"Apa benar gitu, dokter Dini, kamu jangan berbicara begitu. Itu ada dokter Anggun yang berdiri di situ"


"Biarkan saja biar dia dengar, aku sengaja bicara yang keras biar dia bisa tau kesalahannya, dan biar tau diri"


"Dokter Dini tidak bagus bilang begitu"


"Biarkan saja"


Anggun hanya diam di sudut pintu, dan perasaan Anggun semakin kacau tak terkendali.


"Tuhan aku tak tau yang terbaik untukku, tapi salahkah aku ingin bahagia, mungkin aku terlalu egois mementingkan diriku sendiri namun aku hanya ingin bahagia saja"


Anggun tak kuat lagi mendengar hinaan Dini, dia langsung menghampiri dokter Dini.


"Maaf dokter Dini, apa yang anda katakan tentang saya, saya tak pernah menyakiti anda, tapi kenaa anda ikut campur dengan urusan hidup saya, sudahlah dokter Dini, urusin urusan dokter sendiri tak usah urusin urusan saya"

__ADS_1


"Udah Anggun sabar, ucap dokter siska"


"Susah untuk sabar dokter siska dia sudah sangat keterlaluan sekali, mengurusi urusan pribadi saya, tau apa dia tentang hidup saya kok berani menghina saya, saya tidak terima"


"Terus kalau kamu tidak terima, kamu mau berbuat apa, sudahlah Anggun kamu tuh salah, sudah urusin suamimu saja, jangan ambil Dino karna aku sangat sayang padanya, dia itu masih bujang, dan dokter yang tampan, dia berhak mendapat wanita yang lebih dari kamu, jadi jangan tipudaya dia, dengan rayuanmu dokter Anggun"


"Kamu itu sudah sangat keterlaluan menghina saya"


Prak...... prak.... prak.


Anggun tak kuasa menahan hatinya lagi, dan tangannya tiba-tiba menampar wajah mulus dokter Dini.


"Kamu memang pantas mendapat tamparan ini dariku, biar mulutmu itu tidak menghina orang lagi, kamu yang berpindidikan tapi mulut mu itu sangat kotor sekali"


Doter siska langsung berlari menemui dokter Dino, untuk melerai mereka berdua.


"Dokter ...... dokter!!!!!!"


"Kenapa dokter siska, kamu berlari seperti ketakutan begitu"

__ADS_1


"Ini dokter, dini dan Anggun berantam di ruangan itu" sambil siska menunjuk ke suatu ruangan.


"Ayo kita kesana, ucap Dino"


Dino tiba, dan dia sangat kaget melihat Dini dan anggun sedang bertengkar.


"Sudah- sudah, ada apa ini kalian berdua, apa kalian tidak malu di lihat orang banyak begini"


"Begini Dino, anggun menamparku dengan keras"


"Apakah benar itu Anggun, karna Dino tau persis sifat anggun yang tak mungkin marah sampai menampar jika tidak berlebihan"


"Ia benar Dino, tanya pada Dini, apa yang dia katakan tentang aku, aku sangat tak terima atas apa yang ia katakan"


"Dini apa yang kau katakan pada Anggun"


"Aku cuma mengatakan Anggun tak tau diri punya suami tapi masih mencintaimu"


"Sudahlah Dini jangan hina Anggun, karna aku juga salah mencintai dia, tau kau dini cinta itu tak tau kapan datangnya dan kepada siapa kita jatuh cinta"

__ADS_1


bersambung


__ADS_2