Kurelakan Keperawananku, Demi Gelar Dokterku

Kurelakan Keperawananku, Demi Gelar Dokterku
mencintai frans tanpa syarat


__ADS_3

Jika bertemu denganmu adalah takdir Tuhan, dan berteman denganmu adalah pilihan, maka jatuh cinta padamu bukanlah sesuatu yang aku rencanakan." 


"Kudobrak pintu hatimu untuk sekadar melihat sisa rindu yang sempat kutitipkan padamu. Ingin kuambil pecahan rindu itu, untuk kurangkai kembali menjadi utuh." 


"Begitu pagi saat jantungku berdegup kencang menerjemahkan isi pikiranku yang ternyata kamu." 


"Senyumanmu adalah detik jarum jam bagiku. Terasa singkat, secepat angin berlalu. Menjadikan dering bel sekolah bagai lantunan melodi rindu."


"Cinta bisa memberikan cahaya pada mata yang sekalipun buta. Cinta juga bisa jadi petaka meski pada orang yang di surga. Ah, biarlah... cinta tak butuh kata-kata."


"Sayang kenapa kamu romantis sekali hari ini mas"


"Emmmm aku, romantis istriku tercinta malah bingung, 3 hari ini kita liburan adalah hari untuk kita mengulang masa pacaran lagi"


"emmm, seperti mau pergi jauh saja sayang, bukankah kita akan bersama selamanya"


"Ia sayang, tapi kita harus menikmati waktu yang ada"


"Ia sayang"


Frans mencoba memegang Anggun dengan mesra.


"Sayang sudah pagi ini, anak kita nanti menangis"

__ADS_1


"Ada mbok sayang. tadi malam kita tidak sempat tau sendirikan, semenjak kita punya anak kita jarang berdua begini, kamu sibuk dengan anak kita"


"Heeeee ada yang cemburu nich sama anaknya"


"Tidak sayang, anak kita adalah segalanya, kayaknya kita harus kasih adik lagi sama Anisa"


"Tapi Anisa masih kecil sayang, apa tidak dia butuh kasih sayang kita yang lebih"


"Sudahlah mumpung kita berdua masih muda, aku ingin kita punya anak yang banyak"


"Okelah bila suamiku meminta begitu"


Akhirnya frans memegang tanganku dan memandangku dengan tajam. Keringat dingin ke luar dari dahi frans dan dia terlihat gerogi sekali.


“Cinta itu kita. Saat diriku menyatakan sanggup menikahimu, dan engkau menerimaku inilah yang disebut cinta. Bukankah defenisi tertinggi dari cinta ialah pernikahan yang dilandasai ikhtiar menyempurnakan separuh agama, saat kita menikah karena Allah, maka kita telah menjelma cinta.”


frans memegang tanganku dan sebelum kami berhubungan dia berdoa terlebih dahulu, ku rasakan tulus cintanya.


frans mulai membuka kancing bajuku satu per satu jantungku berdenyut dengan kencangnya betapa dia menghormatiku, dia membelaiku dengan lembutnya ku rasakan cintanya.


frans mulai membelai gunung kembarku dengan mesra dan membelai badanku dengan lembutnya, menikmati semua bagian tubuh ini, aku merasa bahagia sekali, sentuhannya membuatku sangat tenang sekali.


Sampai dia mulai membelai gua ku dan dia berkata.

__ADS_1


"Sayang aku mulai ya"


"Dia menatap wajahku dengan tatapan penuh cinta bukan hanya sekadar nafsu"


Dia mulai memasukkan tongkatnya, aku merasakan nikmat yang luar biasa, nikmat yang belum pernah ku rasakan, mungkin kali ini karena ku lakukan penuh dengan cinta dan Dion tidak pernah mencium ku, dia mencium bibirku dengan mesranya, mulailah kami berdua bercinta, menyalurkan rasa cinta kami berdua. Aku merasakan kenikmatan dunia itu, seperti biasa frans sangat pintar sekali di ranjang.


“Aku dan frans memaknai kesukaan sebagai kecintaan. Kesukaan hanya berdasar nafsu birahi sedangkan kecintaan berdasar nafsu rohani. Bukankah salah satu landasan cinta itu memuliakan orang yang dicintainya, jadi apakah dengan menjadikan seseorang sebagai kekasih itu sebuah kemuliaan.


Kami pun berpelukan kembali mengungkapkan rasa cinta kami berdua.


"Sayang pasti yang ini jadi untuk adik Anisa"


"Ah kamu bisa aja sayang"


Kami sangat bersyukurlah dengan getaran yang kami rasakan, sebab pada saat itu cinta di antara kita mulai bertumbuh kembang menjadi lebih besar. Ada perasaan campur aduk yang tak bisa dibahasakan dengan kata-kata, tetapi hanya mampu dirasakan dengan jiwa.


“Benar sekali sayang, jantung frans terasa berdetak kencang. Malu sebenarnya mengucapkan hal ini, tetapi entahlah bersamaan dengan detak jantung ada getaran lain yang tak mampu aku defenisikan selain sebuah rasa bahagia.”


“Begitulah yang terjadi apabila manusia mampu mendudukkan cinta secara benar, permulaan cinta itu tidak dapat dilukiskan dengan kata-kata, sebab telah nyata seseorang yang dicinta termiliki sebagai karib rumah tangga. Kalau mendudukkan cinta secara salah, permulaan cinta itu dipenuhi angan-angan. Pacaran itu sebuah halusinasi yang paling membahayakan, pikirannya membayangkan segala sesuatu yang indah karena merasa sudah memiliki dan termilki, kenyataannya keduanya belum ada ikatan pernikahan.”


“Terima kasih sayang"


bersambung

__ADS_1


__ADS_2