
Anggun meresa ketakutan dan teringat selalu kata-kata Dion bahwa dia akan selalu bersamanya, di kampus Anggun sudah dibuat malu sekali dengan ulah Ari. Tiba-tiba salah satu dosen memanggil Anggun.
"Anggun di panggil rektor sekarang"
"Ia pak terima kasih".
Anggun melangkahkan kakinya ke ruangan rektor dengan perasaan yang tak karuan, bingung, harus jawab apa. Pasti rektor sudah tau tentang isu tersebut yang tandanya bila memang Terbukti Anggun bisa dikeluarkan dari kampus atau beasiswanya di copot. Anggun sampai di pintu ruangan rektor dan masuk ke dalam.
"Tok..... tok assalamualaikum"
"Waalaikumsalam salam, masuk Anggun ucap rektor dan di dalam sudah ada dosen juga. Duduk Anggun ada yang kami akan bicarakan".
"Ia pak, Anggun langsung duduk di sofa dengan perasaan gundah, sesekali dia menghela nafas untuk menenangkan dirinya".
"Anggun maksud kami memanggilmu kemari adalah kamu mengerti lah, tentang isu yang beredar sekarang ini. Apa benar semuanya".
"Maaf pak saya juga belum jelas tentang isu apa saya juga bingung"
Anggun dengan nada yang agak keras pak rektor memanggil Anggun.
"Anggun kamu jangan pura-pura tidak tau kamu sudah mencoreng nama fakultas kita, sambil dosen menunjukkan foto di HP nya, seorang gadis yang tidak berpakaian di kamar hotel. Anggun ini kan dirimu bukan ucap pak rektor"
Anggun diam seribu bahasa bingung berbuat apa hanya bisa meneteskan air mata, tiba-tiba da pesan dari ponsel Anggun dari Ari.
"Anggun kalau kamu ingin aman aku bisa membantumu".
Anggun tak membalas pesan singkat dari Ari.
"Maaf pak saya tidak bisa menjawab apa-apa"
"Anggun kami semua menyesalkan semua ini kenapa bisa terjadi, anak sepintar dirimu bisa salah jalan, kami bisa memberikan 1 kesempatan tapi dengan syarat kamu dapat menklarifikasi bahwa itu bukan dirimu Anggun"
__ADS_1
"Ia pak"
"Kami beri kesempatan 1 minggu untuk semuanya dan selama 1 minggu ini, sebaiknya kamu tidak perlu kuliah dulu".
"Ia pak terimakasih atas kesempatannya, saya izin pulang dulu pak"
"Ia semoga kamu bisa memberikan yang terbaik untuk fakultas kita, bukan sebaliknya"
Anggun langsung keluar dari ruangan rektor, dan pulang dari kampus, dia teringat dengan Dion dia tidak mau mengambil keputusan sendiri, karna dia takut dia salah jalan.
setelah keluar dari kampus Anggun menelfon Dion.
"Assalamualaikum, Dion bisakah kamu menemuiku, ada hal penting yang harus aku ceritakan"
"Ia Anggun aku kesana, kamu menunggu dimana"
"Di cafe dekat dengan kampus ku ya"
Tak lama Dion menuju ke cafe itu, dan tiba disana. Dion melangkah kaki menuju ke dalam cafe dan menemui Anggun di dalam.
"Halo Anggun ada apa sebenarnya"
"Duduk dulu Dion ada hal yang ingin aku ceritakan"
Dion langsung duduk dan Anggun memesan makanan dan minuman ke sukaanya untuknya, terimakasih ya Anggun kamu tau benar yang aku suka.
"Dion rektor sudah tau semua, Ari menyebarkan fotoku ke semua orang, aku tak habis fikir kenapa Ari sanggup melakukannya, ku kira cintanya tulus ternyata bohong, malah sekarang dia mengancamku untuk menuruti semua maunya, dan pihak rektor memberiku 1 minggu untuk menyelesaikan semuanya, aku tak tau Dion harus bagaimana, menurut mu bagaimana Dion".
"Begini saja, selesai makan ini kamu telefon Ari bilang kamu ingin sekali bertemu dengannya bilang ia begitu nanti aku temani, aku juga tak habis fikir kenapa Ari bisa melakukan semuanya, sekarang tenang nanti kita selesaikan masalah satu per satu, Anggun seumpamanya Ari minta yang aneh-aneh kamu harus siap menolaknya, dan kamu harus siap dengan semua konsekuensinya"
"Dion andai aku dikeluarkan dari kampus padahal aku sudah semester akhir, apakah kamu masih tetap mau menjadi sahabat ku"
__ADS_1
"Anggun aku akan ada disampingmu, jangankan sahabat lebih dari itu aku mau"
"Ia Dion terimakasih banyak"
Akhirnya mereka makan dan setelah selesai makan Anggun menelfon Ari.
"Ari aku mau ketemu kamu sekarang, di cafe dekat kampus".
Ari pun menemui Anggun, dia kaget Anggun bersama laki-laki lain.
"Wah Anggun ini mangsa barumu, ucap Ari"
"Maaf ya Ari kalau bicara yang sopan, saya ini adalah sahabatnya"
"Oh kirain simpanannya"
"Ari kenapa kamu sejahat ini sebenarnya apa yang kau mau dari aku, ucap Anggun"
"Langsung aja ya Anggun, aku ingin kamu melayani aku seperti kamu melayani ayahku, kamu ngerti. Ini adalah caraku balas dendam dengan mu"
"Tak ku sangka kau se kejam ini Ari, mulai detik ini rasa sayang ini sirna untukmu"
"Terserah bagaimana keputusanmu, aku dengar kamu akan dikeluarkan dari kampus emang kamu sudah siap"
"Ia aku sudah siap dikeluarkan, aku sudah capek dengan semua ini akan ku sudahi semuanya"
"Oke akan ku sebar semua kau menjual diri dan tidur bersama ayah ku"
"Kejam kau Ari aku sangat membencimu"
Dion spontan berdiri dan akan meninju Ari namun di cegah Anggun.
__ADS_1
besambung