Kurelakan Keperawananku, Demi Gelar Dokterku

Kurelakan Keperawananku, Demi Gelar Dokterku
Dion bermesraan dengan Ani


__ADS_3

Semua orang berhak bahagia begitupun Anggun, bagaimanapun masa lalu Anggun dia juga berhak bahagia, karena dia adalah manusia biasa yang berhak untuk bahagia atas hidupnya. Pagi jam menunjukkan jam 08.00 jam dimana Anggun sudah berangkat ke rumah sakit dan diantarkan oleh suaminya Dion, hatinya memang masih hancur sekali, rasa percaya pada suaminya sudah sirna Dion tak seperti yang dia kenal dulu, yang mau menerimanya apa adanya, dan mau menua bersamanya, hari ini Ani tidak masuk ke rumah sakit dan dia mengajukan izin sehari.


"Assalamualaikum, bu Anggun hari ini saya izin tidak berangkat, saya sudah mengajukan izin ke pihak rumah sakit bu"


"Oh ya Ani, ini sudah ada perawat yang menggantikanmu, ada apa kok izin hari ini"


"Ibu saya sakit bu, jadi saya izin"


"Oh ia semoga cepat sembuh ya ibunya"


"Terima kasih banyak bu"


Tak lama dari itu Dion menelfon Ani.


Kring......... kring suara HP berbunyi, Anggun mengangkat telfonnya.


"Ia sayang assalamualaikum, ada apa sayang" ucap Anggun.


"Sayang hari ini aku pulang malam ya, ada urusan yang harus aku kerjakan, aku juga tidak bisa menjemputmu hari ini, kamu jangan marah ya"


"Oh ya mas aku tidak marah, kamu hati-hati ya di jalan"


"Ia sayang, i love you"


"I love you too"


Sebenarnya Anggun sangat curiga dan merasa tidak enak sekali, tapi dia mencoba percaya pada suaminya. karena dia merasa tak enak hati sampai dia tidak konsentrasi dalam memeriksa pasiennya.


"Bu ada pasien, ucap perawat"


"Ia suruh masuk"


Pasien itu pun masuk dan Anggun mulai memeriksanya,

__ADS_1


"Ibu merasa sesak ya bu"


"Ia dok"


"Ibu ini kurang istirahat sepertinya, karna tensi darah ibu rendah sekali, ibu istirahat yang cukup ya"


"Bu ada obat penenang tidak, sayang tidak bisa tidur dok"


"Saya tidak semudah itu memberi obat penenang bu, perlu pemeriksaan lebih lanjut, mungkin obat ini ada mengandung obat tidur nanti ibu juga bisa tidur"


"Mana mungkin dok, suami saya bermesraan di depan saya berduan di rumah saya dok"


"Apa ucap Anggun"


Anggun jadi teringat suaminya dan tanpa sadar terucap pada pasiennya.


"Apa Dion berduan dengan siapa"


"Dok ucap perawat disana"


"Maaf ya bu saya kurang konsentrasi"


"Ia dok, maaf saya jadi cerita, saya di poligami dok jadi saya susah tidur"


"Ini saya resepin obat ya bu, nanti ibu bisa tebus obatnya dan semoga ibu lekas sembuh"


"Ia dok sama-sama, dokter sudah cantik dan baik hati"


"Ini sudah jadi tugas saya bu"


Di lain sisi, benar sekali Dion dan Ani jalan berduaan, mereka janjian untuk berlibur berdua. Di mobil mereka berduaan dan sedang berbincang berdua.


"Mas Dion kenapa mas mengajakku jalan berdua, mas gak takut bu Anggun tau"

__ADS_1


"Aku lagi bosan sekali Ani, ingin suasana yang berbeda"


"Mas aku boleh tanya tidak"


"Tanya apa Ani"


"Sebenarnya mas ada rasa tidak sama aku"


"Kalau tidak ada rasa tidak mungkin aku mengajakmu jalan berdua"


Dion memegang tangan Ani, dan Ani sangat bahagia sekali akhirnya dia dapat bersama Dion.


"Mas kalau Anggun tau bagaimana"


"Ya jangan sampai tau, ini rahasia kita berdua ya"


"Mau sampai kapan mas"


"Jangan tanya sampai kapan, yang penting kita nikmati kebersamaan kita sekarang"


"Ia mas"


"Kalau 1 tahun ini Anggun belum memberiku anak aku akan menjadikanmu istri ke 2, apakah kamu mau"


"Aku mau mas asal aku selalu bersamamu selamanya"


Dion memberhentikan mobilnya, dan langsung mencium kening Ani.


"Ani aku mencintaimu"


"Aku juga mas, ucap Ani"


Setelah itu mereka melanjutkan perjalanan ke pantai hanya berdua.

__ADS_1


bersambung


__ADS_2