
Malam ini aku tidur sendiri dengan perasaan yang sangat kacau sekali, aku merasa suamiku sedang beeselingkuh, aku tak tau perasaan ini benar atau tidak yang pastinya malam ini perasaan ku sangat tidak karuan rasanya. Tiba-tiba badanku panas sekali, nafasku sesak, aku memang seorang dokter tapi aku sendiri bingung bagaimana cara aku mengobati sakitku aku sudah minum obat tapi tetap saja rasanya dada ku sesak sekali, mungkin karna fikiranku tak karuan memikirkan Dion yang dari tadi hp nya tidak aktif lagi. Tiba-tiba terdengar suara telfon berdering.
Kring...... kring
Aku angkat telefon itu, terdengar suara wanita yang menelfonku, ternyata Mira menelfonku.
"Assalamualaikum Anggun, lagi apa say"
"Waalaikumsalam salam say, aku lagi dirumah sayang"
"Kamu di rumah sama siapa"
"Kamu kok tanya begitu Mira, aku sendiri suami lagi ada kerjaan jadi aku dia tidak pulang ke rumah"
"Oh, kirain"
Anggun sangat bingung kenapa Mira bertanya begitu.
"Emang ada apa Mira? apa kamu ketemu suamiku"
"Ia sayang aku ketemu suamimu, kebetulan aku lagi berlibur di bogor dan kami menginap di hotel, ku kira suamimu bersama kamu, mungkin aku salah lihat saja tadi say"
"Emang kamu lihat suamiku dengan siapa dah"
__ADS_1
"Aku salah lihat mungkin bu, ya sudah kamu baik-baik ya di rumah jaga kesehatan jangan mikir macam-macam aku salah lihat saja tadi"
Perasaan Anggun tambah tidak karuan saja, apa mungkin yang di lihat Mira benar Dion, lalu dengan siapa suaminya.
"Ia sayang aku istirahat dulu ya Mira"
"Ia Anggun selamat malam"
"Selamat malam juga Mira"
Sebenarnya Mira tau Dion dengan wanita lain tapi dia tidak tega memberi tahu Anggun tentang kebenarannya karna dia tidak mau melihat sahabatnya sakit hati.
Dilain tempat Dion dan Ani menyewa suatu kamar hotel di Bandung, Dion menyewa kamar pengantin yang dekorasi kamarnya layaknya kamar pengantin, kamarnya luas sekali dan banyak bunga-bunga dikamar, karna Dion dan Ani akan melewatkan malam ini dengan indah, Dion mematikan telefon nya begitupun dengan Ani, supaya mereka tidak ada yang mengganggu lagi.
"Tau ya sudah, lagian dia juga tidak bisa hamil, aku juga butuh keturunan, sudah sekarang jangan ungkit Anggun dulu kita nikmati malam ini dengan indah, aku juga belum pernah merasakan ke perawanan wanita, sebenarnya aku penasaran sekali keperawanan seorang wanita"
"Ia mas aku mengerti yang pastinya aku sangat mencintaimu mas Dion, dan aku juga ingin menikah dengan mu"
"Ia sayang kita nikmati malam ini ya"
"Ia mas"
Dion langsung membaringkan tubuh Ani di kasur, dan segera dia berselancar mesra dari ujung kaki sampai ujung kepala Ani, penuh beringas dia menikmati gunung kembar Ani sampai-sampai Ani merasa kesakitan.
__ADS_1
"Sayang pelan-pelan ya"
"Ia sayang"
Dion mulai meremas gunung kembar dan menikmati gunung kembar itu, dan dia mulai berselancar ke bagian kue apem Ani yang masih di segel, Ani hanya merintih ke enakan menikmati sentuhan mesra Dion.
"Sayang enak sekali sayang"
"Ia sayang, aku buka segelmu ya sayang"
"Ia sayang aku juga sudah tidak tahan"
Dion langsung masuk ke kue apem Ani, dengan menusukkan tongkatnya, rasanya seret sekali karna belum ada yang membuka segelnya, Dion laki-laki pertama yang membuka segelnya.
"Aduh ucap Ani"
"Nikmati sayang sambil Dion mencium bibir Ani"
"Ia sayang"
Mereka berdua bersatu sampai melupakan ada Anggun yang mungkin akan sakit hati sekali bila hubungan gelap mereka terungkap, Mereka berdua setelah melakukan hubungan itu sangat kelelahan dan Dion merasa puas sekali, beda sekali rasanya waktu dengan Anggun, dan dia merasakan kenikmatan sekali bersama Ani.
bersambung
__ADS_1