
2 tahun kemudian.
Hari berganti hari, bulan berganti bulan dan tahun sudah berganti tahun, aku jalani hidup dengan menunggu dan menunggu suatu keajaiban.
Dino masih saja disini, di sampingku, selalu membantuku dan selalu ada untukku dan anak-anakku, merekapun sudah sangat dekat dengan Dino, bahkan anak perempuanku yang kecil sudah menganggap Dino sebagai ayahnya, mungkin karna anak perempuanku rindu akan adanya sosok ayah dan kasih sayang seorang ayah, maklum saat frans koma, Anisa masih berumur 3 tahun, hatiku hancur dan sakit sekali saat Anisa memanggil Dino dengan panggilan ayah, mungkin dia anak kecil jadi ia tau mana yang tulus dan yang tak tulus padanya.
Anggun duduk di kursi rumah sakit sendirian, tiba-tiba Dino menghampiriku.
"Anggun tahun sudah berganti tahun dan kamu tau sendiri, frans belum ada perubahan, masih saja seperti dulu, kita dokter anggun, kita tak tau kapan frans akan siuman, sedangkan anak-anakmu butuh seorang ayah yang menyayanginya, ijinkan aku menjadi ayah bagi mereka akan aku berikan seluruh kasih sayangku pada mereka"
"Aku juga sayang sama kamu, tapi apa kata orang aku mempunyai 2 orang suami, apa hinaan mereka padaku perempuan yang poliandri, sehina itu kah aku, tapi untuk menggugat cerai suamiku itu semua tak mungkin bagiku, karna frans adalah laki-laki yang menerimaku dengan tulus dengan semua masa laluku yang sangat kelam, dia adalah pelita dalam ke gelapanku"
"Aku mengerti Anggun, tapi kamu juga harus melanjutkan hidupmu, bagaimana jika kita menikah secara siri saja Anggun, setidaknya secara agama kita sudah sah suami istri"
"Dino tau kah kamu apa yang aku takutkan selama ini"
"Lalu apa yang kamu takutkan"
__ADS_1
"Aku takut frans bangun dan melihat aku menikah lagi, betapa hancur hatinya nanti, dan akupun tak mau menyakiti hatinya, orang yang baik selama ini padaku"
"Anggun aku janji kalau frans bangun, kita rahasiakan semua ini padanya, jangan sampai dia tau"
"Mana mungkin Dino, pasti orang-orang juga akan memberi tahu Frans"
"Ia juga, kalau tidak kita menikah diam-diam saja rahasia kita"
"Itu lagi tidak mungkin terjadi, kamu punya keluarga, dan kamu masih single"
Anggun menundukkan kepalanya dan diam seribu bahasa, dia tak tau harus berkata apa, namun dia sayang pada Dino.
Entah keputusanku ini benar ataukah salah, namun ku putuskan untuk bersama Dino dan menerimanya menjadi istrinya.
"Dino, aku menerimamu menjadi calon suamiku dan calon ayah dari anak-anakku, sekarang tinggal kamu merayu keluargamu, mereka setuju atau tidak bersamaku, kalau mereka tidak setuju baiknya kamu jangan mengejar aku lagi, biarkan aku sendiri"
"Ia Anggun aku janji akan membawa keluargaku untuk meminangmu jadi istriku"
__ADS_1
"Ia mas Dino"
Dino memegang tanganku.
"Terimakasih Anggun sudah menerimaku jadi calon suamimu"
"Ia mas, terimakasih juga untuk kasih sayang yang kau berikan selama ini"
"Ia Anggun"
"Sudah mas lepaskan tanganku, nanti ada orang yang tau"
"Biarkan saja mereka tau kita akan menikah"
Sebenarnya Anggun masih ragu, apakah ke putusannya ini benar atau salah, namun dia hanya menuruti kata hatinya saja.
bersambung
__ADS_1