
Hari-hari pun berlalu, tinggal kami berdua. mas frans masih saja belum sadar dari komanya, Anggun harus tetap berjuang, demi anisa anaknya. Bukankah hidup masih harus terus berjalan, Anggun pasrahkan semua jalan takdir kehidupannya hanga kepada Tuhan.
"Tuhan kau tau jalan terbaik untuk hambamu ini, aku hanya bisa pasrah atas semua yang terjadi pada diriku, sekarang aku akan bangkin dan lakukan yang terbaik untuk mas frans dan anakku"
Anggun menghela air matanya dan bilang kepada suaminya.
"Sayang kehidupan ini masih harus terus berjalan, dan tabungan kita sekarang semakin berkurang, ijinkan aku untuk melamar kerja di rumah sakit ya mas, soal anak kita aku akan cari pengasuh buat anak kita, aku akan menjaga anisa dengan baik, dengan cara yang mas ajarkan padaku, semuanya akan tetap baik-baik saja dan aku akan menerima semuanya dengan ikhlas, mas yang kuat ya, kami akan selalu menunggu mas untuk sadar"
Biaya untuk perawatan Frans di rumah sakit tidaklah murah, semuanya butuh biaya yang besar jadi Anggun memutuskan untuk bekerja lagi di rumah sakit sebagai dokter umum, dia juga masih bisa merawat frans di waktu senggangnya.
"Mas doakan aku ke trima kerja di rumah sakit ini ya, agar aku bisa merawatmu juga"
Anggun ke luar kamar dan siap untuk melakukan interview di rumah sakit ini.
"Assalamualaikum"
"Waalaikum salam, masuk anggun". Ucap salah satu pimpinan di rumah sakit.
__ADS_1
anggun sangat kaget sekali mengapa pimpinan itu mengenalinya.
"Kaget ya mengapa bapak mengenalimu, karna bapak sudah banyak mendengar namamu hari-hari ini yang telah membantu merawat frans suamimu, jadi bapak tak perlu mewancaraimu lagi dan langsung menerimamu saja"
"Terimakasih pak, sudah menerima saya, saya janji akan bekerja sebaik mungkin pak"
"Ia dokter anggun, selamat bergabung di rumah sakit pelita hati ini, dan saya harap dr. anggun dapat bekerja dengan baik dan profesional, saya percaya dokter mira akan bekerja dengan baik"
"Terimakasih dok, atas kepercayaannya kepada saya, saya akan menjaga kepercayaan bapak"
"Mas alhamdulilallah aku ke trima, aku tau mas mendengar perkataan ku ini"
Frans masih saja, terbujur lemas di kasur rumah sakit, entah kapan dia bisa bangkit seperti dahulu lagi, Mira juga tau entah kapan suaminya akan bangun kembali namun dia telah berjanji dalam hatinya tak akan pernah mengecewakan frans atau pun menduakannya, dia akan setia selamanya.
anggun akan menjemput Anisa di rumah Ani, anggun berjalan di lorong kecil, rumah ani dan dion, dia melihat mereka sedang berjualan makanan disana, dalam hati anggun berkata.
"Dunia ini berputar, kita tak tau jalan hidup kita kedepannya bagaimana, sekarang kita di atas belum tentung kita akan di atas selamanya"
__ADS_1
"Hay Anggun, ucap Ani. bagaimana interviewnya hari ini?"
"Alhamdulilallah berjalan baik dan aku ketrima"
"Anisa rewel atau tidak"
"Alhamdulilallah tidak rewel, dia anak yang pintar"
"Syukur kalau begitu, aku berniat mencari pengasuh untuknya, karna aku tidak mau merepotkan kalian"
"Aku tidak repot Anggun, aku malah senang ada anak kecil disini, sehingga kami tidak kesepian"
"Tapi kaliankan sambil bekerja nanti anisa mengganggu"
"Tidak kami bahagia ada anisa, sementara kamu bekerja biarlah anisa disini"
bersambung
__ADS_1